RADAR TULUNGAGUNG - Bagi sebagian orang, ketinggian adalah hal yang menakutkan. Namun bagi Charisya Rahmadianatali Prameswari Putri, 17 tahun, ketinggian justru menjadi sahabat yang memacu adrenalin.
Siswi SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur asal Rejotangan, Tulungagung ini baru menekuni cabang olahraga atletik lompat galah sejak masuk SMA.
Baca Juga: Benarkah Olahraga Akan Dipajaki? Ini Fakta di Balik Kebijakan Baru
Tetapi tekad dan kerja keras cewek Tulungagung ini telah membawanya meraih prestasi membanggakan yakni medali perak lompat galah di Porprov Jawa Timur 2025.
“Lompat galah itu unik. Tantangannya bukan cuma fisik, tapi juga mental, karena kita berhadapan langsung sama ketinggian,” tutur Charisya sambil tersenyum, matanya berbinar.
Perjalanan Charisya menuju Porprov Jawa Timur 2025 diwarnai latihan intensif. Dia memulai hari sejak pukul 05.00 pagi untuk latihan fisik dan teknik hingga hampir pukul 08.00, lalu langsung berangkat sekolah.
Khusus Senin dan Jumat, ia bahkan rela tidak masuk sekolah demi mengikuti program teknik yang berlangsung hingga siang hari.
Latihan terberat menurutnya justru bukan soal fisik semata, tetapi konsentrasi dalam menguasai teknik galah. “Teknik galah itu detailnya banyak banget. Kadang capeknya bukan cuma di badan, tapi juga di kepala,” ungkapnya.
Menjelang Porprov Jatim 2025, Charisya sempat menghadapi kendala yang menguji mentalnya. Namun, ia memilih tetap fokus dan mengandalkan doa. “Modal saya cuma salat dan berdoa, minta bantuan sama Tuhan,” ujarnya.
Di pertandingan, rasa nervous sempat datang karena beberapa hambatan teknis. Namun semangatnya tak surut.
Hasilnya, atlet lompat galah asal Tulungagung ini sukses membawa pulang medali perak pada debutnya di ajang provinsi tersebut.
Bagi Charisya, perak di Porprov bukan sekadar medali, tetapi titik awal perubahan. Dia merasa senang dan bangga, tapi juga ada sedihnya sedikit.
"Prestasi ini penting banget, bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga buat banggain orangtua dan membawa nama Tulungagung lebih maju,” katanya.
Kini, Charisya Rahmadianatali Peameswari Putri mulai menatap target berikutnya berupa Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Ia ingin memperbaiki personal best dan membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing di level nasional.
Soal ritual khusus, Charisya mengaku tidak memiliki kebiasaan unik selain menjaga kesehatan dan berdoa. “Kalau mau tanding, saya hati-hati banget. Soalnya di lompat galah, sekali salah bisa fatal,” tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana