FEATURES - Di tengah kelesuan industri lagu anak-anak, seorang siswi dari SDN 4 Kampungdalem, Tulungagung, perlahan mencuri perhatian.
Ya, dialah Kahiyang Ayu.
Siswi kelas I SD tersebut hadir sebagai suara baru dengan misi sederhana namun berdampak besar, yaitu menghidupkan kembali lagu anak-anak yang mendidik.
Ternyata itu sebenarnya bukan hal baru.
Sebab, Kahiyang Ayu telah mencicipi berbagai panggung seni.
Mulai dari modeling, hingga kini menapaki dunia tarik suara.
Baginya, berkesenian bukan sekadar aktivitas, melainkan ruang berekspresi yang membentuk karakter dan semangat berkaryanya sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak.
Kini, Kahiyang (sapaan akrab Kahiyang Ayu, Red) mantap memilih jalur musik sebagai fokus utama.
Keputusannya bukan tanpa alasan.
Melalui lagu anak-anak yang edukatif dan menggembirakan, dia ingin menghadirkan kembali warna dalam dunia musik anak Indonesia yang sempat tenggelam.
“Karena aku masih anak-anak, aku ingin berbagi pesan positif melalui lirik lagu yang bisa dinyanyikan dengan ceria. Lagipula, lagu anak-anak lebih sesuai dengan usiaku, bukan lagu dewasa,” ungkap Kahiyang dalam sebuah podcast di YouTube Radar Tulungagung.
Hingga April 2025, Kahiyang telah merilis delapan lagu anak. Antara lain, Taat Lalu Lintas, Ngatung, Tresno Sejati, Ayo Sinau, Sholawat Jibril, Jepit Rambut, Mas Bagong, dan lagu terbarunya Indahnya Alam yang tayang perdana di YouTube pada 29 April 2025.
Semua lagu tersebut diciptakan oleh Andi Zate dan diproduksi profesional oleh manajernya, Dewa Kipli.
Meski karier menyanyinya terbilang baru, pengalaman di panggung modeling membentuk kepercayaan diri dan ketekunan Kahiyang.
Dia bahkan sudah terbiasa tampil di depan publik dan kamera sejak kecil. Sebab, orang tuanya selalu mendorong aktivitas positifnya.
“Orang tua memainkan peran penting dalam mengarahkan dan mendukung perjalanan karierku,” katanya.
Selain bermimpi menjadi penyanyi sukses, Kahiyang juga bercita-cita menjadi seorang polisi wanita (polwan).
Penyanyi legendaris Sherina Munaf menjadi sosok inspiratif yang dikaguminya.
“Semoga lagu-laguku bisa jadi teman anak-anak Indonesia di masa tumbuh mereka,” ujar Kahiyang penuh harap.
Sebab, melalui lagu-lagunya yang bertema seni, budaya, ketaatan, dan religi, Kahiyang ingin menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi seusianya.
Lewat langkah-langkah kecil namun konsisten, dia ingin membuktikan bahwa anak-anak pun bisa membawa perubahan besar bagi dunia musik dan pendidikan karakter di Indonesia.
“Karena itu, saya sampaikan kepada teman-teman sebaya agar tetap semangat ya terus tekun, terus asah diri, jangan putus asa. Terus berlatih dan berlatih, dan berdoa setiap berkegiatan apa pun. Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!!” pesan Kahiyang.
Sementara itu, manajer Kahiyang, Dewa Kipli menambahkan, dengan terus aktif sebagai penyanyi, Kahiyang juga ikut melestarikan budaya Jawa lewat lagu dolanan Buto-Buto Galak yang dipublikasikan melalui Langgam Music Digital di Puncak.
Dia juga aktif tampil dalam acara sekolah, termasuk di pentas Puncak P5 SDN 4 Kampungdalem.
Kemampuan Kahiyang tak berhenti di dunia seni.
Dia juga memiliki prestasi akademik, piawai dalam public speaking, dan mampu mengelola waktu meskipun masih duduk di sekolah dasar.
Di tengah kesibukannya, dia juga belajar mengendalikan mood, tantangan umum bagi anak seusianya, terutama saat proses syuting dan rekaman.
Soal rekaman, Kahiyang menunjukkan performa luar biasa.
Dia mampu menghafal lirik lagu dalam waktu singkat dan melakukan proses rekaman hingga 10 lagu dalam sehari tanpa hambatan berarti.
“Meski ada tantangan dalam proses syuting, kami selalu memastikan semuanya berjalan lancar. Dukungan keluarga dan tim sangat penting untuk kesuksesan ini,” ujar pria yang akrab disapa Mas Dewa ini.(dhi/c1/jaz)
Editor : Vidya Sajar Fitri