Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Niken Anjarsari dari Tulungagung Menjaga Marwah Tari Tradisional lewat Sentuhan Modern tanpa Meninggalkan Pakem

Rahiiq Al Bachri • Senin, 4 Mei 2026 | 11:41 WIB
Di tengah derasnya arus modernisasi, Niken Anjarsari, tetap konsisten melestarikan seni tari tradisional.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Niken Anjarsari, tetap konsisten melestarikan seni tari tradisional.

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menggerus minat generasi muda terhadap seni tradisi, Niken Anjarsari memilih berdiri di garis depan.

Cewek asal Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, itu menjadikan tari sebagai jalan hidup untuk merawat warisan budaya sekaligus menjembatani selera zaman.

Bagi Niken, tari adalah bahasa batin. Bukan hanya soal rangkaian gerakan yang indah di atas panggung, melainkan medium untuk menyampaikan rasa yang tak selalu mampu diucapkan dengan kata-kata.

Dari keyakinan itulah, dia mantap menekuni profesi sebagai pelatih tari, memastikan ilmu yang dimilikinya tidak berhenti pada dirinya sendiri. 

Baca Juga: Tetap Menari di Tengah Kuliah Padat, Mahasiswi Tulungagung Ini Bangga Lestarikan Tari Tradisional

“Buat aku, tari bukan cuma gerakan, tapi cara mengekspresikan perasaan. Selain itu, aku juga ingin ilmu yang aku punya tidak berhenti di aku saja, tapi bisa dibagikan ke orang lain,” tuturnya dengan nada mantap.

Keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Di era digital yang serbacepat, perhatian generasi muda kerap teralihkan oleh budaya populer global.

Namun, Niken tak memilih untuk melawan arus secara frontal. Dia justru merangkul perubahan dengan pendekatan yang adaptif dengan memadukan kekuatan tradisi dengan sentuhan modernitas.

Dalam setiap karyanya, Niken menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan akar. Gerakan klasik tetap menjadi fondasi utama, namun diperkaya dengan aransemen musik yang lebih dinamis serta kostum yang lebih segar dan kontekstual.

Baca Juga: Cerita Indah Yuninda Widyawati, Dari Latihan Sejak Kecil hingga Sukses Rilis Lagu dan Tampil di Jakarta

Strategi ini terbukti ampuh membuat tari tradisional terasa lebih dekat dengan generasi muda. 

“Caranya dengan menyatukan gerakan tradisional dengan selera anak muda, memadukan unsur klasik dengan sentuhan modern. Jadi esensi tradisionalnya tetap ada, tapi dikemas lebih fresh,” jelasnya.

Pendekatan tersebut tidak hanya menarik minat, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi anak-anak muda untuk mengenal lebih dalam makna di balik setiap gerakan.

Bagi Niken, keberhasilan tidak diukur dari seberapa banyak muridnya tampil di panggung, tetapi seberapa jauh mereka memahami filosofi tari itu sendiri.

Meski demikian, perjalanan sebagai pelatih tari tidak selalu mulus. Tantangan terbesar justru datang dari sisi non-teknis.

Baca Juga: Berawal dari Hobi, Dini Hasna Salsabila Sukses Kembangkan Usaha Nail Art di Tengah Kesibukan Kuliah dan Magang

Dia kerap berhadapan dengan murid yang kehilangan kepercayaan diri saat merasa kesulitan mengikuti koreografi. Dalam situasi seperti itu, Niken dituntut menjadi lebih dari sekadar pengajar.

Dia harus menjadi pendengar, motivator, sekaligus pembangun mental. Pendekatan yang digunakan pun tidak bisa seragam. Setiap murid memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda sehingga membutuhkan sentuhan personal.

“Tantangan paling berat itu ketika ada murid yang mulai kehilangan percaya diri. Di situ, aku harus ekstra sabar dan mencari cara mengajar yang berbeda. Kadang bukan soal kemampuan, tapi soal mentalnya,” ungkapnya.

Kesabaran tersebut berbuah manis. Momen ketika melihat murid yang awalnya ragu dan canggung, kemudian mampu tampil percaya diri di atas panggung, menjadi kepuasan tersendiri yang tak tergantikan. Di situlah, Niken merasa perjuangannya tidak sia-sia.

Lebih dari sekadar mencetak penari, dia ingin melahirkan generasi yang memiliki kesadaran budaya. Baginya, tari tradisional bukan hanya warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga di tengah perubahan zaman. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pelatih tari #modern #tari tradisional #penari