Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Langganan Juara, Ini Resep Shelfa Novalia Turangan Berkecimpung di Seni Tari!

Yoga Dany Damara • Rabu, 16 April 2025 | 04:15 WIB
Shelfa begitu mencintai tari tradisional dengan terus mengasah kemampuan.
Shelfa begitu mencintai tari tradisional dengan terus mengasah kemampuan.

FEATURES  - Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, wanita yang bernama Shelfa Novalia Turangan telah membuktikan bahwa ketekunan dan cinta pada seni dapat mengantarkan seseorang pada pencapaian yang membanggakan.

Remaja asal Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, ini menjadikan dunia tari tradisional sebagai bagian dari hidupnya.

Setiap Senin hingga Jumat, Shelfa adalah siswi kelas 10 di SMKN 1 Boyolangu.

Namun saat akhir pekan tiba, waktunya ia curahkan untuk berbagi ilmu dan melatih anak-anak menari di Sanggar Prana Kesuma Aji, tempatnya tumbuh dan belajar.

Perjalanan Shelfa dalam dunia tari dimulai sejak usia 9 tahun, ketika ia mengikuti ekstrakurikuler reog kendang di sekolah dasar.

Awalnya, ia merasa kurang percaya diri saat harus membawakan tarian tradisional.

Namun seiring waktu, semangat dan rasa cintanya pada seni tari membawanya untuk terus belajar dan mencoba berbagai jenis tarian.

“Aku awalnya lebih nyaman dengan reog kendang, tapi lama-lama mulai terbiasa dengan gerakan tradisional lainnya. Lama-lama malah jatuh cinta,” ungkapnya.

Perjuangannya pun membuahkan hasil.

Salah satu momen membanggakan dalam perjalanan tari Shelfa adalah ketika ia dan kelompoknya meraih juara 2 dalam lomba tari kelompok di ajang AFA ADA.

Selain itu, ia juga telah beberapa kali memenangkan lomba reog kendang sejak jenjang SD hingga SMP.

Tak hanya tampil di Tulungagung, Shelfa juga pernah mewakili daerahnya dalam ajang besar, seperti Kirab Maskot Pilkada Serentak se-Jawa Timur tahun 2024 di Surabaya.

Saat ini, ia tengah bersiap untuk tampil di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), membawa reog kendang ke panggung yang lebih luas lagi.

Menjadi penari tentu tidak selalu mudah.

Shelfa mengakui bahwa tantangan terbesar baginya adalah dalam hal menghafal materi gerakan.

“Aku kadang suka nggak fokus, jadi susah hafal. Tapi biasanya aku ulang-ulang terus setelah diajarin, itu sangat membantu,” ungkapnya.

Shelfa juga membagikan pengalaman uniknya saat tampil di sebuah event. Karena gugup, ia sempat tertukar posisi dengan temannya di atas panggung.

Namun tanpa disengaja, mereka berhasil menciptakan formasi baru yang tetap serasi dan mendapat apresiasi.

Baginya, menari bukan sekadar tampil di panggung.

Ia menggambarkan bahwa menari adalah tentang proses panjang, semangat yang tak boleh padam, serta cinta yang mendalam terhadap seni gerak dan musik.

“Suka dukanya ya pasti ada. Capek, latihan panjang, sampai sakit kadang-kadang. Tapi semua itu terbayar ketika kita bisa menari dari hati. Rasanya nggak tergantikan,” ungkapnya.

Untuk menjaga kebugaran tubuh, Shelfa juga sangat memperhatikan pola makan dan kebiasaan sehat.

Ia menghindari terlalu banyak minum es dan tetap menyeimbangkan konsumsi makanan kekinian dengan makanan bergizi.

Shelfa pun tak lupa memberikan pesan untuk generasi muda yang ingin menekuni dunia tari.

“Menari itu nggak harus langsung jago. Yang penting punya niat, mau belajar, dan nikmati prosesnya. Jadi diri sendiri dan menarilah dari hati. Dunia tari itu luas dan seru banget kalau kamu mau membuka diri,” ungkapnya.(*/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#seni #event #unesa #tarian tradisional #reog kendang #penari