Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Awalnya Hanya Iseng Bikin Buket Skripsi, Kini Usaha Florist Warga Boyolangu Tulungagung Kebanjiran Pesanan

Rahiiq Al Bachri • Senin, 16 Maret 2026 | 10:38 WIB
Tri Atarini memanfaatkan celah peluang bisnis buket bunga yang masih cukup prospektif.
Tri Atarini memanfaatkan celah peluang bisnis buket bunga yang masih cukup prospektif.

RADAR TULUNGAGUNG - Hal sederhana ada kalanya jadi jalan pembuka sebuah usaha. Seperti yang dialami Tri Atarini yang saat ini meraup cuan lebih dari lumayan dari usaha pembuatan buket bunga. Padahal, dia awalnya hanya membuat untuk temannya yang sidang skripsi.

Berawal dari kebiasaan sederhana memberi kado kepada teman yang menjalani sidang skripsi, kini menjadi pintu rezeki bagi Tri Atarini.

Warga Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, itu berhasil mengembangkan usaha buket bunga yang kini dikenal di berbagai kalangan masyarakat Tulungagung.

Baca Juga: PMI Tulungagung Buka Posko Donor Darah Ramadan di GOR Lembu Peteng, Stok Golongan B Menipis dan Jadi Prioritas

Kepada Koran ini, Tri -sapaan akrabnya- mengaku usaha tersebut dirintis sejak 2018 saat dirinya masih menjadi mahasiswa semester akhir. Saat itu, dia mencoba membuat buket bunga untuk teman-temannya yang sedang menjalani sidang skripsi.

"Awalnya hanya membuat buket bunga untuk teman yang sedang sidang skripsi. Ternyata banyak mendapat respons positif," katanya.

Seiring waktu, pesanan mulai berdatangan tidak hanya dari teman dekat, tetapi juga dari orang lain yang mengetahui karyanya. Dari situlah, Tri mulai melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan secara lebih serius.

Baca Juga: Diduga Kurang Kuasai Kendaraan, Pengendara Motor di Boyolangu Tulungagung Tewas dalam Kecelakaan Tunggal

Kini, produk yang ditawarkan Tri tidak hanya buket bunga segar (fresh flower), tetapi juga bunga artifisial serta buket custom yang berisi berbagai barang seperti baju hingga sandal.

Meski usaha florist di Tulungagung kini semakin menjamur, Tri memilih tetap fokus pada kualitas produknya. Dia menyadari persaingan harga sering menjadi tantangan tersendiri di bisnis ini.

“Tantangan terbesar memang banyak florist baru yang menjual dengan harga di bawah pasaran. Tapi kami tetap menjaga kualitas buket dengan harga yang sesuai,” ujar Tri.

Baca Juga: Belum 3 Bulan Terima SK, 18 PPPK Paruh Waktu di Pemkab Tulungagung Mengundurkan Diri, Ini Rinciannya

Baginya, menjaga kesegaran bunga menjadi salah satu kunci utama agar pelanggan tetap percaya. Setiap buket dirangkai dengan teliti agar tampil menarik sekaligus tahan hingga sampai ke tangan pembeli.

Perjalanan usaha tersebut juga sempat menghadapi tantangan. Pada musim wisuda tahun 2025, penjualan sempat menurun karena adanya kebijakan larangan acara wisuda di sejumlah sekolah. Namun, kondisi itu tidak membuatnya berhenti berinovasi.

Memasuki Ramadan, Tri mengalihkan fokus pada pembuatan parsel. Strategi tersebut justru membawa peningkatan penjualan yang cukup signifikan.

Baca Juga: PNM Peduli Salurkan 3.000 Paket Sembako kepada Duafa di Tulungagung sebagai Bentuk Keberkahan Ramadan

Untuk mendapatkan bahan terbaik, Tri memanfaatkan kemudahan belanja daring. Berbagai bahan rangkaian bunga ia pesan dari sejumlah daerah agar kualitas produk tetap terjaga.

"Saya harus memanfaatkan pemasaran digital agar produk semakin dikenal," imbuhnya.

Harga buket yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari sekitar Rp 50 ribu untuk kalangan pelajar hingga produk dengan nilai lebih tinggi bagi pelanggan kelas menengah ke atas.

Baca Juga: Jelang Arus Mudik Lebaran, Perbaikan Jalan di Tulungagung Dikebut: Ruas Gragalan–Podorejo hingga MT Haryono Ditargetkan Mulus

Pada momen tertentu seperti musim kelulusan atau hari raya, omzet penjualannya bahkan mampu mencapai puluhan juta rupiah.

Ke depan, Tri berencana membuka toko fisik agar pelanggan dapat melihat langsung berbagai pilihan buket yang tersedia. Dia juga berharap kisah usahanya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Tulungagung yang ingin memulai bisnis dari hal-hal sederhana.

“Teruslah berkarya dan berinovasi. Jangan takut gagal, karena setiap karya adalah langkah menuju perubahan yang lebih besar,” pungkasnya. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#florist #buket skripsi #usaha buket #buket bunga