RADAR TULUNGAGUNG - Dunia musik bukan hal baru bagi Indah Yuninda Widyawati. Meskipun sudah akrab sejak kecil, beragam tantangan justru menempanya. Bahkan, dia bisa merilis lagu ciptaan sendiri.
Di tengah riuh anggapan bahwa musisi daerah sulit menembus panggung nasional, langkah Indah Yuninda Widyawati justru melaju tanpa ragu.
Dari Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, perempuan 29 tahun itu membuktikan bahwa mimpi tak mengenal batas geografis.
Sejak kecil, Indah akrab dengan dunia seni. Saat anak-anak lain masih sibuk bermain, dia sudah berlatih vokal, menari, hingga belajar piano.
Dukungan keluarga menjadi bahan bakar yang membuat kecintaannya pada musik terus tumbuh.
“Dari kecil memang suka nyanyi. Orang tua juga mendukung banget,” ujarnya kepada Radar Tulungagung, Selasa (28/4).
Memasuki usia remaja, panggung demi panggung mulai dia jajaki. Saat duduk di bangku SMP, Indah sudah tampil bersama band lokal.
Dari sana, honornya sebagai penyanyi mulai mengalir. Namanya perlahan dikenal di kalangan musisi Tulungagung.
Namun, jalan menuju mimpi tak selalu mulus. Keinginannya melanjutkan pendidikan seni sempat tertahan karena pertimbangan keluarga.
Meski begitu, dia memilih bertahan dan terus mengasah kemampuan di kota kelahirannya.
Kesempatan besar datang saat dia mengikuti ajang pencarian bakat nasional di Surabaya. Berdesakan dengan ratusan peserta lain, Indah berhasil lolos menjadi salah satu wakil Jawa Timur.
“Panas-panasan, antre lama, tapi dari situ saya belajar banyak,” kenangnya.
Pengalaman itu membuka jalan menuju panggung ibu kota. Salah satu momen yang paling membekas baginya ketika membawakan lagu-lagu ambyar di Jakarta.
Musik yang dianggap biasa di daerah justru mendapat sambutan meriah. Penonton bernyanyi bersama hingga memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi.
Kini, Indah mulai merilis karya sendiri. Setelah single pop, dia bersiap meluncurkan lagu berbahasa Jawa berjudul Tutuk bernuansa ambyar.
Bagi dia, musisi daerah tak seharusnya dipandang sebelah mata. Dia berharap para seniman lokal mendapat dukungan dan penghargaan yang layak.
“Kalau ada musisi Tulungagung sukses, harus didukung bersama. Jangan malah dijatuhkan,” tandasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri