RADAR TULUNGAGUNG - Usaha tidak mengkhianati hasil. Hal tersebut dibuktikan Berlian Anggun Sevtia Dini dan Ar Rahmanda Frida Putra.
Mereka mampu mengharumkan nama Tulungagung dengan menyabet medali di Kejurprov Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Keringat yang menetes di setiap sesi latihan, rasa lelah yang sering kali harus ditahan, hingga pengorbanan waktu di usia muda akhirnya terbayar manis bagi dua atlet Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tulungagung - Pusat Madiun.
Di arena Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 Piala Bergilir BHS Cup, dua pesilat muda Tulungagung berhasil menunjukkan kualitas terbaiknya.
Mereka bukan hanya membawa pulang medali, melainkan juga membawa kebanggaan bagi daerah yang selama ini menjadi tempat mereka tumbuh dan berlatih.
Dialah Berlian Anggun Sevtia Dini. Pesilat kelahiran Tulungagung, 7 September 2007, itu tampil gemilang hingga berhasil merebut medali emas sekaligus menyandang gelar Juara 1 Kelas E Putri Dewasa (65-70 kilogram).
Bagi Berlian, pencapaian tersebut bukan hasil yang datang secara instan. Perjalanan menuju podium juara telah ia tempuh sejak lama.
Warga PSHT yang disahkan pada 2021 itu sebelumnya juga pernah meraih Juara 3 Kelas E Putri Dewasa pada Porprov Jawa Timur 2025 dan Juara 3 Kelas G Putri Remaja pada Popnas Jakarta 2025.
Prestasi demi prestasi yang diraih menjadi bukti bahwa kegagalan dan kemenangan adalah bagian dari proses panjang seorang atlet.
Dari posisi ketiga di berbagai kejuaraan, Berlian terus memperbaiki kemampuan hingga akhirnya mampu berdiri di podium tertinggi tingkat provinsi.
Di sisi lain, semangat pantang menyerah juga ditunjukkan Ar Rahmanda Frida Putra. Atlet kelahiran Tulungagung, 12 Oktober 2006, itu sukses meraih medali perak setelah menjadi Juara 2 Kelas D Dewasa (60-65 kilogram).
Sebagai warga PSHT yang juga disahkan pada 2021, Rahmanda menunjukkan perkembangan yang konsisten.
Di tengah ketatnya persaingan pesilat dari berbagai daerah di Jawa Timur, dia mampu menembus partai puncak dan membuktikan bahwa atlet Tulungagung layak diperhitungkan di level provinsi.
Ketua IPSI Tulungagung Cipto Nurdiantoyo menilai capaian kedua atlet tersebut merupakan buah dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten.
Sekaligus menunjukkan bahwa atlet-atlet Tulungagung mampu bersaing dengan pesilat dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Hasil yang diraih menjadi kebanggaan bersama dan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan," ujarnya.
Pria yang juga menjabat Ketua PSHT Cabang Tulungagung-Pusat Madiun ini melanjutkan, di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses pembinaan yang berlangsung bertahun-tahun.
Latihan rutin, disiplin menjaga kondisi fisik, hingga mental bertanding menjadi bagian yang tidak terlihat oleh publik, namun sangat menentukan hasil di arena pertandingan.
"Latihan rutin, baik menempa fisik dan mental, merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar," tegasnya.
Pria ramah ini tak menampik keberhasilan Berlian dan Ar Rahmanda bukan sekadar tentang medali. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pencak silat di Tulungagung berjalan ke arah yang positif.
Dia berharap para atlet muda tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih. Sebaliknya, keberhasilan ini harus menjadi pemicu untuk terus berlatih dan menatap level kompetisi yang lebih tinggi.
"Kami berharap para atlet tetap disiplin dalam latihan, menjaga sportivitas, dan terus berupaya meraih prestasi yang lebih baik lagi demi membawa nama Tulungagung di tingkat yang lebih tinggi," tandasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri