Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berawal dari Konten FYP, Fiona Asal Tulungagung Sukses Raup Pasar Nasional hingga Singapura lewat Selempang Wisuda

Rahiiq Al Bachri • Jumat, 8 Mei 2026 | 10:27 WIB
Fiona memanfaatkan relasinya untuk memproduksi selempang wisuda yang dicari banyak orang.
Fiona memanfaatkan relasinya untuk memproduksi selempang wisuda yang dicari banyak orang.

RADAR TULUNGAGUNG - Sumber cuan bisa didapat dari lingkungan sekitar. Fiona Nur Shela pun membuktikan dengan membuat selempang wisuda. Nyatanya, produk karyanya cukup diminati masyarakat.

Jarak dan batasan geografis bukan lagi penghalang bagi produk UMKM Tulungagung untuk berbicara di kancah internasional.

Adalah Fiona Nur Shela, cewek asal Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang berhasil membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.

Melalui brand selempang wisudanya, Fiona sukses mengirimkan karya-karyanya hingga ke Singapura dan berbagai pelosok Nusantara.

Baca Juga: Perajin Marmer Tulungagung Berinovasi di Tengah Kenaikan Harga, Sisa Batu Disulap Jadi Produk Seni

Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Berawal dari tahun 2024, Fiona memanfaatkan kekuatan ekosistem digital untuk memasarkan produknya.

Strategi konten yang mampu menembus algoritma for your page (FYP) di media sosial menjadi motor penggerak utama.

"Media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar. Sejak memulai usaha, jangkauan pasar meningkat signifikan. Produk kami bahkan sudah menjangkau Singapura, Lampung, Palembang, hingga Kalimantan," ungkap Fiona.

Namun, di balik kecanggihan strategi digitalnya, ada idealisme kualitas yang ia pegang teguh. Kekhasan produk Fiona terletak pada keberaniannya melawan arus "perang harga" di marketplace.

Di saat banyak produsen besar mematok harga murah dengan kualitas seadanya, Fiona justru memilih jalur eksklusivitas dengan material beludru dan satin premium serta sentuhan bordir komputer yang presisi.

Baca Juga: Menyusuri Pantai Popoh Tulungagung yang Kian Sepi, Warga dan Pedagang Rindukan Ramainya Wisata

"Persaingan itu wajar, tapi saya percaya produk berkualitas punya nilai tersendiri. Banyak customer yang sebelumnya tertipu harga murah di marketplace akhirnya beralih ke kami karena ingin tampil percaya diri dan stand outdi momen wisuda mereka," tegasnya.

Satu hal yang membuat brand asal Campurdarat ini unik adalah kemampuannya membaca tren personalisasi generasi Z.

Fiona tidak hanya menjual selempang dengan nama dan gelar, tetapi juga mengakomodasi permintaan desain custom yang ekspresif.

Mulai dari penyematan karakter anime seperti One Piece dan Naruto, hingga ikon khusus jurusan seperti simbol timbangan hukum yang melambangkan keadilan.

Menariknya, meskipun jangkauan digitalnya luas, Fiona tetap mengandalkan kekuatan pemasaran organik.

Baca Juga: Perjuangan Atlet Muda Panahan Tulungagung Adhymas Yudhistira Lawan Gangguan Kecemasan, Bangkit Raih Medali di Piala Gubernur Jatim

Banyak pelanggan baru yang datang bukan karena iklan berbayar, melainkan karena melihat langsung kerapian produk yang dipakai oleh teman mereka. Efek domino dari mulut ke mulut inilah yang kemudian memperkuat kepercayaan pasar terhadap brand-nya.

Menatap satu hingga dua tahun ke depan, Fiona memiliki ambisi besar untuk menjadikan usahanya sebagai salah satu top local brand di Tulungagung.

Dia ingin membuktikan bahwa anak muda dari desa pun bisa membangun citra produk yang mampu bersaing dengan brand besar nasional maupun internasional.

"Harapan saya adalah terus mengembangkan kualitas dan pelayanan agar tetap relevan mengikuti perkembangan tren pasar yang berubah cepat," pungkasnya.(*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#selempang wisuda #marketplace #pasar global #fyp