RADAR TULUNGAGUNG - Pengalaman Efendi Sumei di dunia pendidikan cukup panjang. Petualangannya dimulai pada 1992 sebagai guru di SMPN 1 Gambiran, Banyuwangi.
Tiga tahun kemudian, dia pindah ke Tulungagung dan mengajar di SMPN 2 Rejotangan. Berbekal kompetensi dan dedikasi, pada 2014, dia dipercaya menjadi kepala sekolah.
Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Tiga Kado Istimewa untuk Guru Jelang HUT ke-80 RI
Sejak itu, dia memimpin di beberapa sekolah hingga kini menjabat Kepala SMPN 2 Sumbergempol dan merangkap Plt Kepala SMPN 1 Kedungwaru.
Dalam memimpin, Efendi memegang teguh prinsip kolaborasi, adaptasi, dan keteladanan. Dia melibatkan guru, staf, dan siswa dalam pengambilan keputusan, membangun komunikasi terbuka dengan orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan instansi pemerintah.
Baginya, kepala sekolah adalah penggerak, bukan sekadar pengatur. “Keberhasilan sekolah adalah hasil kerja tim, bukan individu,” tegasnya.
Setiap tantangan ia hadapi dengan sikap tenang dan mencari solusi kreatif tanpa mengorbankan aturan.
Tugas kepala sekolah, menurut dia, tidak hanya memastikan proses belajar berjalan baik, tetapi juga menanamkan karakter dan nilai kehidupan bagi siswa.
Prinsip yang ia pegang sederhana, tapi bermakna menjalankan profesi sebagai ibadah. “Selama diberi amanah, saya akan berusaha memberi manfaat sebesar-besarnya,” ujarnya.
Baca Juga: Dua Siswa SD Negeri 1 Pojok Juarai Lomba Petanque Pelajar Tulungagung, Bermula dari Jemputan Guru
Bagi Efendi, kepemimpinan sejati terletak pada kemampuan memberi teladan. Dia berusaha hadir di tengah guru dan siswa, bukan hanya memberi instruksi, melainkan juga mendengarkan.
“Pemimpin itu harus mau ikut merasakan apa yang dirasakan timnya. Kalau kita hadir, mereka akan percaya dan bergerak bersama,” katanya.
Kini, menjelang masa purnatugas, semangatnya tidak mereda. Efendi terus memastikan sekolah yang ia pimpin bergerak maju.
Dalam setiap langkahnya, dia berharap meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus hidup di hati para guru, siswa, dan seluruh warga sekolah. ****
Editor : Dharaka R. Perdana