FEATURES - Di balik setiap lemari, pintu, dan kitchen set yang kokoh, ada perjalanan panjang seorang Zainal Fatah.
Pemilik Mebel Zaki yang berlokasi di Dusun Doropayung, Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, ini berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan senyuman istri adalah kunci sukses.
Zainal memulai usahanya lima hingga enam tahun lalu dengan modal Rp 5 juta.
Hasil dari pengalaman sebagai TKI di Brunei Darussalam pada 2008.
Selama di Brunei, dia bekerja di bidang finishing interior, mengasah keterampilan dan menambah wawasan tentang dunia mebel.
Setelah kembali ke Indonesia, Zainal melanjutkan pembelajarannya dengan menonton berbagai tutorial di YouTube untuk menyempurnakan teknik dan pengetahuannya.
Ilmu yang ia peroleh dari pengalamannya bekerja di luar negeri, ditambah dengan pengetahuan yang didapat dari YouTube, menjadi modal berharga saat memulai usaha mebel.
"Dulu modal cuma Rp 5 juta, pelan-pelan beli alat, belajar terus, sampai bisa berkembang seperti sekarang," kenangnya.
Kini, Mebel Zaki mampu meraup omzet antara Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan.
Produk mereka meliputi kitchen set, pintu, lemari, hingga wall molding, yang bisa custom sesuai keinginan pelanggan.
Bahkan, pesanan kini datang dari berbagai daerah, termasuk Surabaya.
Yang lebih membanggakan, Zainal berhasil mendapatkan orderan untuk proyek hotel dari Malaysia yang menjadi pencapaian luar biasa dalam perjalanan usaha mebelnya.
"Proyek pertama saya di Trenggalek, mengisi satu rumah penuh, menjadi pintu pembuka untuk banyak pesanan lainnya," tambahnya.
Perjalanan ini tak selalu mulus.
Saat harga pasar terjun bebas, banyak yang menawarkan harga lebih murah.
Namun, Zainal lebih memilih bertahan dengan kualitas, dan keputusan itu terbukti berbuah manis.
"Kalau kita ikut perang harga, kualitas jadi turun. Saya lebih pilih pertahankan kualitas, alhamdulillah pelanggan pertama tetap balik lagi," ujarnya.
Pria ramah ini juga menyadari betul betapa pentingnya dukungan keluarga dalam membangun usaha.
"Melihat istri tersenyum itu semangat saya. Kerja seberat apa pun, kalau istri cemberut, rasanya kurang enak. Tapi kalau dia tersenyum, capek langsung hilang," ungkapnya sambil tersenyum.
Kini, dengan lima orang tim produksi yang solid, setiap hari workshop Mebel Zaki tak pernah sepi.
Selain terus berinovasi dengan tren terbaru, seperti penggunaan material HPL, Zainal tetap membumi.
Baginya, kunci bertahan adalah kerja keras, sabar, telaten, menjaga banyak relasi, dan aktif memantau perkembangan dunia interior melalui media sosial. "Usaha itu jalan saja.
Kebutuhan manusia akan rumah dan interior selalu ada. Yang penting kita tekun, giat, banyak kawan, dan jangan malas belajar," tutupnya.
Kisah Zainal Fatah mengajarkan kita bahwa dengan kerja keras, kualitas, dan dukungan keluarga, setiap tantangan dalam usaha bisa diatasi.
Dari modal kecil, dia berhasil meraih kesuksesan besar, bahkan hingga menembus pasar internasional. (dhi/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri