RADAR TULUNGAGUNG – Aksi teatrikal mahasiswa Tulungagung menjadi salah satu perhatian dalam demonstrasi yang digelar di depan Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/6/2026).
Di tengah dominasi peserta laki-laki, seorang mahasiswi bernama Laily Rodiyatul tampil mencolok dengan menyampaikan kritik melalui pertunjukan visual dan simbol-simbol yang sarat makna.
Bagi Laily, aksi teatrikal mahasiswa Tulungagung bukan sekadar pertunjukan di tengah demonstrasi.
Cara tersebut dipilih karena dinilai lebih mudah dipahami masyarakat sekaligus mampu menyampaikan pesan sosial secara efektif tanpa harus bergantung pada orasi panjang.
Melalui aksi teatrikal mahasiswa Tulungagung, mahasiswi asal Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, itu ingin menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki ruang yang sama untuk terlibat aktif dalam gerakan sosial dan menyuarakan aspirasi publik.
"Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari tim teatrikal. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi cara kami menyampaikan keresahan dan aspirasi kepada masyarakat maupun pemerintah," ujarnya.
Menurut Laily, teatrikal memiliki kekuatan tersendiri dalam menyampaikan kritik sosial.
Jika orasi mengandalkan kata-kata, maka teatrikal memanfaatkan simbol, gerakan, dan visual yang dapat menggambarkan persoalan yang ingin disampaikan kepada publik.
Karena itu, persiapan penampilan tidak dilakukan secara instan.
Bersama rekan-rekannya, Laily harus melalui sejumlah diskusi untuk menentukan konsep, pesan, hingga simbol yang akan ditampilkan di hadapan peserta aksi dan masyarakat yang melintas.
"Kami menyiapkan konsep bersama-sama. Setiap simbol yang ditampilkan memiliki makna tertentu. Tujuannya agar masyarakat bisa menangkap pesan yang ingin kami sampaikan tanpa harus mendengar orasi secara langsung," katanya.
Menurut dia, keterlibatan perempuan dalam aksi sosial menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap persoalan publik tidak dibatasi oleh gender.
Semua pihak memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat dan mengawal kebijakan yang dinilai berdampak pada masyarakat.
Baca Juga: Kecewa Audiensi Batal, Mahasiswa UIN SATU Tulungagung Segel Ruang Aspirasi DPRD
Melalui penampilan teatrikal tersebut, Laily berharap masyarakat semakin peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Dia juga mengajak masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap isu-isu publik yang berkembang.
"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah masyarakat harus sama-sama melek terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi. Teatrikal ini menjadi bentuk ekspresi kekecewaan sekaligus ajakan agar masyarakat tidak apatis terhadap kondisi yang ada," tuturnya.
Selain menjadi sarana menyampaikan kritik, aksi teatrikal itu juga diharapkan dapat menarik perhatian para pengambil kebijakan.
Laily berharap pemerintah lebih terbuka terhadap aspirasi masyarakat serta mempertimbangkan dampak setiap kebijakan yang diambil.
"Kami ingin suara masyarakat didengar. Harapannya pemerintah lebih terbuka, lebih transparan, dan lebih mempertimbangkan dampak dari setiap kebijakan yang dibuat," pungkasnya.(bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri