Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Suryono Hadi Pranoto, Alumnus MTs Al Huda Bandung yang Bangun Showroom Mobil Besar di Tulungagung

Gunawan Awan • Senin, 9 Maret 2026 | 11:23 WIB

Photo
Photo

RADAR TULUNGAGUNG - Tak banyak yang tahu, di balik gemerlap ratusan mobil berjajar rapi di showroom K-Cunk Motor, tersimpan kisah jatuh bangun seorang putra daerah bernama Suryono Hadi Pranoto.

Pria yang akrab disapa Kacung itu kini dikenal sebagai owner showroom mobil terbesar di Tulungagung. Namun, jalan menuju titik itu tidaklah mudah.

Lahir dan besar di Desa Nglampir, Kecamatan Bandung, Tulungagung, 41 tahun silam, Kacung memulai usaha jual beli mobil bekas dari nol.

Modal terbatas, relasi minim, bahkan pernah berada di titik terendah dengan lilitan utang puluhan juta rupiah.

“Waktu itu benar-benar berat. Saya sampai memutuskan berangkat ke Taiwan jadi TKI untuk melunasi utang sekaligus cari modal usaha,” kenangnya.

Keputusan merantau itu menjadi titik balik hidupnya. Sepulang dari luar negeri, dia kembali menekuni bisnis mobil bekas dengan tekad lebih kuat.

Perlahan namun pasti, usahanya berkembang. Dari hanya beberapa unit, kini ribuan mobil pernah keluar masuk showroom-nya. Ratusan karyawan turut menggantungkan hidup di usahanya.

Di balik kesuksesan itu, Kacunk tak pernah melupakan almamaternya. Dia merupakan alumnus MTs Al Huda Bandung (1997–2000) yang berada di bawah naungan Yayasan Darunnajah, kemudian melanjutkan ke MA Diponegoro dalam yayasan yang sama.

Menurutnya, pendidikan di MTs Al Huda memberi fondasi kuat, bukan hanya agama, melainkan juga ilmu umum.

“Al Huda itu 100 persen agama dan 100 persen umum. Jadi lulusannya punya bekal lengkap untuk menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Dia menilai keseimbangan pendidikan agama dan umum sangat penting di era modern dan digital saat ini.

Baginya, kesuksesan bukan hanya soal jabatan atau materi, melainkan juga karakter dan akhlak.

“Jadi dokter, TNI, dosen, guru, atau pengusaha itu penting. Tapi yang lebih penting tetap paham dan menjalankan ajaran Islam dengan baik,” pesannya.

Kisah Kacung menjadi bukti keterbatasan bukan akhir segalanya. Dari lilitan utang hingga merantau ke negeri orang, dia pulang membawa harapan dan menjadikannya nyata di tanah kelahirannya sendiri. (gun/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#alumnus #mts al huda bandung #kcunk motor #showroom