TULUNGAGUNG - Usia muda bukan menjadi halangan untuk menjalankan usaha.
Begitu pula yang dijalani Moch Iqbal Muzakki yang harus meneruskan bisnis keluarga sembari menyelesaikan pendidikan tinggi.
Tidak sedikit anak muda yang masih mencari arah setelah memasuki bangku kuliah. Namun, hal berbeda dijalani Moch Iqbal Muzakki.
Di usia 20 tahun, dia telah memikul tanggung jawab mengelola usaha keluarga sembari tetap menuntaskan pendidikannya.
Pemuda yang tinggal Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, itu mengaku tidak pernah membayangkan akan terjun langsung ke dunia bisnis secepat ini.
Dunia usaha yang selama ini dibangun keluarganya justru menjadi bagian dari kehidupannya karena sebuah keadaan yang tak terduga.
"Awalnya saya hanya membantu dan melihat dari luar. Saya belum benar-benar mengelola usaha. Tetapi sejak bapak harus beristirahat total karena mengalami kecelakaan saat latihan motocross pada Agustus 2025, saya mulai belajar meng-handle usaha ini," ujarnya.
Baca Juga: Belajar Budi Daya Ikan di Pondok Pesantren, Muhammad Faizul Kini Kembangkan Usaha Gurame
Peristiwa tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Di saat teman-teman seusianya masih fokus menikmati kehidupan kampus, Zaki mulai belajar mengambil keputusan, melayani pelanggan, mengatur jadwal pemasangan perlengkapan acara, hingga memimpin pekerjaan di lapangan.
Meski demikian, seluruh proses tetap berada dalam pendampingan orang tuanya.
"Alhamdulillah sampai sekarang saya masih dibimbing orang tua. Dari situ, saya banyak belajar dan mendapat pengalaman baru, terutama bagaimana menjaga kepercayaan pelanggan," katanya.
Menurut cowok kelahiran Tulungagung, 18 Juli 2005 ini, pengalaman di lapangan memberikan pelajaran yang tidak ia peroleh di ruang kelas.
Dia belajar bahwa membangun usaha bukan hanya soal mencari keuntungan, melainkan juga menjaga komitmen, ketepatan waktu, dan kualitas pelayanan.
Di sela kesibukan sebagai mahasiswa, Zaki juga dikenal memiliki kecintaan terhadap kesenian jaranan.
Hobi yang telah lama digelutinya itu ternyata membawa pengaruh positif terhadap perjalanan usahanya.
Melalui komunitas seni, dia mengenal banyak pelaku kesenian dan penyelenggara acara yang kemudian menjadi relasi profesional.
"Yang paling berkesan bagi saya justru ketika hobi kesenian jaranan bisa berjalan beriringan dengan usaha. Banyak teman-teman dari komunitas jaranan yang akhirnya menggunakan perlengkapan dari tempat kami. Dari situ, saya merasa hobi juga bisa menjadi jalan memperluas relasi," tuturnya.
Pengalaman lain yang tidak kalah membekas adalah ketika dirinya harus menangani pekerjaan pemasangan perlengkapan untuk sebuah acara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Pekerjaan itu datang secara mendadak dengan waktu persiapan yang sangat singkat.
"Saat itu saya sempat merasa tegang karena job masuknya mendadak. Tetapi alhamdulillah semuanya bisa kami selesaikan dengan baik dan acara berjalan lancar. Pengalaman itu membuat saya semakin percaya diri," kenangnya.
Baca Juga: Bermodal HP, Kreator Asal Tulungagung Ini Tembus 6 Juta Views lewat Konten Keseharian
Meski telah dipercaya ikut mengelola usaha keluarga, Zaki merasa dirinya masih dalam tahap belajar.
Dia menyadari bahwa dunia usaha terus berkembang sehingga pelaku usaha harus mampu mengikuti perubahan zaman.
Menurutnya, salah satu cara mempertahankan kepercayaan pelanggan adalah terus melakukan pembaruan terhadap perlengkapan dan pelayanan.
"Kami selalu mengikuti perkembangan tren dan terus meng-upgrade perlengkapan. Harapannya, konsumen memiliki banyak pilihan dan tetap puas dengan pelayanan yang kami berikan," jelasnya.
Di tengah kesibukan mengurus usaha dan kuliah, Zaki tetap memegang prinsip untuk terus belajar.
Baginya, menjadi generasi penerus bukan sekadar melanjutkan apa yang sudah ada, melainkan juga membawa usaha keluarga agar terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
"Visi saya ke depan sederhana, tetap semangat belajar dan terus mengembangkan usaha ini supaya bisa semakin maju. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk pelanggan dan menjaga kepercayaan yang sudah dibangun keluarga," tandasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri