Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kebangkitan dari Angka “33”: Kisah Inspiratif Owner 33 Coffee & Go Tulungagung

Mega Mustika Sari • Kamis, 25 Desember 2025 | 06:08 WIB
Photo
Photo

RADAR TULUNGAGUNG – Di kota Tulungagung, ada sebuah kafe yang namanya sederhana namun penuh makna: 33 Coffee & Go.

Banyak orang mengenalnya sebagai tempat nongkrong yang selalu hidup, estetik, dan hampir tak pernah sepi.

Tetapi di balik kesuksesan itu, ada perjalanan penuh keraguan, keyakinan, dan kerja keras dari sosok di baliknya, Radhitia.

Ketika pertama kali berdiri, beberapa orang sempat meragukan konsep kafe ini.

Lokasinya dianggap kurang strategis dan nama “33” dinilai aneh, bahkan dianggap angka yang kurang beruntung.

Namun, Radhitia justru berani melangkah dengan keyakinannya sendiri.

“Nama ini bukan sekadar angka. 33 itu simbol dzikir, pengingat supaya saya selalu ingat tujuan dan tetap melibatkan Tuhan dalam setiap proses,” ujar Radhitia saat ditemui Radar Tulungagung.

Ia ingin usahanya tidak hanya menjadi tempat jual beli kopi, tetapi lahir dari niat baik dan membawa keberkahan bagi siapa pun yang datang.

Bahkan berbeda dengan banyak kafe lainnya, 33 Coffee & Go justru memperbolehkan pengunjung membawa makanan atau minuman dari luar.

Bagi Radhitia, langkah ini adalah bentuk dukungan nyata bagi UMKM di sekitar kafe agar ikut bergerak dan merasakan manfaatnya.

Perjalanan awal tentu tidak mudah. Di tengah banyaknya komentar miring dari luar, Radhitia memilih tetap fokus membangun pondasi usahanya.

Dari konsep, desain, hingga detail pelayanan, semuanya ia rancang dengan keseriusan penuh.

“Waktu awal buka, banyak yang bilang nanti bakal sepi. Tapi saya percaya, kalau niatnya baik dan dikerjakan sungguh-sungguh, pasti ada jalannya,” katanya mengenang masa itu.

Keyakinan itu perlahan terbayar. Seiring waktu, 33 Coffee & Go tumbuh menjadi salah satu kafe yang paling ramai dikunjungi di Tulungagung.

Suasananya yang nyaman dan estetik membuat tempat ini cepat mendapat tempat di hati anak muda.

Tempat yang dulunya diragukan, kini justru menjadi titik berkumpul favorit setiap hari.

Menurut Radhitia, keberhasilan ini tidak datang karena desain tempat yang menarik semata.

Ada filosofi pelayanan yang sejak awal ia pegang teguh: melayani dengan sepenuh hati.

Yang membuat kisah ini semakin inspiratif adalah bagaimana Radhitia menggabungkan spiritualitas dan bisnis dengan sangat natural.

Baginya, angka 33 bukan jimat atau simbol keberuntungan instan, tetapi pengingat untuk tetap rendah hati, tetap bekerja keras, dan tetap menjaga niat baik dalam setiap langkah.

Itulah yang kemudian menguatkannya ketika harus menghadapi rintangan dan keraguan.

Sebab dalam setiap tantangan, ia selalu kembali pada filosofi utama bahwa usaha yang baik lahir dari hati yang baik pula.

Kisah 33 Coffee & Go menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak harus datang dari modal besar atau lokasi premium.

Adakalanya, justru keberanian untuk percaya pada ide sendiri meskipun diragukan banyak orang yang menjadi awal dari segalanya.

“Saya hanya berusaha konsisten. Sisanya, biar Tuhan yang menuntun. Angka 33 itu pengingat buat saya, bahwa apa pun harus dimulai dengan niat yang bersih,” tutup Radhitia.

Kini, angka “33” yang dulu dianggap tak beruntung telah berubah menjadi simbol kebangkitan.

Bukan hanya bagi usahanya, tetapi juga bagi siapa pun yang belajar bahwa keyakinan, kerja keras, dan niat baik adalah fondasi terkuat dalam membangun mimpi.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Sosok #umkm #33 #kafe