Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sosok Bayu Adi Wicaksono, Pria asal Ngunut Tulungagung Raih Penghargaan di UEA, Ingin Menginspirasi dan Buktikan Anak Desa Bisa Mendunia

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 3 Juni 2025 | 01:50 WIB
Bayu Adi Wicaksono (paling kIRI) foto bersama kolega di Dubai, UEA.
Bayu Adi Wicaksono (paling kIRI) foto bersama kolega di Dubai, UEA.

 

TULUNGAGUNG - Jauh merantau ke Timur Tengah, Bayu Adi Wicaksono merasa perlu terus mengasah kemampuan demi meningkatkan kapasitas diri.

Latar belakangnya sebagai anak daerah membuatnya tak patah semangat. Hingga akhirnya keuletannya diganjar penghargaan Most Inspirational F&B Service of The Year 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Bayu merupakan pekerja migran asal Desa/Kecamatan Ngunut yang saat ini bertugas sebagai senior food and beverages (FnB) supervisor di Jumeirah Marsa Al Arab Hotel, Dubai, UEA.

Di sana dia juga aktif berkegiatan sebagai salah satu anggota komunitas hotelier Indonesia di UEA. Nah, tahun ini, dia masuk dalam nominasi kategori FnB Most Inspiring FnB Service 2025.

“Jadi masuk kategori nominasi otomatis bisa di-voting dari semua yang di UEA, termasuk teman, keraba,t dan karyawan di UEA,” paparnya.

Dia menambahkan, juri melihat sejauh mana seorang nominator bisa memberi inspirasi dan ide bagi orang-orang di sekitarnya melalui pekerjaannya sebagai hotelier.

“Jadi prosesnya untuk proses penilaian voting itu terbuka untuk semua yang berada di UEA. Semua bisa voting,” lanjutnya.

Dalam prosesnya, dia cukup kesulitan saat melawan kompetitor dari berbagai latar belakang berbeda. Bahkan, dia juga sering bersinggungan dengan mereka yang berasal dari negara-negara maju.

“Yang paling sulit itu bersaing dengan Eropa seperti Spanyol, Prancis. Jadi mereka kan sudah ada background, sudah belajar bahasa Inggris yang kuat. Jadi kita harus dari itu kita harus perbanyak koneksi. Kita bekerja lebih keras lagi,” ujarnya.

Bayu mengunpkapkan, hal ini hanya sebagai motivasi bagi para pemuda dan orang-orang sekitarnya di tempatnya berasal agar tak lekas menyerah.

Anak tunggal ini menegaskan, seorang anak muda harus berani mengambil risiko dan melangkah maju demi mendapat masa depan yang lebih baik.

“Saya berharap saya bisa menginspirasi semua orang, khususnya yang berada di Tulungagung biar bisa kita berkarir untuk masa depan yang lebih baik,” ucap Bayu.

Menurut dia, latar belakang sebagai anak desa bukan alasan bagi seseorang untuk terpuruk dan tak mengambil kesempatan yang ada.

Justru hal ini yang harusnya dijadikan pelecut semangat agar seseorang bisa berkarya dan memberi yang terbaik bagi orang-orang di sekitarnya.

“Iya betul. Juga bisa berkarir. Jadi bukan anak kota saja (yang bisa sukses), katanya.

Disinggung soal impiannya ke depan, dia mengaku ingin berkarir di banyak negara lain. Selain sebagai upaya menambah pemasukan, dia menyebut keinginanya juga didasari keinginan untuk menambah wawasan dan relasi internasional.

Tentunya hal ini juga jadi inspirasi dan motivasi bagi orang di sekitarnya agar tak lekas menyerah meski di tengah keterbatasan.

“Targetnya mau jam ke seluruh dunia. Mungkin ke Qatar atau mungkin ke Eropa dengan pengalaman saya di Dubai, Insya Allah Australia, Kanada, dan negara-negara lain,” tandasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #uea #pekerja migran #dubai #uni emirat arab #Jumeirah Marsa Al Arab Hotel