Radar Tulungagung - Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Lomba Olahraga Baris Berbaris (LOBB) FORBASI Kabupaten Tulungagung telah melahirkan wakil yang akan bertanding di tingkat provinsi. Kontingen PAMILZAR asal Kecamatan Bandung sukses mendominasi kompetisi setelah meraih juara umum, juara I, sekaligus penghargaan danton terbaik. Hasil tersebut memastikan tim dari MI Al Azhaar Bandung menjadi wakil Kabupaten Tulungagung pada Kejuaraan Provinsi FORBASI yang akan digelar di Kota Malang.
Keberhasilan tersebut diraih setelah tim melewati persiapan yang tidak mudah. Sebagian besar anggota kontingen baru saja menyelesaikan kegiatan Latihan Tingkat (LT) III Pramuka. Kondisi itu membuat waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan diri menuju Kejurcab relatif singkat.
Pelatih tim, Anas Fatkhulloh, mengatakan padatnya agenda para peserta menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh anggota untuk memberikan penampilan terbaik.
"Sebagian besar anggota tim baru selesai mengikuti LT III Pramuka. Waktu persiapan memang sangat terbatas, sehingga kami harus memanfaatkan setiap kesempatan latihan secara maksimal," ujarnya.
Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa pekan, tim pelatih menyusun program latihan intensif setiap hari. Latihan dimulai sejak pagi hingga sore hari dengan jadwal yang padat. Seluruh anggota hanya mendapatkan waktu istirahat pada hari Minggu.
Materi latihan tidak hanya berfokus pada teknik gerakan baris-berbaris. Pelatih juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, ketahanan fisik, konsentrasi, hingga kekompakan antaranggota. Menurut Anas, seluruh aspek tersebut menjadi penilaian penting dalam perlombaan.
"Kami membangun kekompakan sejak awal. Baris-berbaris bukan hanya soal gerakan yang seragam, tetapi juga melatih disiplin, konsentrasi, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dalam satu tim," katanya.
Selama masa latihan, evaluasi dilakukan hampir setiap hari. Setiap kesalahan gerakan diperbaiki secara bertahap agar seluruh peserta mampu tampil dengan ritme yang sama saat perlombaan berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan menjadi juara bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui proses latihan yang panjang dan konsisten.
"Kami selalu melakukan evaluasi setiap selesai latihan. Kesalahan sekecil apa pun langsung kami perbaiki sehingga ketika tampil di lapangan anak-anak sudah memahami tugas dan posisinya masing-masing," jelasnya.
Kejuaraan Cabang FORBASI yang berlangsung di Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung diikuti peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Tulungagung. Persaingan berlangsung cukup ketat karena setiap kontingen menampilkan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri.
Meski demikian, kontingen asal Kecamatan Bandung mampu tampil tenang dan percaya diri. Kekompakan gerakan, ketegasan komando, serta kedisiplinan selama penampilan menjadi modal penting hingga akhirnya berhasil mengumpulkan nilai tertinggi.
Annas menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat selama proses pembinaan. Mulai dari peserta, pelatih, guru pendamping, hingga orang tua yang terus memberikan dukungan.
"Prestasi ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Semua memiliki peran masing-masing. Anak-anak berlatih dengan sungguh-sungguh, sementara orang tua dan pihak sekolah terus memberikan dukungan selama proses persiapan," ungkapnya.
Meski berhasil meraih juara umum, tim pelatih tidak ingin cepat berpuas diri. Sebab, tantangan yang akan dihadapi pada Kejuaraan Provinsi dipastikan jauh lebih berat dengan peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Karena itu, program latihan kembali disusun dengan sejumlah penyesuaian. Evaluasi terhadap penampilan saat Kejurcab akan menjadi bahan untuk memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas tim sebelum bertolak ke Kota Malang.
"Kejuaraan provinsi tentu memiliki tingkat persaingan yang lebih tinggi. Karena itu kami akan kembali melakukan evaluasi dan meningkatkan intensitas latihan agar anak-anak lebih siap menghadapi lawan dari berbagai daerah," terangnya.
Ia berharap hasil yang diraih pada Kejurcab dapat menjadi motivasi bagi para anggota tim untuk terus berkembang tanpa kehilangan semangat belajar. Menurutnya, prestasi bukan menjadi akhir dari proses pembinaan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
"Kami berharap anak-anak tetap rendah hati dan terus berlatih. Target kami bukan sekadar mengikuti kejuaraan provinsi, tetapi mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama Kabupaten Tulungagung dengan hasil yang membanggakan," pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung