JAKARTA - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hewan ikonik seperti kanguru banyak ditemukan di Australia dan Papua, namun tidak di pulau-pulau lain di Indonesia? Fenomena geografis ini sering kali membuat banyak orang penasaran. Mengapa pula tapir hanya eksis di wilayah Sumatera dan Semenanjung Malaya, padahal keduanya dipisahkan oleh Selat Malaka yang luas? Rahasia di balik distribusi makhluk hidup ini ternyata tersimpan dalam sejarah geologis bumi yang panjang dan kompleks.
Sejarah mencatat bahwa pada zaman es, permukaan laut berada pada posisi sangat rendah. Kondisi ini membuat benua Australia dan Papua menyatu dalam satu daratan yang disebut Paparan Sahul. Hal serupa terjadi pada Sumatera dan Semenanjung Malaya yang tergabung dalam Paparan Sunda. Ketika zaman es berakhir, kenaikan permukaan laut dan aktivitas tektonik memisahkan daratan-daratan tersebut. Inilah alasan mengapa hewan dan tumbuhan di Papua memiliki kemiripan dengan Australia, begitu pula Sumatera dengan wilayah Semenanjung Malaya.
Zona Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia
Dinamika geologis masa lampau menciptakan pembagian zona sebaran flora dan fauna di Indonesia yang unik. Secara ilmiah, ahli biogeografi membagi fauna Indonesia ke dalam tiga wilayah utama. Pertama, wilayah Asiatis yang meliputi Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan, rumah bagi gajah, harimau Sumatera, dan badak. Kedua, wilayah Peralihan yang mencakup Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku, tempat hidup satwa endemik seperti komodo, burung maleo, serta kuskus. Terakhir, wilayah Australis yang meliputi Papua dengan ciri khas kangguru, walabi, dan burung cendrawasih.
Tak hanya fauna, flora di Nusantara pun terbagi ke dalam empat zona utama. Wilayah Sumatera dan Kalimantan didominasi tanaman seperti meranti dan raflesia. Wilayah Jawa dan Bali memiliki kekayaan edelweis dan bunga kantil. Sementara itu, wilayah Kepulauan Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku) dicirikan oleh pohon cendana dan kenari. Terakhir, tanah Papua yang menjadi habitat alami eukaliptus, matoa, dan rododendron.
Persebaran Flora dan Fauna di Dunia
Tidak hanya di Indonesia, sebaran flora dan fauna di dunia juga diklasifikasikan ke dalam zona-zona spesifik berdasarkan iklim dan letak geografis. Fauna dunia terbagi menjadi delapan wilayah, mulai dari Ethiopian (Afrika), Paleartik (Eropa dan Asia Timur), hingga Antartik yang menjadi habitat pinguin dan anjing laut. Begitu pula dengan flora yang terbagi menjadi enam zona utama, mulai dari hutan hujan tropis yang lebat di Asia Tenggara hingga tundra yang dingin di lingkaran kutub utara.
Baca Juga: Harga Alfa One Motor Listrik Cuma Rp34,9 Juta, Spek 4.000 Watt dan Top Speed 90 Km/Jam Bikin Kaget
Memahami pola persebaran ini bukan sekadar tugas akademis di sekolah. Pengetahuan ini memiliki manfaat praktis, seperti membantu kita memilih tanaman yang sesuai dengan iklim daerah tempat tinggal. Lebih dari itu, pemahaman mendalam mengenai ekosistem global memicu kepedulian kita terhadap isu-isu lingkungan seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim.
Dengan menyadari betapa kayanya sumber daya alam yang kita miliki, timbul tanggung jawab kolektif untuk melindungi habitat asli flora dan fauna dari kepunahan. Menjaga keseimbangan ekosistem adalah investasi berharga agar keberagaman hayati bumi tetap lestari untuk generasi mendatang. Langkah kecil untuk memahami alam hari ini adalah kontribusi besar bagi keberlangsungan planet kita di masa depan.
Editor : Natasha Eka Safrina