Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Abidah, Mahasiswi UIN SATU Tulungagung Juara MTQ 2024 yang Konsisten Ajarkan Tilawah sejak Remaja

Dharaka R. Perdana • Minggu, 15 Februari 2026 | 08:30 WIB
Abidah piawai melantunkan ayat suci Alquran dengan metode tilawah dan mengantarnya meraih beragam prestasi.
Abidah piawai melantunkan ayat suci Alquran dengan metode tilawah dan mengantarnya meraih beragam prestasi.

RADAR TULUNGAGUNG - Rumah itu tak pernah benar-benar sepi selepas Magrib.

Di sebuah sudut Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Tulungagung, suara anak-anak melafalkan huruf demi huruf Alquran terdengar lirih namun tekun.

Di hadapan mereka, duduk seorang mahasiswi muda yang sabar membetulkan panjang pendek bacaan, mengulang makhraj yang kurang tepat, dan sesekali tersenyum ketika satu ayat berhasil dilafalkan dengan benar.

Dialah Jauharotul ‘Abidatil Kholishoh atau akrab disapa Abidah. Bagi dia, tilawah bukan perkara siapa yang paling merdu.

“Tilawah itu bukan soal indah dulu. Yang bikin indah justru ketepatan bacanya,” ujarnya pelan namun tegas.

Prinsip itu bukan sekadar kalimat, melainkan pegangan yang ia rawat sejak kecil hingga kini.

Lahir 15 Februari 2005 dan tumbuh di Mojosari, Abidah sudah akrab dengan Alquran sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Kecintaannya tumbuh alami, diwarisi dari sang ibu yang memiliki darah seni.

Dari rumah sederhana itulah, perjalanan tilawahnya bermula dan terus berlanjut hingga ia kini menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Setiap malam, usai Magrib, satu per satu anak datang ke rumahnya untuk belajar privat. Tidak ada panggung megah, tidak ada pengeras suara besar.

Hanya tikar, mushaf, dan suara yang dilatih perlahan. Abidah membimbing mereka membaca pelan, membenarkan makhraj, menata tajwid.

Selain mengajar di rumah, ia juga kerap mendatangi sekolah-sekolah, masuk ke ruang-ruang kelas, membagikan ilmu tilawah kepada para siswa.

Baginya, mengajar bukan sekadar berbagi kemampuan, tetapi juga menjaga amanah bacaan.

“Tajwid itu dasar. Jangan sampai nadanya bagus, tapi tajwidnya salah,” tegasnya.

Prinsip ketepatan bacaan itulah yang mengiringi langkah prestasinya. Tahun 2021, ia meraih Juara Harapan 1 Murattal Remaja tingkat Provinsi Jawa Timur.

Di lingkungan kampus, ia mencatatkan diri sebagai Juara 1 MTQ PKKMB 2023 dan Juara 3 MTQ PKKMB 2024.

Puncaknya datang pada 2024. Ia dinobatkan sebagai Juara 1 MTQ Kabupaten Tulungagung.

Di tahun yang sama, ia juga meraih Juara 1 lomba cover salawat tingkat komisariat IPNU-IPPNU kampus. Namun bagi Abidah, prestasi bukan tujuan akhir.

Ada satu hal yang selalu ia tekankan kepada siapa pun yang ingin belajar tilawah: niat.

“Kalau cuma ingin, tapi tidak mau belajar, ya susah. Harus niat dari hati,” katanya.

Menurutnya, dari niat yang lurus akan tumbuh kesabaran. Dari kesabaran lahir kemauan untuk dikoreksi. Dan dari proses itulah kualitas bacaan terbentuk.

Salah satu pengalaman yang paling menguji keyakinannya terjadi saat ia dipercaya mengikuti ajang di Madura, pada cabang yang berbeda dari kebiasaannya.

Rasa ragu sempat muncul. Cabang itu dikenal berat dan menuntut teknik berbeda.

“Tapi saya pegang dasar bacaan yang selama ini dijaga,” kenangnya.

Keraguan itu perlahan berubah menjadi keyakinan. Hasilnya, ia justru menjadi salah satu wakil Tulungagung yang berhasil membawa pulang capaian membanggakan.

Kini, di usianya yang masih muda, Abidah tak ingin berhenti pada gelar juara. Ia ingin terus belajar, mengajar, dan menjaga prinsip.

Ia berharap semakin banyak orang memahami bahwa tilawah bukan sekadar seni suara, melainkan ibadah yang menuntut ketepatan makhorijul huruf. (*/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#tilawah #mtq #mahasiswi #prestasi