RADAR TULUNGAGUNG - Setiap celah kehidupan di masyarakat pasti menyimpan peluang meraup cuan.
Hal ini yang disadari Hamidah Ayu Risanti saat merintis bisnis dekorasi mahar dan seserahan. Berikut kisahnya.
Di tengah tren pernikahan modern yang serba estetik dan mewah, Hamidah Ayu Risanti justru membangun mimpinya dari sebuah rumah di dalam gang sempit Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.
Tanpa ruko mentereng di tepi jalan protokol, perempuan 25 tahun itu mengendalikan bisnis dekorasi mahar dan seserahan yang kini menjangkau pasar digital nasional.
Insting bisnisnya tumbuh dari pengamatan sederhana. Yakni, pernikahan adalah kebutuhan yang tak pernah berhenti.
“Setiap bulan pasti ada yang lamaran atau menikah. Itu peluang yang menjanjikan,” ujarnya.
Berbekal keyakinan itu, ia memilih memulai usaha dari rumah dengan memaksimalkan pemasaran online.
Modal terbesarnya bukan pada bangunan fisik, melainkan peralatan foto seperti lighting, kamera, dan background. Baginya, di era digital, visual adalah etalase utama.
Perjalanan itu tak selalu mulus. Di awal merintis, Hamidah pernah melewati fase sepi pesanan meski rutin mengunggah konten di Facebook, Instagram, TikTok hingga WhatsApp.
Lokasi rumah di dalam gang juga sempat menjadi tantangan. Titik balik datang saat ia membuka toko di marketplace. Respons pasar melonjak hingga ia sempat menyandang predikat Star Seller.
Sejak itu, kepercayaan pelanggan terus tumbuh.
Alih-alih memaksakan gaya tertentu, Hamidah memilih menjadi pendengar bagi konsumennya. Ia siap merealisasikan berbagai referensi desain, bahkan menyempurnakan detail agar lebih rapi.
Video proses produksi yang ia unggah menjadi bukti bahwa produknya benar-benar handmade, bukan sekadar reseller.
Momen paling membahagiakan baginya adalah ketika pelanggan melakukan repeat order.
“Itu bentuk kepercayaan tertinggi. Meski pernah pula merasakan sedih saat pesanan mahar batal karena rencana pernikahan pelanggan kandas," tuturnya.
Kini, hasil kerja kerasnya mulai berbuah. Profit usaha telah ia konversikan menjadi aset properti dan dana darurat.
Meski sudah memiliki tim desain, Hamidah tetap turun langsung mengawal produksi demi menjaga kualitas.
Bagi generasi muda, ia berpesan sederhana: berani memulai, sabar berproses, dan terus belajar.
Dari gang kecil di Kedungwaru, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari ruang yang sederhana. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri