JAKARTA - Hari baik untuk bercocok tanam masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat yang memegang tradisi primbon pertanian. Melalui hitungan Jawa, penentuan hari tanam dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari nasional dan hari pasaran Jawa, kemudian mencocokkannya dengan bagian tanaman yang akan dipanen, seperti buah, akar, daun, atau batang.
Penjelasan mengenai cara menghitung hari baik untuk bercocok tanam dibagikan melalui channel YouTube Mitra Tani 99. Video tersebut menjawab pertanyaan penonton tentang penggunaan hitungan Jawa sebagai pedoman tradisional dalam menentukan waktu tanam yang sesuai dengan jenis hasil panen tanaman.
Dalam penjelasannya, metode tersebut tidak disampaikan sebagai aturan mutlak, melainkan sebagai warisan leluhur yang dapat dijadikan tambahan wawasan bagi masyarakat yang masih ingin memahami tradisi pertanian Jawa.
Mengenal Dasar Hitungan Hari Baik untuk Bercocok Tanam
Video diawali dengan pembahasan mengenai pertanyaan penonton terkait primbon pertanian. Pembawa acara kemudian menjelaskan bahwa penentuan hari baik untuk bercocok tanam menggunakan dua komponen utama, yakni hari nasional dan hari pasaran Jawa.
Hari nasional meliputi Ahad atau Minggu hingga Sabtu. Sementara itu, hari pasaran Jawa terdiri atas Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing.
Kedua unsur tersebut memiliki nilai masing-masing. Nilai itu kemudian dijumlahkan untuk mengetahui kategori tanaman yang sesuai ditanam pada hari tersebut.
Daftar Nilai Hari Nasional
Dalam penjelasan video, setiap hari nasional memiliki nilai yang berbeda.
Berikut rinciannya:
Ahad (Minggu) = 5
Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jumat = 6
Sabtu = 9
Sabtu menjadi hari dengan nilai tertinggi, yakni 9.
Nilai hari nasional ini nantinya dipadukan dengan nilai hari pasaran Jawa melalui proses penjumlahan.
Nilai Hari Pasaran Jawa
Selain hari nasional, sistem primbon pertanian juga menggunakan nilai dari lima hari pasaran Jawa.
Nilainya sebagai berikut:
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8
Legi = 5
Pahing = 9
Dalam daftar tersebut, Pahing memiliki nilai terbesar, yaitu 9.
Setelah mengetahui kedua nilai tersebut, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan keduanya untuk memperoleh angka akhir.
Empat Kategori Hasil Hitungan Tanaman
Hasil penjumlahan tidak langsung menunjukkan hari baik atau tidak. Angka yang diperoleh harus dicocokkan dengan kategori manfaat tanaman.
Kategori pertama adalah Woh atau buah.
Kategori ini digunakan untuk tanaman yang dipanen buahnya. Angka yang termasuk kategori Woh adalah 4, 8, 12, dan 16.
Video memberikan contoh tanaman yang masuk kelompok ini, yaitu padi, tomat, cabai, serta berbagai tanaman buah.
Kategori kedua adalah Oyot atau akar.
Kategori ini digunakan untuk tanaman yang hasil panennya berupa akar atau umbi.
Angka yang termasuk kategori Oyot adalah 5, 9, 13, dan 17.
Contoh tanaman yang disebutkan meliputi singkong, ubi, dan kentang.
Kategori berikutnya adalah Godong atau daun.
Kategori ini diperuntukkan bagi tanaman yang dimanfaatkan bagian daunnya.
Angka yang termasuk kelompok Godong adalah 7, 11, dan 15.
Beberapa contoh yang dijelaskan dalam video adalah bayam, sawi, dan katuk.
Kategori terakhir ialah Wit, yang berarti pohon atau batang.
Kategori ini digunakan untuk tanaman yang dipanen bagian batang maupun pohonnya.
Nilai yang termasuk kelompok Wit adalah 6, 10, 14, dan 18.
Salah satu contoh yang disebutkan ialah pohon sengon.
Cara Menghitung Hari Baik untuk Bercocok Tanam
Setelah memahami nilai hari dan kategori tanaman, proses perhitungannya dilakukan dengan langkah sederhana.
Pertama, tentukan hari nasional dan hari pasaran pada tanggal yang akan digunakan untuk menanam.
Selanjutnya, jumlahkan nilai keduanya.
Hasil penjumlahan tersebut kemudian disesuaikan dengan kategori Woh, Oyot, Godong, atau Wit.
Apabila seseorang hendak menanam tanaman yang dipanen buahnya, maka hasil penjumlahan diharapkan masuk kategori Woh.
Begitu pula untuk tanaman umbi, daun, maupun batang, masing-masing mengikuti kategori yang telah ditentukan.
Contoh Perhitungan Ahad Pon
Video memberikan simulasi agar masyarakat lebih mudah memahami cara kerja sistem tersebut.
Contoh yang digunakan adalah Ahad Pon.
Nilai Ahad adalah 5.
Sementara nilai Pon adalah 7.
Kedua angka tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan angka 12.
Angka 12 termasuk kategori Woh atau buah.
Karena itu, menurut hitungan primbon pertanian, Ahad Pon termasuk kategori yang digunakan untuk tanaman yang dipanen buahnya.
Simulasi tersebut menunjukkan bahwa proses perhitungan hanya memerlukan penjumlahan nilai hari nasional dan nilai pasaran Jawa sebelum dicocokkan dengan kategori hasil panen.
Cara Mengetahui Hari Pasaran Jawa
Agar perhitungan dapat dilakukan dengan benar, masyarakat perlu mengetahui hari pasaran pada tanggal yang akan digunakan untuk menanam.
Dalam video dijelaskan bahwa informasi tersebut dapat dilihat melalui kalender yang memuat keterangan pasaran Jawa.
Setelah mengetahui hari nasional dan pasaran, proses penjumlahan dapat langsung dilakukan menggunakan tabel nilai yang telah dijelaskan sebelumnya.
Cara ini menjadi langkah awal sebelum menentukan kategori tanaman yang sesuai berdasarkan hasil perhitungan.
Tradisi Leluhur dalam Primbon Pertanian
Pada bagian penutup, pembawa acara menjelaskan bahwa sistem perhitungan ini merupakan warisan leluhur yang telah lama dikenal dalam tradisi pertanian Jawa.
Metode tersebut disampaikan sebagai tambahan wawasan sekaligus pedoman tradisional dalam memilih hari tanam berdasarkan bagian tanaman yang akan dipanen.
Dengan demikian, masyarakat yang ingin menggunakan hitungan Jawa dapat terlebih dahulu menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, kemudian mencocokkannya melalui hasil penjumlahan hari nasional dan hari pasaran.
Video juga menegaskan bahwa tujuan utama penjelasan tersebut adalah memperkenalkan kembali cara perhitungan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui pemahaman mengenai nilai hari nasional, nilai pasaran Jawa, serta kategori Woh, Oyot, Godong, dan Wit, masyarakat dapat mengetahui bagaimana tradisi primbon pertanian menentukan hari baik untuk bercocok tanam sesuai jenis hasil panennya.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : YT Mitra Tani 99