Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Inspirasi Kartini Modern: Radhitia Damayanti Bagikan Tips Berani Tampil di Media Sosial, Kunci Sukses Konten dari Konsistensi dan Percaya Diri

Mega Mustika Sari • Selasa, 21 April 2026 | 10:02 WIB
RADHITIA DAMAYANTI: Generasi muda, perempuan-perempuan yang masih malu-malu.. aku pengin bilang, mulai aja dulu.
RADHITIA DAMAYANTI: Generasi muda, perempuan-perempuan yang masih malu-malu.. aku pengin bilang, mulai aja dulu.

RADAR TULUNGAGUNG - Dalam dunia digital yang serbacepat, keberanian untuk tampil sering kali jadi tantangan tersendiri terutama bagi perempuan muda yang masih diliputi rasa ragu.

Namun, dari ruang sederhana itulah, Radhitia Damayanti membangun caranya sendiri untuk hadir dan dikenal.

Sebagai owner kafe yang aktif di media sosial, dia menjadikan konten bukan sekadar promosi, melainkan juga ruang untuk berekspresi dan terkoneksi.

Bagi Radhitia, dunia digital adalah ruang ekspresi yang terbuka untuk siapa saja, terutama generasi muda dan perempuan yang masih sering diliputi rasa ragu.

“Untuk siapa? Ya semua. Generasi muda, perempuan-perempuan yang masih malu-malu.. aku pengin bilang, mulai aja dulu,” ujarnya santai.

Baca Juga: Semangat Hari Kartini: Kisah drg Ade Yuly Harizca, Dokter Gigi yang Bangkitkan Kepercayaan Diri Perempuan lewat Senyum Berani

Baginya, keberanian untuk memulai jauh lebih penting daripada menunggu sempurna.

Dia menyadari banyak orang berhenti di tengah jalan karena merasa kontennya sepi, viewer sedikit, interaksi minim.

Namun justru di situlah mental diuji.

“Masalahnya orang-orang itu kebanyakan ngelihat angka dulu. Padahal nggak usah dilihat terus. Upload aja, lanjut bikin lagi,” katanya.

Dia menekankan pentingnya tidak terlalu terpaku pada hasil instan, tetapi fokus pada proses dan konsistensi.

Menurutnya, kunci dari branding di media sosial bukan hanya soal konsep besar atau niche yang rumit, melainkan keberanian untuk terus hadir.

Baca Juga: Semangat Hari Kartini, Dr Triswati: Perempuan Berpendidikan Kunci Kemandirian dan Kesetaraan

Bahkan hal-hal sederhana bisa jadi konten.

“Apa aja itu sebenarnya bisa jadi konten. Shoot spontan kejadian atau kehidupan sehari-hari, yang penting konsisten. Kadang orang follow itu karena ngerasa relate sama kita,” jelasnya.

Dari situlah, koneksi dengan audiens terbangun secara alami.

Radhitia juga percaya bahwa rezeki di dunia digital tidak bisa ditebak.

Karena itu, dia mengajak siapa pun untuk tidak pesimistis dan tidak menunda.

Baca Juga: Dian Kurnia Sari, Perempuan Muda Tulungagung yang Perjuangkan Kesetaraan Gender lewat Forum Perempuan Filsafat

Rasa tidak percaya diri, menurutnya, adalah hal yang wajar, tetapi bukan alasan untuk berhenti melangkah.

“Kita nggak pernah tahu rezeki kita ada di konten yang mana,” ucapnya.

Di momen Kartini ini, semangat “senyum berani perempuan” menemukan bentuk barunya: berani tampil, berani mencoba, dan berani konsisten.

Melalui langkah kecil seperti menekan tombol upload, Radhitia menunjukkan bahwa menjadi Kartini modern bukan soal kesempurnaan, melainkan tentang keberanian untuk memulai dan terus berjalan.  (meg/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kreator konten #perempuan #media sosial #hari kartini