TULUNGAGUNG – Kreator konten asal Desa Besole, Kecamatan Besuki, Egi Prayoga, berhasil mencuri perhatian warganet setelah salah satu video di akun TikTok miliknya menembus lebih dari 6 juta tayangan.
Pencapaian itu diraih hanya dengan bermodal telepon genggam, kuota internet, serta konten yang mengangkat keseharian masyarakat Tulungagung.
Keberhasilan kreator konten Tulungagung Egi Prayoga tembus 6 juta views di TikTok tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi seseorang untuk menembus jutaan penonton di media sosial.
Dari sudut Desa Besole, ia membuktikan bahwa ide sederhana dari kehidupan sehari-hari bisa menjangkau audiens nasional.
Tanpa kamera profesional, tanpa studio, dan tanpa tim produksi, Egi membangun kanal kontennya dari aktivitas sehari-hari yang ia rekam menggunakan ponsel pribadi.
Dari situ, ia perlahan menemukan pola yang membuat karyanya dilirik banyak pengguna media sosial.
Berawal dari HP Sederhana di Desa Besole
Egi mengawali perjalanan sebagai kreator konten tanpa target besar. Ia hanya merekam aktivitas harian di sekitar tempat tinggalnya di Desa Besole. Namun, perubahan mulai terjadi ketika ia mulai mempelajari cara kerja media sosial dan algoritma TikTok.
Pria kelahiran 29 Oktober 1996 itu mulai serius menekuni dunia konten digital sejak pertengahan 2024. Memasuki akhir tahun, ia semakin disiplin mengunggah konten secara rutin dan mengembangkan gaya penyajian yang lebih terarah.
“Saya akhirnya terjun secara penuh sebagai kreator konten,” ujarnya.
Meski begitu, ia tetap mempertahankan konsep sederhana: merekam kehidupan sehari-hari tanpa rekayasa berlebihan.
Konten Keseharian Tulungagung Jadi Daya Tarik
Kekuatan utama konten Egi terletak pada penggambaran keseharian warga Tulungagung. Logat khas daerah, suasana warung kopi, pasar tradisional, hingga interaksi sederhana masyarakat menjadi materi utama yang ia angkat dalam video.
Dari konten tersebut, salah satu unggahan Egi berhasil menembus lebih dari 6 juta tayangan di TikTok dan dilihat pengguna dari berbagai daerah di Indonesia. Ciri khas lokal justru menjadi daya tarik utama yang membuat kontennya viral.
“Saya cuma bocah Besole, Mas. Tidak punya tim, tidak punya modal. Cuma HP dan ide konten keseharian orang Tulungagung saja,” ujarnya.
Menurutnya, hal yang dianggap biasa oleh masyarakat lokal justru menjadi hiburan baru bagi penonton dari luar daerah.
Dari Ratusan Views hingga Jutaan Penonton
Perjalanan menuju angka jutaan penonton tidak terjadi secara instan. Pada awalnya, video Egi hanya memperoleh sekitar 200 hingga 500 penonton per unggahan. Kondisi itu sempat membuatnya mempertanyakan keberlanjutan aktivitasnya sebagai kreator.
Ia mengaku pernah berada di titik jenuh karena konsistensi mengunggah video tidak langsung membuahkan hasil besar.
“Tidak sekali dua kali saya kepikiran berhenti. Mengunggah video setiap hari, tapi yang nonton sedikit,” ungkapnya.
Namun alih-alih berhenti, ia memilih belajar memperbaiki gaya penyampaian, ritme konten, dan memahami apa yang disukai audiens. Konsistensi itu akhirnya membuahkan hasil ketika satu video tiba-tiba viral dan menembus 6 juta views.
Saat itu, notifikasi di ponselnya terus bermunculan hingga ia menyadari video tersebut telah viral secara nasional.
“Pas saya cek sudah 6 juta views dan puluhan ribu suka. Tangan saya sampai gemeteran,” kenangnya.
Dampak dan Harapan ke Depan
Popularitas tersebut membawa perubahan dalam kehidupan Egi. Ia kini mendapat dukungan dari keluarga, tetangga, hingga masyarakat yang mulai mengenal karyanya. Bahkan, sejumlah pelaku usaha lokal mulai mengajaknya bekerja sama untuk promosi produk melalui media sosial.
Egi menegaskan bahwa keberhasilan konten tidak ditentukan oleh mahalnya peralatan, melainkan keberanian menjadi diri sendiri. Ia tetap mempertahankan logat Tulungagung dalam setiap video sebagai identitas utama.
“Orang sekarang sudah bosan lihat konten yang dibuat-buat. Jadi diri sendiri saja,” katanya.
Ke depan, Egi menargetkan akun media sosialnya bisa memperoleh tanda verifikasi. Ia juga ingin membangun komunitas kreator di Tulungagung agar semakin banyak anak muda yang berkarya dan mempromosikan potensi daerah serta UMKM lokal melalui media digital.
Keberhasilannya menjadi bukti bahwa kreator konten Tulungagung Egi Prayoga tembus 6 juta views di TikTok bukan karena fasilitas mewah, melainkan konsistensi dan keberanian mengangkat kearifan lokal.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri