RADAR TULUNGAGUNG - Di usianya yang masih belia, Alfa Noor Kholiq, bocah asal Tulungagung sudah menunjukkan bakatnya di disiplin tenis meja alias pingpong.
Buktinya, tak sedikit gelar dan medali di berbagai ajang kejuaraan dia raih. Meski begitu, dia masih butuh banyak bimbingan dari orang tua, utamanya dalam hal membagi waktu dengan kegiatan akademik.
Akhir pekan ini, Alfa pilih menghabiskan waktunya bersama keluarga di rumah. Dia memang harus pintar-pintar membagi energi dan waktu sebelum kembali aktif berlatih dan belajar di sekolah di awal pekan ini.
Alfa merupakan atlet muda di cabor pingpong. Kecintaannya pada olahraga ini muncul lantaran dia sering mendapati orang-orang di sekitarnya bermain tenis meja di rumahnya.
“Dari TK. Di rumah dulu ada meja (pingpong). Orang-orang pingpong di situ,” ucap siswa tingkat III di madrasah ibtidaiyah (MI) ini.
Dari sana muncul keinginan untuk belajar dan memperdalam ilmu tenis meja. Itu sebabnya orang tuanya mengikutsertakannya di salah satu klub pingpong.
Seiring berjalannya waktu, Alfa mulai menunjukkan kepiawaiannya. Itu membuat pelatih mengikutsertakannya di sejumlah ajang, baik di tingkat lokal, regional, hingga provinsi.
Teranyar, dia meraih gelar juara 3 di Kejurkab Tenis Meja 2024 dan juara 1 kejuaraan tenis meja dalam rangka PHBN 2024.
Di tingkat provinsi, Alfa menyabet gelar juara 3 di kejuaraan PTMSI Cup pada Februari tahun ini. Selain itu, ada berbagai gelar lain yang dia peroleh.
Baca Juga: Pengurus PELTI Tulungagung Dilantik, Siap Optimalkan Pembianan Atlet Tenis
Tapi, mengingat dia juga berkewajiban berkegiatan akademik, Alfa harus pintar membagi waktunya. Sebab, jadwal latihan tenis meja dan jadwal belajarnya terbilang padat.
Dia mengaku beberapa kali mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan. Tapi, hal ini bisa segera diatasi oleh orang tuanya.
Meski begitu, dia bertekad untuk terus berjuang hingga dia mampu meraih cita-citanya. Yakni, mewakili Indonesia di ajang SEA Games.
“Kita skala prioritas. Yang namanya anak itu mood-nya kadang ndak selalu (baik),” kata ayah Alfa, Abdul Kholiq.
Dia mengungkapkan bahwa memberi motivasi juga jadi hal penting dalam memompa semangat putranya agar tetap semangat berlatih dan belajar. Hal ini biasa dia lakukan usai putranya mentas dari satu gelaran atau kejuaraan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana