Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Kartini 2026: Kisah Sri Lailatin, Kepala Desa Tunggangri Tulungagung yang Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Gotong Royong Masyarakat

Rinto Wahyu Hidayat • Selasa, 21 April 2026 | 10:12 WIB
SRI LAILATIN: Perempuan dan laki-laki sejajar. Karena itu, perempuan jangan hanya berada di belakang. Kita harus bersamasama maju untuk membangun desa.
SRI LAILATIN: Perempuan dan laki-laki sejajar. Karena itu, perempuan jangan hanya berada di belakang. Kita harus bersamasama maju untuk membangun desa.

RADAR TULUNGAGUNG - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April selalu menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tentang kesetaraan dan kemajuan perempuan.

Di tingkat desa, semangat itu tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga tecermin dalam kepemimpinan perempuan yang mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

Sosok tersebut terlihat pada Kepala Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Sri Lailatin.

Di tengah berbagai dinamika pembangunan desa, dia menunjukkan bahwa perempuan juga mampu memimpin dengan pendekatan humanis, mengedepankan kebersamaan, serta mendorong partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Inspirasi Kartini Modern: Radhitia Damayanti Bagikan Tips Berani Tampil di Media Sosial, Kunci Sukses Konten dari Konsistensi dan Percaya Diri

Bagi Sri Lailatin, Hari Kartini bukan sekadar peringatan historis, melainkan pengingat bahwa perempuan masa kini harus berani mengambil peran lebih luas dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

“Di era sekarang, perempuan tidak boleh ketinggalan zaman seperti dahulu. Ibu-ibu harus berani berada di depan, ikut mengambil peran dalam berbagai kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Memimpin desa sebagai perempuan, menurut Sri Lailatin, bukan tanpa tantangan. Berbagai persoalan sosial dan pembangunan tetap menjadi bagian dari dinamika pemerintahan desa.

Namun, dia meyakini bahwa kepemimpinan perempuan memiliki kekuatan tersendiri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

Pendekatan yang mengedepankan komunikasi terbuka serta kebersamaan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kita harus selalu berbaur dengan masyarakat. Tidak ingin ada jarak antara pemimpin dan warga. Dengan begitu, masyarakat merasa nyaman menyampaikan aspirasi dan persoalan yang ada,” katanya.

Baca Juga: Semangat Hari Kartini: Kisah drg Ade Yuly Harizca, Dokter Gigi yang Bangkitkan Kepercayaan Diri Perempuan lewat Senyum Berani

Sri Lailatin juga menegaskan bahwa kemajuan desa tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah desa semata, tetapi harus melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Semangat gotong royong, menurutnya, tetap menjadi fondasi utama pembangunan desa.

“Yang paling penting adalah kebersamaan masyarakat. Dengan gotong royong, berbagai persoalan bisa diselesaikan bersama dan pembangunan desa bisa berjalan lebih baik,” jelasnya.

Selain memperkuat kebersamaan masyarakat, Pemdes Tunggangri juga aktif mendorong pemberdayaan perempuan.

Berbagai pelatihan keterampilan digelar secara bertahap, mulai dari pelatihan merias, memasak, hingga pembuatan kue.

Program tersebut melibatkan ibu rumah tangga, remaja putri, hingga perempuan muda di desa sebagai upaya meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Baca Juga: Semangat Hari Kartini, Dr Triswati: Perempuan Berpendidikan Kunci Kemandirian dan Kesetaraan

Menurut Sri Lailatin, antusiasme perempuan desa dalam mengikuti berbagai kegiatan tersebut cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran perempuan untuk berkembang dan berkontribusi semakin meningkat.

“Setiap ada kegiatan, banyak perempuan yang ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan semangat perempuan desa untuk berkembang semakin kuat,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam berkontribusi bagi pembangunan desa.

Oleh karena itu, semangat emansipasi yang diwariskan Kartini harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan nyata. 

“Perempuan dan laki-laki sejajar. Karena itu, perempuan jangan hanya berada di belakang. Kita harus bersama-sama maju untuk membangun desa,” tegasnya. (rin/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#kepala desa #peran perempuan #perempuan #hari kartini