RADAR TULUNGAGUNG - Di tangan orang kreatif, galon bekas bisa memiliki nilai tambah. Seperti yang dilakukan Mimi Hani, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung yang menyulapnya menjadi pot karakter.
Berawal dari tumpukan galon bekas di rumah yang tak lagi terpakai, Mimi Hani justru menemukan peluang baru.
Ibu rumah tangga ini kini dikenal sebagai pembuat pot karakter unik berbahan dasar galon air mineral bekas, yang disulap menjadi berbagai bentuk karakter hewan dan bunga lucu.
Baca Juga: Sikap Tegas Menkeu Purbaya Soal Pakaian Bekas Impor Bongkar Dua Sorotan Utama dan Ancaman Hukumnya
Awalnya, wanita 50 tahun ini hanya ingin memanfaatkan galon-galon bekas agar tidak menumpuk menjadi sampah.
Ia mencoba membuat pot bunga sederhana untuk dipakai sendiri di rumah. Namun tanpa disangka, karya tersebut menarik perhatian orang-orang yang melintas di depan rumahnya.
“Awalnya cuma buat untuk pot tanaman pribadi, terus kok ada orang lewat nanya, akhirnya banyak yang pesan,” cerita Mimi Hani.
Sejak saat itu, Mimi Hani mulai serius mengembangkan kreasi pot karakter. Beragam bentuk ia hasilkan, mulai dari angsa, sapi, jerapah, rubah, kelinci, hingga karakter populer seperti Pikachu dan lainnya.
Semuanya dibuat secara manual, termasuk proses menggambar yang masih dilakukan dengan tangan terampilnya.
Usaha kreatif ini baru berjalan sekitar empat bulan. Dalam sehari, Mimi mampu memproduksi sekitar lima hingga 10 pot, tergantung tingkat kesulitan bentuk dan jumlah pesanan.
Untuk pot bunga sederhana, ia mematok harga Rp 20 ribu, sementara pot karakter dibanderol Rp 30 ribu per buah. "Jika fokus, sehari bisa bikin 10 bahkan lebih, tapi kalau ada kegiatan lain paling lima," katanya.
Proses pembuatan tidak selalu mudah. Mimi mengaku sempat mengalami kesulitan saat mempelajari cara memvisualkan bentuk-bentuk hewan dari galon bekas. Kendala juga kerap muncul pada ketersediaan bahan baku galon.
Untuk membentuk galon, Mimi menggunakan pisau yang dipanaskan agar lebih mudah dipotong dan dibentuk.
"Setelah itu, pot dicat sesuai karakter atau permintaan pelanggan. Warna dan detail disesuaikan dengan pesanan" ungkapnya.
Kini, Mimi tak hanya membuat pot karakter, tetapi juga menerima pesanan bentuk khusus, termasuk motif bunga dan buah-buahan. Kreativitasnya terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat.
Lebih dari sekadar mencari penghasilan tambahan, Mimi berharap karyanya bisa menginspirasi banyak orang untuk memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai jual.
“Harapannya banyak peminat, sekaligus bisa mengurangi limbah sampah jadi barang yang ada nilainya. Selain itu jika banyak pesanan bisa menambah lapangan kerja bagi warga sekitar,” tandasnya.
Dari galon bekas yang semula tak berguna, Mimi Hani membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi lingkungan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana