Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perjalanan Menarik Bocah Indonesia di Jepang: Kisah Azzalea Asyami

Dhiyah Ayu Nur Rahmawati • Sabtu, 29 Maret 2025 | 23:32 WIB
Photo
Photo

Azzalea Asyami, atau yang lebih akrab disapa Alea, lahir pada 21 April 2017 di Desa Ngebong, Kecamatan Pakel, Tulungagung, Jawa Timur.

Meskipun usianya baru menginjak 7 tahun, perjalanan hidup Alea sudah sangat luar biasa.

Sejak usia dini, Alea sudah mengawali petualangan besar dengan melanjutkan pendidikan di Jepang, tepatnya di Toho Elementary School Tokyo, sejak kelas 1.

Keputusan untuk pindah ke Jepang bukanlah hal yang mudah bagi Alea dan keluarganya. Namun, meskipun jauh dari rumah, Alea berhasil beradaptasi dengan baik dan menemukan banyak kebahagiaan di negeri Sakura.

 

“Dulu, aku agak takut dan nggak percaya diri, tapi sekarang aku senang sekali bisa sekolah di sini,” kata Alea dengan penuh semangat.

Meskipun berada di negara yang sangat berbeda dengan Indonesia, Alea merasa semakin nyaman dan bahagia, terutama karena sistem zonasi yang memudahkan dirinya untuk berjalan kaki ke sekolah setiap hari.

 

“Sekolahku dekat rumah, jadi aku jalan kaki sendiri. Seru banget,” tambahnya dengan ceria.

Namun, bersekolah di luar negeri tentu membawa banyak tantangan.

Salah satunya adalah bahasa Jepang yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Alea mengakui bahwa awalnya cukup sulit berbicara dalam bahasa Jepang.

“Aku nggak bisa ngomong banyak, tapi sekarang aku mulai bisa sedikit-sedikit.

Sekolah juga ada pelajaran bahasa Jepang, jadi aku belajar banyak,” cerita Alea dengan semangat.

Selain bahasa, tantangan lain yang dihadapi Alea adalah beradaptasi dengan makanan Jepang yang tentu berbeda dengan masakan Indonesia.

Photo
Photo

Meskipun awalnya agak sulit, Alea kini mulai menikmati berbagai hidangan khas Jepang. “Makanan di sini beda, tapi enak juga kok,” ucapnya sambil tersenyum.

Yang membuat Alea semakin bahagia adalah teman-teman yang ia temui di sekolah. “Teman-teman di sini baik-baik, mereka sering bantu aku, jadi aku nggak merasa kesepian,” katanya.

Alea merasa sangat diterima di sekolahnya dan memiliki banyak teman yang mendukungnya.

Selain bersekolah, Alea juga memiliki hobi menggambar yang sangat ia gemari. “Aku suka banget gambar. Kalau aku lagi capek atau bingung, aku suka gambar. Itu bikin aku senang,” ujarnya.

 

Menggambar menjadi salah satu cara Alea untuk mengekspresikan perasaan dan imajinasinya, terutama di tengah kehidupannya yang penuh dengan tantangan baru.

Ibu Alea, Nabil, berbagi cerita tentang bagaimana mereka memutuskan untuk membawa Alea ke Jepang. “Tidak mudah bagi kami sebagai orang tua untuk memutuskan menyekolahkan anak di luar negeri, apalagi di negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.

 

Namun, kami yakin bahwa ini adalah keputusan yang akan memberikan banyak pengalaman berharga bagi Alea,” ujar Nabil dengan penuh keyakinan.

Meski bersekolah di negara dengan mayoritas non-Muslim, Alea merasa sangat diterima dan didukung. “Sekolah di sini sangat baik dan mendukung aku untuk menjalankan ibadah. Bahkan, saat Ramadhan, aku diberikan dispensasi untuk mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di Jepang,” kata Alea dengan penuh rasa syukur.

Kisah perjalanan Azzalea Asyami ini adalah contoh nyata bahwa meskipun berada jauh dari rumah dan harus menghadapi banyak perbedaan, semangat dan usaha yang keras akan membawa hasil.

 

Alea berhasil mengatasi tantangan hidup di negara asing dengan penuh percaya diri, menjadi pribadi yang mandiri, dan tetap menjaga jati dirinya sebagai seorang Muslim.

Dengan segala keberanian dan kegigihannya, Alea menjadi inspirasi bagi banyak anak anak Indonesia untuk tetep semangat menempuh pendidikan meski di negeri orang.

Editor : Firman Aji Saputra
#pakel #kabupaten tulungagung #jepang #jawa timur #tulunagung