TULUNGAGUNG- Dunia seni sangat melekat dengan cewek satu ini. Ya, dialah Salsabila Khalishah. Dari penari lokal, hingga dia mampu menari di beberapa ajang bergengsi di ibu kota. Kini, dia fokus mencetak penari-penari berprestasi dari Tulungagung.
Di balik gerakan lembut namun penuh energi di atas panggung, ada perjalanan panjang yang dilalui Salsabila Khalishah dari kampung halaman di Tulungagung hingga bisa keluar kota tampil menari.
Perempuan muda berusia 20 tahun ini telah menekuni dunia tari sejak masih berusia 6 tahun. Dia kini mantap melangkah menjadi pelatih tari di salah satu sanggar di Kabupaten Tulungagung.
Warga Jalan Panglima Sudirman Gang 3 Nomor 41, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Salsabila, tumbuh dalam lingkungan yang mendukung bakat seninya.
Sang ayah, Agus Wahyudi, dan ibunya, Purwati, adalah sosok pertama yang mendorongnya untuk menari. "Dulu setiap ada panggung, saya selalu disuruh naik oleh orang tua untuk menari," kenangnya sambil tersenyum.
Dorongan tersebut tak sia-sia. Seiring waktu, dia pun bergabung dalam les tari di sebuah sanggar untuk mengasah kemampuannya. Namun, perjalanannya tak selalu mulus.
Salsabila sempat bimbang lantaran dia juga memiliki prestasi di bidang fashion show. “Dua-duanya saya suka dan punya pencapaian, tapi saya akhirnya memilih fokus di tari,” ungkapnya.
Pilihan itu terbukti tepat. Prestasinya di bidang tari terus melesat, bahkan hingga ke pentas-pentas di ibu kota. Dia sering dikirim mewakili Kabupaten Tulungagung untuk menari di ajang bergengsi.
Keberhasilannya ini menjadi motivasi besar untuk mendalami tari secara profesional. Kini, dia tidak hanya tampil, tapi juga menjadi pelatih bagi generasi muda pencinta tari di Tulungagung.
Dalam melatih, Salsabila memiliki prinsip untuk menyesuaikan gerakan dengan kemampuan tubuh masing-masing murid. Baginya, menari bukan hanya seni, melainkan juga latihan fisik yang bermanfaat bagi kesehatan.
Baca Juga: Semarak Pagelaran Reog Kendang SMPN 1 Kedungwaru, Tampilkan 108 Penari
Apalagi, dengan pola makan dan istirahat yang kurang teratur, dia merasa dengan menari membantu menjaga kebugaran tubuh. “Saya juga rutin minum susu setiap hari. Kalau nggak minum, rasanya ada yang kurang,” ujarnya.
Meski masih muda, impian Salsabila sangat besar. Dia bercita-cita menjadi pelatih tari profesional yang tak hanya dikenal di Tulungagung, tapi juga mampu mencetak penari-penari berprestasi.
“Saya ingin murid-murid saya nanti bisa meraih lebih dari apa yang saya capai sekarang,” tuturnya penuh semangat.
Dengan dedikasi dan kerja keras yang terus dia jaga, Salsabila Khalishah berharap bisa menjadi salah satu penari kebanggaan untuk Kabupaten Tulungagung. (*/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah