TULUNGAGUNG - Kecil-kecil sudah master. Dialah Wavina Kamita Putri, siswi kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung.
Segudang prestasi olahraga catur telah diraihnya. Kini, Wavina menjadi kebanggaan Tulungagung.
Dia mampu menyabet gelar Master Percasi Wanita tingkat nasional tahun 2024. Dia akan diikutsertakan dalam kompetisi catur tingkat Asia sebagai duta perwakilan dari Indonesia di Tiongkok.
Tulungagung tidak pernah kehabisan anak-anak berprestasi. Tidak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, tetapi banyak anak-anak Tulungagung berprestasi hingga tingkat nasional.
Termasuk Wavina Kamita Putri, siswi kelas IV MI Podorejo, warga Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Siswa yang sangat berprestasi di bidang olahraga catur ini telah mengharumkan nama kota kelahirannya.
Pasalnya menjadi satu-satunya warga Tulungagung yang mampu menyabet gelar Master Percasi Wanita dalam 20 tahun terakhir ini.
Tidak disangka master olahraga catur tersebut masih berusia 11 tahun. Wavina menyabet gelar tersebut setelah menjuarai kompetisi nasional kejurnas catur junior. Tidak hanya itu, dia menjadi juara satu dan mendapat medali emas.
Perjalanan dan perjuangannya meraih gelar tersebut tidak berjalan mulus-mulus saja. Pasalnya, putri pasangan Kamsuri dan Miftaku Rohmah itu harus merelakan waktu bermainnya untuk terus berlatih catur.
"Dulu hobinya nari dan melukis. Saat ini hari-harinya dipenuhi kegiatan berlatih catur," ungkap ibunya.
Dia menceritakan awal mula anaknya tersebut bisa berkiprah di dunia catur. Berawal dari lomba porseni di sekolahnya, Wavina ditunjuk sebagai perwakilan sekolah di bidang catur. "Padahal saat itu Wavina masih mulai belajar catur," katanya.
Dalam kompetisi antar madrasah ibtidaiyah di Tulungagung tersebut, Wavina gagal dan belum bisa meraih juara.
Baca Juga: Banjir Rendam Kawasan SMPN 3 Tulungagung , Terungkap Nasib Siswa saat Sudah Sampai di Sekolah
Namun, kegagalan tersebut tidak membuat Wavina jera. Dia terus berlatih dengan gigih. Dengan dukungan dari orang tuanya, Wavina terus digembleng oleh guru caturnya yang juga seorang guru di sekolahnya.
"Dia memang berbakat. Permainan caturnya tenang. Dan mentalnya juga bagus," ungkap pelatih privat caturnya, Calvin Kresna Afandy.
Tidak hanya berlatih, Wavina juga terus mengikuti kompetisi-kompetisi catur. Akhirnya setelah lama berjuang, satu per satu kejuaraan telah diraih Wavina.
Tidak hanya di tingkat kabupaten, Wavina juga mampu meraih juara catur di tingkat provinsi bahkan nasional. Terakhir di akhir tahun 2024, tepatnya di Desember lalu, Wavina berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional Catur Junior tahun 2024.
Dia menjuarai kategori catur klasik 1 jam 30 menit 30 detik. Dengan menjuarai kompetisi resmi tingkat nasional tersebut, Wavina kini menyandang gelar Master Percasi Wanita di Indonesia.
"Kuncinya ketika kompetisi harus tetap tenang, menjaga emosi, harus tersenyum dan berdoa," kata Wavina sambil menunjukkan medali emasnya.
Tidak berhenti di situ, Wavina akan melenggang pada kompetisi internasional tingkat Asia sebagai duta perwakilan dari Indonesia pada Juli 2025 mendatang. Kompetisi tersebut akan digelar di Zhu Hai, China. (*/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah