RADAR TULUNGAGUNG - Ketidaksengajaan adakalanya menjadi jalan untuk meraih sebuah keberhasilan. Hal inilah yang dialami langsung Vania Fradella Mayra Shafa. Baru-baru ini dia mendapat medali emas Kejurprov Catur Jawa Timur 2026.
Di atas papan catur, Vania Fradella Mayra Shafa terlihat tenang. Jemarinya perlahan memindahkan bidak demi bidak, sementara matanya tak lepas mengamati setiap kemungkinan langkah lawan.
Siapa sangka, ketenangan itulah yang mengantarkan pelajar asal Desa Sumberejo Wetan, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, meraih medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur 2026 kategori Yunior Putri B.
Prestasi itu bukan lahir dari keluarga pecatur ataupun latihan instan. Semuanya bermula dari sebuah ajakan sederhana saat Vania masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.
Kala itu, wali kelasnya mengajak para siswa mengenal permainan catur. Bagi Vania kecil, catur hanyalah permainan baru yang menarik untuk dicoba.
Namun, semakin sering bermain, rasa penasarannya justru tumbuh menjadi kecintaan.
"Saya mulai bermain catur saat kelas 3 SD. Awalnya diajak wali kelas untuk belajar catur. Lama-kelamaan saya semakin menikmati permainan ini hingga akhirnya serius menekuninya," tuturnya.
Ajakan sederhana itu mengubah arah perjalanannya. Sepulang sekolah, Vania mulai akrab dengan papan catur.
Dia belajar memahami strategi, membaca pola permainan, sekaligus melatih kesabaran. Dari satu pertandingan ke pertandingan lain, kemampuannya terus berkembang.
Keseriusannya membuat Vania dipercaya mengikuti pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) sebagai persiapan menghadapi Kejurprov Catur Jawa Timur 2026.
Selama hampir enam bulan, sejak Februari hingga Juli, dia menjalani latihan intensif bersama atlet-atlet terbaik Tulungagung.
Namun, latihan itu tak berhenti ketika jadwal resmi selesai. Di luar puslatkab, Vania masih rutin berlatih di SDN Sumberejo Wetan. Bahkan ketika teman-teman seusianya menikmati liburan, dia justru memilih kembali duduk di depan papan catur.
"Saya mengikuti puslatkab sejak Februari sampai Juli. Selain itu, saya juga rutin berlatih di sekolah. Saat libur pun, saya tetap latihan supaya kemampuan terus meningkat," katanya.
Kerja keras itu akhirnya terbayar. Vania sukses mempersembahkan medali emas untuk Tulungagung pada Kejurprov Catur Jatim 2026. Meski begitu, senyum bahagia yang mengembang di wajahnya bukan karena merasa telah menjadi yang terbaik.
Baginya, medali emas hanyalah penanda bahwa perjuangan berikutnya baru dimulai.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa meraih medali emas. Tapi perjalanan saya belum selesai. Saya ingin terus berlatih agar bisa berprestasi sampai tingkat nasional," ujarnya.
Di balik ketenangannya saat bertanding, tersimpan kegelisahan yang jarang terlihat. Bukan rasa takut menghadapi lawan yang paling membebaninya, melainkan kekhawatiran mengecewakan orang-orang yang selama ini mendukung setiap langkahnya.
Dukungan keluarga, guru, pelatih, hingga sekolah menjadi alasan mengapa ia selalu berusaha tampil maksimal di setiap pertandingan.
"Tantangan terbesar saya adalah takut mengecewakan orang-orang yang sudah mendukung. Karena itu, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik," ungkapnya.
Kini, pelajar yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Sumberejo Wetan, itu mulai mengalihkan pandangannya ke target yang lebih tinggi.
Kejuaraan Nasional menjadi impian berikutnya. Dia ingin membuktikan bahwa atlet muda dari Tulungagung juga mampu bersaing di level nasional.
"Target saya selanjutnya menjadi juara Kejurnas agar bisa meraih gelar dan mengharumkan nama Tulungagung," tandasnya. (*/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri