Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lahir di Tepian Sungai Brantas Tulungagung, Begini Kisah Perjalanan Karier Mayjen TNI Lilik Sudaryani, Semua Berkat Gemblengan Kakek Nenek

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:56 WIB

Mayjen Lilik Sudaryani sewaktu menyandang pangkat kolonel bersama personel TNI AD. (DOK PRIBADI)
Mayjen Lilik Sudaryani sewaktu menyandang pangkat kolonel bersama personel TNI AD. (DOK PRIBADI)

RADAR TULUNGAGUNG – Setiap 5 Oktober merupakan tanggal yang bersejarah bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan tahun ini merupakan HUT TNI ke-80.

Namun siapa sangka di balik perayaan HUT TNI ke-80 ada satu sosok putra asli Tulungagung yang menjadi perwira tinggi Angkatan Darat.  Dia adalah Mayjen TNI Lilik Sudaryani.

Mayjen Lilik Sudaryani lahir dan besar di di tepi aliran Sungai Brantas tepatnya di Dusun Melikan, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Baca Juga: Tiga Matra TNI Punya Seragam PDL dengan Loreng Khas Sendiri-sendiri, Penggunaan Warna Pengaruhi Medan Operasinya

Dia pun tidak menyangka jika jalan hidup membawanya menjadi perwira tinggi TNI sebagai Staf Khusus Kasad.

Lilik kecil tumbuh di tengah keluarga petani, dalam asuhan kakek-neneknya, Parto Soemadji Senen dan Suratemi.

Sang kakek pernah menjadi seorang prajurit di masa penjajahan Belanda, kemudian memilih mundur setelah Indonesia merdeka dan menekuni dunia pertanian serta berbagai usaha.

Baca Juga: Loreng Malvinas Jadi Saksi 40 Tahun Kiprah TNI di Medan Operasi, Berikut Sejarah dan Perbedaan dengan Seragam PDL Baru

“Dari kakek dan nenek, saya belajar arti hidup yang sesungguhnya. Gigih, ulet, disiplin, pantang menyerah, dan tidak mengenal putus asa, adalah prinsip hidup yang diajarkan kepada saya sejak kecil,” kenangnya. Nilai-nilai itulah yang kelak menempa karakternya sebagai seorang perwira.

Pria yang dikenal ramah dan humble ini ketika kecil beraktivitas layaknya seorang anak pada umumnya. Dia bermain dengan teman-temannya dan bersekolah.

Perjalanan pendidikan Lilik dimulai dari SDN 1 Tapan (lulus 1981), lalu melanjutkan di SMPN 2 Tulungagung (1984), dan SMA Taman Madya (Taman Siswa) (1987).

Baca Juga: 11 Purnawirawan TNI Diganjar Pangkat Kehormatan oleh Presiden Prabowo Subianto, Ini Nama-namanya

Beranjak remaja, ternyata jiwa kepemimpinannya sudah sangat menonjol. Di SMA, dia bukan hanya rajin belajar, tapi juga dipercaya menjadi ketua OSIS.

Selepas SMA, Lilik mengikuti tes Akabri dan APDN. Keduanya lulus di tingkat daerah, tetapi pilihannya bulat, dan dia lebih memilih melangkah ke Akademi Militer Magelang.

Pada Juli 1987, dia lolos seleksi pusat. Setelah kurang lebih empat bulan ditempa di pendidikan Candradimuka, dengan kegigihan dan intelektualnya, dia akhirnya resmi menjadi taruna Akmil hingga lulus pada 1990 dengan pangkat Letnan Dua.

"Gemblengan ketika masa pendidikan tidak pernah saya lupakan sampai kapan pun. Manis-pahit itu yang mendasari saya bisa menjadi seperti sekarang," ceritanya dengan penuh semangat.

Baca Juga: Gantikan Loreng Malvinas, Seragam PDL TNI Baru Siap Dipakai Serentak Saat HUT ke-80, Tingkatkan Efektivitas Penyamaran di Medan Operasi

Kelulusannya juga menjadi tanda bahwa Lilik, si anak Dusun Melikan, telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang perwira TNI.

Dia mengawali karier militernya di Kodam VI Mulawarman, Balikpapan, sebagai komandan pleton di Batalyon Infanteri Linud 612/Modang.

Dari sana, dia terus berpindah-pindah tugas, antara lain di Kalimantan Barat, Madiun, Malang, Pasuruan, Lampung, Jambi, Sulawesi, hingga Jakarta.

Baca Juga: Geger! Tiga Jenderal TNI Bidik Ferry Irwandi Terkait Dugaan Pidana, Ini Reaksi Tegas CEO Malaka Project Ini

Lilik beberapa kali ditunjuk untuk memimpin pasukan dalam berbagai operasi penting, antara lain di Timor-Timur (tiga kali), Papua, Ambon, hingga Aceh.

“Tugas yang berpindah-pindah justru membuat saya banyak belajar. Setiap tempat memberi pengalaman, keluarga baru, dan budaya yang berbeda,” ujarnya.

Tak hanya di dalam negeri, Lilik juga mendapat pengalaman penting di tingkat internasional, termasuk ke Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Portugal, dan India.

Baca Juga: Pernah Rekomendasikan Pemberhentian Prabowo dari Dinas Kemiliteran pada 1998, Inilah Rekam Jejak Djamari Chaniago di TNI

Berbekal segudang pengalamannya, pada 2023, dia berhasil menyandang pangkat Mayor Jenderal TNI. Dia tidak pernah melupakan tanah kelahirannya.

“Kampung halaman adalah tanah kelahiran, tempat berkumpul bersama keluarga dan teman-teman. Ada ikatan, kenangan, kerinduan, dan tempat untuk pulang,” katanya.

Nilai yang ia bawa dari Tulungagung sederhana namun dalam. Filosofi hidup "tanpa sambat” yang didapat sejak kecil dari kakek-neneknya terus ia genggam dalam setiap perjalanan.

Bagi Lilik, HUT Ke-80 TNI tahun 2025 mengangkat tema “TNI Prima-TNI Rakyat-Indonesia Maju” adalah momen penting untuk kita semua mengenang jasa prajurit terdahulu. Namun, dia juga menekankan bahwa TNI harus adaptif menghadapi zaman.

“TNI ke depan harus makin profesional, berintegritas, inovatif, dan mampu berkolaborasi dengan lembaga lain serta masyarakat,” tegasnya.

Menutup kisahnya, Lilik menitipkan pesan untuk generasi muda, khususnya kepada anak-anak Tulungagung.

Baca Juga: Purnawirawan TNI Asal Sidoarjo Palsukan Surat Keterangan Desa untuk Urus Cerai, Maisaroh: Saya Merasa Dizolimi

“Jadilah kebanggaan untuk diri sendiri, keluarga, kampung halaman, dan daerah. Tetaplah berkarya sebaik-baiknya di bidang masing-masing,” ujarnya membara.

Dia berharap Tulungagung kelak mampu melahirkan kader-kader penerus bangsa, sebagaimana dirinya yang pernah berangkat dari tepi Sungai Brantas, membuktikan bahwa anak desa pun bisa meraih bintang. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#HUT TNI ke 80 #tulungagung #mayjen lilik sudaryani #tni