JAKARTA – Kehidupan manusia di bumi memiliki ketergantungan yang mutlak terhadap kondisi alam. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga stabilitas ekonomi, semuanya berakar dari kesehatan ekosistem daratan dan laut. Tumbuhan sendiri menyediakan sekitar 80 persen bahan makanan pokok manusia, sementara hutan yang menutupi 30 persen permukaan bumi menjadi benteng pertahanan terakhir melawan perubahan iklim sekaligus rumah bagi jutaan spesies.
Indonesia, dengan posisinya yang dilalui garis khatulistiwa dan iklim tropis yang hangat, secara internasional dikenal sebagai negara megabiodiversitas. Hutan-hutan lebat di Indonesia bukan sekadar pemandangan alam, melainkan pusat variasi genetik yang melimpah bagi tumbuhan, hewan, hingga mikroorganisme. Kekayaan ini merupakan aset jangka panjang yang memerlukan perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan demi kesejahteraan bangsa.
Tujuan Global Pembangunan Berkelanjutan
Upaya perlindungan ekosistem ini sejalan dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030. Fokus utamanya adalah melindungi, merestorasi, serta meningkatkan pemanfaatan ekosistem daratan secara bijak. Hal ini mencakup pengelolaan hutan yang lestari, penghentian degradasi lahan, hingga pencegahan hilangnya keanekaragaman hayati yang kian terancam oleh aktivitas manusia.
Dalam konteks nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam pengkajian dan pemanfaatan kekayaan hayati Nusantara. BRIN tidak hanya didukung oleh barisan periset unggul, tetapi juga memiliki infrastruktur yang mumpuni untuk mendukung riset biodiversitas.
Fasilitas Riset dan Eksplorasi Nusantara
BRIN menyediakan beragam fasilitas laboratorium canggih, mulai dari laboratorium analitik, laboratorium biosafety, hingga laboratorium pengembangan produksi yang tersebar di berbagai daerah. Tak hanya laboratorium dalam ruangan, BRIN juga mengelola berbagai laboratorium alam, termasuk mengelola lima Kebun Raya nasional serta membina lebih dari 40 Kebun Raya daerah dan perguruan tinggi yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia.
Upaya eksplorasi pun terus digalakkan melalui program ekspedisi ke seluruh penjuru nusantara. Para periset melakukan pengumpulan data serta koleksi spesimen untuk dianalisis lebih dalam. Bahkan, untuk mengungkap potensi maritim, BRIN menyediakan program pendanaan riset kelautan dan samudra yang didukung oleh fasilitas kapal riset modern.
Riset untuk Kesejahteraan Rakyat
Pemanfaatan keanekaragaman hayati bukan berarti eksploitasi tanpa batas. Melalui program pendanaan riset multidisiplin, BRIN berupaya mengungkap potensi keanekaragaman hayati dan non-hayati agar pemanfaatannya dapat berkelanjutan. Mengingat hampir semua kebutuhan pokok manusia berasal dari makhluk hidup, maka perlindungan dan pelestarian melalui riset unggulan menjadi sangat vital.
Dukungan riset ini diharapkan dapat menciptakan inovasi yang bermanfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga stabilitas lingkungan untuk generasi mendatang. Dengan memadukan riset canggih dan komitmen konservasi, Indonesia optimistis dapat terus mengelola kekayaan hayatinya sebagai modal utama pembangunan bangsa yang lestari dan mandiri.
Editor : Natasha Eka Safrina