Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Mahasmara Lituhayu Setyobudi, Atlet Taekwondo 13 Tahun Asal Tulungagung Tembus Kejurnas 2026 di Samarinda

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 20 Mei 2026 | 11:18 WIB
Mahasmara Lituhayu Setyobudi saat berlaga dalam sebuah kompetisi taekwondo beberapa waktu lalu.
Mahasmara Lituhayu Setyobudi saat berlaga dalam sebuah kompetisi taekwondo beberapa waktu lalu.

RADAR TULUNGAGUNG - Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, langkah kaki Mahasmara Lituhayu Setyobudi sudah menapaki berbagai arena pertandingan taekwondo.

Remaja asal Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, itu perlahan membuktikan bahwa ketekunan mampu membuka jalan menuju prestasi.

Tulungagung tak pernah kekurangan anak-anak yang berprestasi, salah satunya datang dari seorang remaja yang berprestasi di bidang bela diri.

Mahasmara sukses tampil di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo 2026 kategori Kadet Under 47 kilogram yang digelar di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kesempatan mewakili Jawa Timur menjadi pengalaman yang paling membanggakan baginya sejauh ini.

Baca Juga: Cerita Ali Muhsen Mahdiy Bangun Kedai Kopi di Tulungagung, Yakin Bertahan dengan Konsep Pengalaman Personal

“Rasanya bangga sekali karena diberi kesempatan membawa nama Jawa Timur,” ujarnya.

Perjalanan Mahasmara di dunia taekwondo dimulai sejak duduk di bangku SD kelas 1 semester 2, tepatnya saat berusia 7 tahun.

Awalnya, dia hanya ingin belajar bela diri untuk melindungi diri sendiri. Namun seiring waktu, latihan yang dijalani justru berubah menjadi hobi yang sulit dilepaskan.

Dukungan keluarga menjadi salah satu alasan Mahasmara mampu bertahan hingga sekarang.

Selain orang tua, keluarga besar klub Taekwondo South Sky serta para sabeumnim turut memberi semangat selama proses latihan maupun pertandingan.

Meski aktif di dunia olahraga, Mahasmara mengakui perjalanan akademiknya tidak selalu mudah. Jadwal latihan dan pertandingan kerap membuatnya tertinggal pelajaran sekolah.

Baca Juga: Raffi Zamzam Buktikan Kegagalan Bukan Akhir, Kini Sukses Bangun Startup dan Bisnis EO di Tulungagung

Namun, dia berusaha tetap mengejar ketertinggalan tersebut sambil memaksimalkan kemampuan di bidang nonakademik. 

“Tantangan terbesar sejauh ini memang membagi waktu dan mengejar pelajaran sekolah,” katanya.

Persiapan menuju Kejurnas Samarinda pun tidak ringan. Mahasmara harus menjalani pemusatan latihan daerah bersama tim Taekwondo Indonesia Jawa Timur di fasilitas lapangan Jatim Seger KONI Jawa Timur.

Dalam sehari, dia menjalani latihan hingga tiga kali demi meningkatkan fisik dan teknik bertanding.

Di balik ketatnya latihan, ada satu momen yang paling membuatnya gugup, yakni saat menunggu giliran naik gelanggang. Namun, suasana pertandingan yang seru justru menjadi pengalaman yang selalu dirindukan.

Baca Juga: Perjuangan Ella Turunkan Berat Badan dari 78 Kg hingga Jadi Personal Trainer di Tulungagung

Mahasmara mengidolakan atlet taekwondo dunia CJ Nickolas dan Lee Dae-hoon. Dari keduanya, dia belajar tentang disiplin, fokus latihan, dan keberanian untuk terus bermimpi lebih tinggi.

Pada 2026 ini, Mahasmara masih memburu sejumlah target lain, mulai KSTRIA Nusantara Series, Popda, hingga Kejurprov Best of The Best.

Lebih jauh lagi, dia berharap suatu saat mendapat kesempatan tampil di level internasional hingga olimpiade. 

“Fokus latihan, disiplin dalam segala hal, evaluasi diri, dan jangan pernah takut gagal maupun bermimpi,” pesannya.(*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#taekwondo tulungagung #pelajar #bela diri