RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah hiruk pikuk agenda padat Timnas Indonesia, nama Sofie Imam Faizal ikut mencuat.
Pria asal Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakel, Tulungagung ini bukan hanya pelatih fisik timnas senior dan Timnas U-17, melainkan juga seorang mahasiswa program doktoral di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sebelumnya, perjalanan tak mudah dia tempuh untuk mendapat gelar S-2.
Sofie, -sapaan akrabnya memang memiliki tanggung jawab ganda yang luar biasa. Dia harus mendampingi dua timnas sekaligus, yang jadwalnya sering kali berbenturan, di samping kewajiban akademisnya.
Sofie menceritakan bagaimana dirinya membagi waktu di tengah padatnya agenda timnas.
"Di saat saya mengerjakan tesis di Januari, Februari, Maret, April, Mei, itu kan penuh-penuhnya jadwal timnas. Di saat timnas senior harus mengikuti round ketiga yang satu grup dengan Australia, terus Jepang, Cina, sama Bahrain. Dan saya (juga melatih timnas) di Asia Cup U-17. Jadi mondar-mandir," ungkapnya.
Baca Juga: Pemain Timnas dan Artis Resah Tren Edit Foto AI Berlebihan, Sejauh Mana Perlawanan Mereka?
Baginya tidak ada waktu bersantai. Di sela-sela waktu latihan dan tugas di timnas, dia selalu menyempatkan diri untuk mengerjakan tesisnya.
"Di sela-sela waktu latihan dan tugas di timnas, di malam hari atau di waktu santai di kopi-kopian ya saya selalu membuka laptop untuk mengerjakan tesis. Jadi tidak ada waktu santai intinya. Di luar pekerjaan ya saya selalu membuka laptop untuk terus mengerjakan tugas akhir itu," tegasnya.
Tesis yang dia kerjakan juga berkaitan erat dengan pekerjaannya. Yaitu membahas tentang aktivitas fisik timnas senior di Piala Asia 2024 Qatar dengan metode analisis menggunakan GPS.
Merampungkan tesis di sela-sela agenda timnas tentu bukan hal mudah. Namun, Sofie mengaku mendapatkan banyak dukungan.
Dia mengikuti tim ke mana pun mereka bertanding dan tesisnya pun dikerjakan di tempat yang berbeda.
"Posisi ya mengikuti agendanya Piala Asia dan timnas senior. Saat di Jepang, ya saya mengerjakan di Jepang. Saat away ke Australia, mengerjakan di Australia. Saat Piala Asia U-17 di Arab, saya mengerjakan di Arab," ujarnya.
Dia menambahkan, PSSI juga memberikan dukungan penuh untuk pendidikannya. Yakni dengan melayangkan surat dispensasi kuliah ke UNS Surakarta.
Dengan surat itu, pihak kampus memberi izin bagi Sofie untuk melanjutkan aktivitasnya sebagai pelatih. Meski begitu, Sofie tetap berusaha mengikuti perkuliahan meskipun melalui daring.
Baca Juga: Update Rangking FIFA Timnas Indonesia: Tertahan di Urutan 117, Gagal Geser Posisi Kazakhstan
"Karena kan tidak akan bentrok dengan jadwal latihan saya. Karena kan pasti selisih jam. Intinya ya rasa tanggung jawab," kata ayah dua anak ini.
Dia mengaku memiliki harapan besar jika nanti berhasil meraih gelar doktornya. Yaitu mengamalkan ilmunya untuk kemajuan dunia olahraga.
Baca Juga: Pulang Nonton Timnas di Surabaya, Pelajar Tulungagung Tewas Usai Tabrak Jembatan di Ngantru
Lalu, dia juga berharap agar nantinya dia berkesempatan berbagi pengetahuan sebagai dosen di mata kuliah keolahragaan.
"Yang terakhir berharap bisa menjadi pandangan motivasi teman-teman pelatih yang lainnya," tutupnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana