Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ahmad Santoso Perajin Asal Desa Terpelosok di Tulungagung Ini Berhasil Tembus Pasar Nasional

Slamet Riyadi • Rabu, 26 Maret 2025 | 02:32 WIB
Ahmad Santoso Perajin asal Desa Dono Tulungagung ini berhasil tembus pasar Nasional.
Ahmad Santoso Perajin asal Desa Dono Tulungagung ini berhasil tembus pasar Nasional.

SENDANG – Ahmad Santoso, warga Dusun Karangasem, Desa Dono, Kecamatan Sendang, telah menekuni usaha kerajinan perhiasan sejak tahun 2008.

Dengan keahliannya, ia mampu menciptakan berbagai produk seperti cincin monel, kalung, dan cincin akik yang memiliki daya tarik tersendiri.

Produk-produk tersebut kini telah merambah pasar di berbagai kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Bahkan hingga luar Jawa, Kalimantan, dan Maluku.

Berawal dari usaha kecil-kecilan, Ahmad Santoso kini mampu meningkatkan produksinya berkat ketekunan dan inovasi dalam menciptakan desain yang unik dan menarik.

Bahan baku yang digunakan adalah monel, sejenis logam campuran yang tahan karat dan memiliki kilau seperti perak.

Karena daya tahannya yang tinggi dan tampilannya yang elegan, perhiasan monel menjadi pilihan banyak orang yang menginginkan aksesoris berkualitas dengan harga terjangkau.

Ahmad bercerita bahwa awal mula dia menekuni usaha ini adalah karena ketertarikannya pada seni kerajinan logam.

Dengan modal terbatas, dia mulai belajar secara otodidak hingga akhirnya mampu memproduksi perhiasan yang memiliki nilai jual tinggi.

Seiring waktu, pesanan pun semakin meningkat, sehingga dia mulai melibatkan beberapa tenaga kerja untuk membantunya dalam proses produksi.

“Alhamdulillah, pelanggan kami tidak hanya dari Tulungagung, tetapi juga dari luar daerah. Bahkan ada yang dari luar Jawa, seperti Kalimantan dan Maluku,” ungkap Ahmad.

Dia menambahkan bahwa tantangan dalam usaha ini adalah persaingan dengan produk-produk pabrik yang menggunakan teknologi canggih.

Namun, menurutnya, perhiasan handmade tetap memiliki keunggulan tersendiri karena lebih detail dan memiliki nilai seni tinggi.

Ahmad berharap usahanya bisa terus berkembang dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

Dia juga berencana untuk memperluas jangkauan pemasaran dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital agar produk-produknya lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Dengan semangat dan kerja kerasnya, Ahmad Santoso membuktikan bahwa usaha rumahan dari desa pun bisa sukses menembus pasar nasional.

Dia menjadi inspirasi bagi para pengrajin lain untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi kerajinan lokal.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#usaha #Perajin #tulungagung #monel #nasional #Sendang #desa dono