JAKARTA - Hari baik untuk bercocok tanam menurut primbon pertanian kembali menjadi perhatian setelah banyak masyarakat mencari cara menentukan waktu tanam berdasarkan hitungan Jawa. Dalam tradisi yang dijelaskan pada channel Mitra Tani 99, penentuan hari tanam dilakukan dengan menjumlahkan nilai hari nasional dan hari pasaran Jawa, lalu mencocokkannya dengan bagian tanaman yang akan dipanen.
Perhitungan tersebut digunakan sebagai pedoman tradisional dalam memilih hari bercocok tanam. Tanaman yang dipanen buah, akar, daun, maupun batang memiliki kategori hitungan yang berbeda sehingga hari tanamnya pun disesuaikan dengan hasil perhitungan tersebut.
Video tersebut juga menegaskan bahwa hitungan hari baik untuk bercocok tanam merupakan warisan leluhur yang bertujuan menambah wawasan masyarakat. Metode ini dijelaskan sebagai pedoman tradisional, bukan aturan mutlak dalam kegiatan pertanian.
Dasar Perhitungan Hari Baik untuk Bercocok Tanam
Pembahasan diawali dengan penjelasan dari pembawa acara channel Mitra Tani 99 yang menjawab pertanyaan penonton mengenai primbon pertanian.
Topik yang dibahas berfokus pada cara menentukan hari baik untuk bercocok tanam menggunakan hitungan Jawa. Sistem tersebut memadukan hari nasional dengan hari pasaran Jawa.
Sebelum melakukan perhitungan, seseorang perlu mengetahui dua komponen utama, yaitu hari nasional dan hari pasaran yang digunakan pada tanggal penanaman.
Hari nasional terdiri atas Ahad atau Minggu hingga Sabtu. Sementara itu, kalender Jawa mengenal lima hari pasaran, yaitu Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing.
Kedua unsur tersebut kemudian dijumlahkan untuk memperoleh nilai akhir yang menjadi dasar menentukan kategori tanaman.
Nilai Hari Nasional dalam Hitungan Jawa
Video menjelaskan bahwa setiap hari nasional memiliki nilai yang berbeda.
Rinciannya sebagai berikut:
Ahad (Minggu) = 5
Senin = 4
Selasa = 3
Rabu = 7
Kamis = 8
Jumat = 6
Sabtu = 9
Dari daftar tersebut, Sabtu memiliki nilai paling besar, yaitu 9.
Nilai ini nantinya akan dijumlahkan dengan nilai hari pasaran Jawa sesuai tanggal yang dipilih.
Nilai Hari Pasaran Jawa
Selain hari nasional, sistem ini juga menggunakan nilai dari hari pasaran Jawa.
Nilainya meliputi:
Pon = 7
Wage = 4
Kliwon = 8
Legi = 5
Pahing = 9
Dalam daftar tersebut, Pahing memiliki nilai terbesar, yaitu 9.
Setelah mengetahui kedua nilai tersebut, langkah berikutnya adalah menjumlahkannya untuk menentukan kategori hasil.
Empat Kategori Manfaat Tanaman
Hasil penjumlahan hari nasional dan hari pasaran kemudian dicocokkan dengan empat kategori manfaat tanaman.
Kategori pertama adalah Woh atau buah.
Kategori ini digunakan bagi tanaman yang hasil panennya berupa buah. Nilai yang termasuk kategori Woh adalah 4, 8, 12, dan 16.
Contoh tanaman yang masuk kategori ini antara lain padi, tomat, cabai, dan berbagai tanaman buah.
Kategori kedua adalah Oyot atau akar.
Kategori ini digunakan untuk tanaman yang dipanen bagian akar atau umbinya.
Nilai yang termasuk kelompok Oyot adalah 5, 9, 13, dan 17.
Contohnya meliputi singkong, ubi, dan kentang.
Kategori ketiga adalah Godong atau daun.
Kategori ini diperuntukkan bagi tanaman yang dimanfaatkan bagian daunnya.
Nilai yang masuk kategori Godong adalah 7, 11, dan 15.
Tanaman yang disebutkan dalam video antara lain bayam, sawi, dan katuk.
Kategori terakhir adalah Wit atau batang maupun pohon.
Kategori ini digunakan bagi tanaman yang dipanen bagian batang atau pohonnya.
Nilai yang termasuk kelompok Wit adalah 6, 10, 14, dan 18.
Salah satu contoh yang disebutkan ialah pohon sengon.
Cara Menghitung Hari Tanam
Setelah mengetahui nilai masing-masing hari, proses perhitungannya dilakukan dengan cara sederhana.
Nilai hari nasional dijumlahkan dengan nilai hari pasaran Jawa.
Hasil penjumlahan tersebut kemudian dicocokkan dengan kategori Woh, Oyot, Godong, atau Wit sesuai bagian tanaman yang akan dipanen.
Dengan cara tersebut, masyarakat dapat menentukan apakah suatu hari sesuai untuk menanam tanaman buah, umbi, sayuran daun, atau tanaman batang.
Simulasi Perhitungan Ahad Pon
Video juga memberikan contoh sederhana agar proses perhitungan lebih mudah dipahami.
Contohnya menggunakan kombinasi Ahad Pon.
Nilai Ahad adalah 5.
Sementara Pon memiliki nilai 7.
Jika dijumlahkan, hasilnya menjadi 12.
Angka 12 termasuk kategori Woh atau buah.
Dengan demikian, menurut hitungan primbon pertanian, Ahad Pon termasuk kategori yang digunakan untuk tanaman yang dipanen buahnya.
Contoh tersebut memperlihatkan bagaimana sistem perhitungan diterapkan dalam praktik.
Langkah yang sama dapat digunakan pada kombinasi hari lainnya dengan menjumlahkan nilai hari nasional dan pasaran terlebih dahulu.
Cara Mengetahui Hari Pasaran Jawa
Agar dapat melakukan perhitungan dengan benar, masyarakat perlu mengetahui hari pasaran Jawa pada tanggal yang dipilih.
Video menjelaskan bahwa informasi tersebut dapat dilihat melalui kalender yang memuat keterangan pasaran Jawa.
Dengan mengetahui hari nasional dan pasaran, proses penjumlahan dapat dilakukan sesuai tabel nilai yang telah dijelaskan sebelumnya.
Langkah ini menjadi bagian penting sebelum menentukan kategori tanaman yang akan ditanam.
Tradisi Leluhur Sebagai Pedoman
Pada bagian penutup, pembawa acara menjelaskan bahwa metode ini merupakan warisan leluhur yang telah lama dikenal dalam tradisi pertanian Jawa.
Perhitungan tersebut disampaikan sebagai tambahan wawasan bagi masyarakat yang ingin memahami cara memilih hari tanam berdasarkan primbon pertanian.
Video juga menegaskan bahwa hitungan hari baik untuk bercocok tanam diposisikan sebagai pedoman tradisional.
Masyarakat yang ingin menerapkannya dapat menyesuaikan jenis tanaman dengan kategori hasil perhitungan, baik untuk tanaman buah, akar, daun, maupun batang.
Dengan memahami nilai hari nasional, nilai pasaran Jawa, serta kategori manfaat tanaman, proses menentukan hari baik untuk bercocok tanam dapat dilakukan menggunakan metode yang dijelaskan dalam tradisi hitungan Jawa tersebut.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : YT Mitra Tani 99