Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Intan Dwi Asiani, Mahasiswi UIN SATU Tulungagung yang Sukses Merintis Usaha Make Up Artist dari Media Sosial

Rahiiq Al Bachri • Senin, 13 Juli 2026 | 09:55 WIB
Di sela kesibukannya, Intan Dwi Asiani memilih untuk merintis usaha make-up artist (MUA).
Di sela kesibukannya, Intan Dwi Asiani memilih untuk merintis usaha make-up artist (MUA).

 

TULUNGAGUNG - Menjadi mahasiswa tak melulu berurusan dengan hal akademik. Tak terkecuali bagi Intan Dwi Asiani. Di sela kesibukannya, dia memilih untuk merintis usaha make-up artist (MUA).

Di balik wajah-wajah yang tampil percaya diri setelah dirias, ada proses panjang yang tak banyak diketahui orang.

Bagi Intan Dwi Asiani, setiap sapuan kuas make-up bukan sekadar mempercantik penampilan, melainkan juga menjadi jalan untuk merintis mimpi di tengah kesibukan sebagai mahasiswa.

Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN SATU angkatan 2024 itu tak langsung dikenal sebagai make-up artist (MUA).

Semua berawal ketika masih menempuh pendidikan di MAN 1 Nganjuk. Selama tiga tahun, dia mengikuti program keterampilan tata rias yang membuka jalan pada dunia kecantikan.

Baca Juga: Hobi Jaranan Antar Moch Iqbal Muzakki Jadi Pengusaha Muda, Perluas Relasi dan Belajar Menjaga Kepercayaan Pelanggan

"Dari kelas X sampai kelas XII, saya ikut keterampilan tata rias. Dari situ, saya mulai belajar make-up dan ternyata semakin lama semakin suka," kenangnya.

Meski telah memiliki bekal kemampuan, Intan sempat ragu untuk menawarkan jasanya.

Dorongan justru datang dari sang ibu yang memintanya mulai mengunggah hasil riasan melalui media sosial. Saran sederhana itu menjadi titik awal perjalanan usahanya.

Awalnya, akun Instagram miliknya hanya berisi beberapa foto hasil riasan. Namun, satu demi satu unggahan menjadi portofolio yang memperkenalkan kemampuannya kepada masyarakat. Dari sanalah perlahan kepercayaan mulai tumbuh.

"Awalnya, ibu bilang coba diposting saja. Siapa tahu ada yang tertarik. Akhirnya saya memberanikan diri mengunggah hasil make-up sambil terus belajar memperbaiki hasilnya," ujarnya.

Baca Juga: Belajar Budi Daya Ikan di Pondok Pesantren, Muhammad Faizul Kini Kembangkan Usaha Gurame

Kesempatan semakin terbuka ketika guru tata riasnya mengajak membantu merias dalam berbagai kegiatan.

Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar sekaligus menambah koleksi portofolio yang membuat namanya mulai dikenal.

Di balik setiap pekerjaan yang diterimanya, Intan membangun usahanya dengan cara sederhana. Peralatan make-up tidak dibeli sekaligus.

Dia mengumpulkannya sedikit demi sedikit, menyesuaikan kemampuan keuangan sebagai mahasiswa.

"Semuanya saya beli pelan-pelan. Mulai tas make-up, kosmetik, sampai ring light. Yang penting usaha ini terus jalan dan saya bisa terus belajar," tuturnya.

Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah. Kuliah dan pekerjaan sering kali harus berjalan bersamaan. Membagi waktu menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi agar keduanya tetap berjalan seimbang.

Baginya, menjadi MUA bukan hanya soal kemampuan merias. Ada kepercayaan pelanggan yang harus dijaga. 

Baca Juga: Perjuangan Gianandini Satya Waskita Raih Medali Perunggu Kejurnas Karate Indonesia Open 2026, Latihan Rutin dan Mental Kuat Jadi Kunci

Karena itu, Intan selalu mengutamakan kerapian dalam setiap detail riasan dan membangun komunikasi dengan klien sebelum mulai bekerja.

"Saya selalu tanya dulu konsep make-up yang diinginkan supaya hasilnya sesuai harapan. Menurut saya, make-up yang rapi itu yang paling penting," katanya.

Setiap kali melihat klien tersenyum puas setelah becermin, rasa lelah seolah terbayar. Momen itulah yang menjadi penyemangatnya untuk terus berkembang di dunia kecantikan.

Ke depan, Intan berharap usahanya semakin dikenal masyarakat Tulungagung.

Dia ingin terus memperkaya kemampuan mengikuti tren make-up yang terus berubahtanpa meninggalkan prinsip memberikan pelayanan terbaik.

Kepada anak muda yang ingin merintis usaha, dia berpesan agar tidak takut memulai dari langkah kecil.

"Dulu saya juga hanya berani posting hasil make-up di media sosial. Yang penting mau mulai, terus belajar, dan jangan berhenti berkembang. Kesempatan itu akan datang kalau kita konsisten," pungkasnya. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
UIN Satu Tulungagung mahasiswa media sosial mua