RADAR TULUNGAGUNG - Bagi sebagian orang, media sosial menjadi tempat berburu popularitas. Namun tidak demikian bagi Alinda Ayu Prameswari.
Penyanyi asal Desa/Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, itu justru menjadikan konten-konten sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sebagai jembatan untuk memperkenalkan karya musiknya.
Di sela kesibukannya mengisi panggung hiburan di Tulungagung dan sekitarnya, Alinda rutin membuat konten bertema hubungan, self healing, hingga cerita-cerita ringan yang akrab dengan keseharian anak muda.
Tanpa dibuat-buat, justru konten seperti itulah yang banyak mendapat respons positif dari warganet.
"Awalnya saya dikenal sebagai penyanyi dan sampai sekarang masih aktif manggung. Di sela-sela itu saya iseng membuat konten di media sosial. Kebanyakan berisi tentang hubungan, self healing, kehidupan sehari-hari, sampai hal-hal random yang ternyata banyak orang merasa relate," jelasnya.
Bagi alumnus Universitas Negeri Surabaya ini mengaku, pencapaian terbesarnya bukan ketika salah satu kontennya ramai ditonton.
Ada kepuasan tersendiri saat melihat apa yang ia buat mampu menemani sekaligus mewakili perasaan orang lain yang sulit diungkapkan.
"Titik baliknya bukan saat viral, tetapi ketika saya melihat karya dan konten saya bisa menghibur sekaligus mewakili perasaan banyak orang," katanya.
Cewek yang akrab tampil di berbagai panggung hiburan itu meyakini musik dan media sosial bukan dua dunia yang harus dipilih salah satunya. Keduanya justru saling menguatkan.
Konten membangun kedekatan dengan penonton, sedangkan musik menjadi ruang yang lebih luas untuk menyampaikan cerita.
"Konten membuat orang mengenal kita, tetapi karya musik yang berkualitas adalah alasan mereka untuk terus mengikuti perjalanan kita," tuturnya.
Meski terlihat menyenangkan, menjalani dua peran sekaligus bukan perkara mudah. Alinda harus menjaga kualitas penampilan sebagai penyanyi, sembari terus memutar otak menghadirkan ide-ide segar agar kontennya tetap menarik di tengah perubahan algoritma media sosial yang begitu cepat.
"Tantangan terbesarnya adalah konsisten. Selama kita terus belajar, mau beradaptasi, dan tetap menjadi diri sendiri, pasti akan selalu ada ruang untuk berkembang," ungkapnya.
Saat ini Alinda tengah mempersiapkan single terbaru. Di saat bersamaan, ia tetap mempertahankan ciri khas kontennya yang selama ini banyak disukai pengikutnya.
"Harapan saya, semoga karya dan konten yang saya buat bisa menjadi teman, hiburan, bahkan mewakili perasaan orang-orang yang sulit diungkapkan dengan kata-kata," ujarnya.
Bagi Alinda, bertahan di industri kreatif bukan semata soal memiliki bakat. Konsistensi dan keaslian justru menjadi kunci agar tetap diingat di tengah derasnya arus tren media sosial.
"Jangan takut memulai, jangan takut prosesnya lama, dan jangan kehilangan jati diri hanya karena mengejar tren. Orang akan lebih mudah mengingat seseorang yang autentik daripada yang hanya mengikuti apa yang sedang ramai," pungkasnya. (bac/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri