Hari Baik untuk Bercocok Tanam Jagung Menurut Hitungan Jawa, Ini Daftar 9 Hari yang Diyakini Tepat

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:07 WIB
Hari baik untuk bercocok tanam jagung menurut hitungan Jawa ditentukan berdasarkan kategori buah atau woh. Simak daftar 9 hari yang dianggap tepat. (PINTEREST)
Hari baik untuk bercocok tanam jagung menurut hitungan Jawa ditentukan berdasarkan kategori buah atau woh. Simak daftar 9 hari yang dianggap tepat. (PINTEREST)

JAKARTA - Hari baik untuk bercocok tanam, khususnya menanam jagung, masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat yang memegang tradisi hitungan Jawa. Dalam tradisi tersebut, pemilihan hari tanam bukan sekadar penanggalan, tetapi diyakini sebagai cara membangun hubungan yang selaras antara manusia dan tanaman agar proses budidaya berjalan lebih baik.

Panduan hari baik untuk bercocok tanam ini didasarkan pada perhitungan kalender Jawa. Untuk tanaman jagung, pemilihan hari dilakukan dengan menyesuaikan bagian tanaman yang menjadi manfaat utama, yakni buah atau dalam istilah Jawa disebut woh.

Tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur dan masih dikenal di berbagai daerah. Meski pada era modern kerap dipandang tidak relevan bahkan dianggap bertentangan dengan keyakinan tertentu, metode ini dijelaskan sebagai bentuk interaksi manusia dengan alam, bukan sekadar kepercayaan tanpa dasar dalam konteks budaya Jawa.

Hari Baik untuk Bercocok Tanam Menurut Hitungan Jawa

Pembahasan mengenai hari baik untuk bercocok tanam diawali dengan pandangan masyarakat modern terhadap hitungan Jawa. Dalam video dijelaskan bahwa sebagian orang menganggap cara tersebut sudah tidak lagi berguna atau bahkan dikaitkan dengan praktik yang dianggap syirik.

Namun, menurut penjelasan dalam tradisi tersebut, hitungan hari pada masa lalu dipahami sebagai salah satu bentuk interaksi antara manusia dengan alam. Perhitungan dilakukan untuk menciptakan hubungan batin atau chemistry antara petani dengan tanaman yang dibudidayakan.

Dengan demikian, pemilihan hari tidak hanya dipandang sebagai penentuan waktu semata, melainkan bagian dari tradisi yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

Baca Juga: Hari Baik Membuka Usaha Menurut Primbon Jawa, Ini Hari yang Diyakini Membawa Rezeki dan Kelancaran Bisnis

Dasar Penentuan Hari Menanam Jagung

Dalam penjelasan video, dasar utama pemilihan hari tanam ditentukan berdasarkan manfaat utama tanaman yang akan dibudidayakan.

Karena jagung dimanfaatkan pada bagian buahnya, maka hari yang dipilih adalah hari yang dalam hitungan Jawa masuk ke kategori woh atau buah.

Metode tersebut menggunakan sistem penghitungan yang mengelompokkan manfaat tanaman ke dalam empat kategori secara berurutan.

Keempat kategori tersebut meliputi:

Urutan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar menghitung kecocokan hari tanam.

Cara Menghitung Hari Baik Menurut Hitungan Jawa

Perhitungan dilakukan menggunakan nilai hari dalam kalender Jawa. Nilai tersebut kemudian dihitung secara berurutan mengikuti empat kategori manfaat tanaman.

Urutan dimulai dari akar, kemudian batang, dilanjutkan daun, lalu buah. Setelah mencapai buah, hitungan kembali mengulang dari akar hingga mencapai jumlah nilai hari yang dihitung.

Apabila hitungan terakhir berhenti pada kategori buah (woh), maka hari tersebut dianggap sesuai untuk menanam jagung.

Metode ini menjadi dasar dalam menentukan hari yang dinilai tepat berdasarkan tradisi hitungan Jawa.

Contoh Perhitungan Menggunakan Senin Wage

Video juga memberikan contoh penerapan metode tersebut menggunakan hari Senin Wage.

Dalam hitungan Jawa, Senin Wage memiliki nilai hari 8.

Nilai tersebut kemudian dihitung satu per satu sesuai urutan manfaat tanaman, yakni:

Karena hitungan kedelapan berhenti pada kategori buah, maka Senin Wage termasuk hari yang dianggap baik untuk menanam jagung menurut tradisi tersebut.

Contoh ini digunakan untuk memperlihatkan bagaimana proses perhitungan dilakukan secara berurutan hingga memperoleh hasil akhir.

Daftar 9 Hari yang Masuk Kategori Buah

Dalam satu siklus selapan atau 35 hari pada kalender Jawa, terdapat sembilan hari yang hasil perhitungannya jatuh pada kategori buah (woh).

Hari-hari tersebut meliputi:

Kesembilan hari tersebut disebut sebagai hari yang sesuai apabila seseorang hendak menanam jagung berdasarkan tradisi hitungan Jawa.

Daftar tersebut diperoleh dari hasil penghitungan yang disesuaikan dengan manfaat utama tanaman jagung, yaitu buah.

Baca Juga: Hari Baik untuk Bercocok Tanam Menurut Primbon Pertanian, Begini Cara Menghitungnya dengan Hitungan Jawa

Selapan Menjadi Dasar Perhitungan

Penjelasan dalam video menyebutkan bahwa seluruh proses perhitungan dilakukan dalam satu siklus selapan kalender Jawa.

Selapan merupakan siklus yang terdiri atas 35 hari. Dalam rentang tersebut terdapat kombinasi hari dan pasaran yang menjadi dasar penentuan nilai hari.

Melalui sistem inilah kemudian diperoleh sembilan hari yang masuk kategori buah.

Metode tersebut telah lama digunakan dalam tradisi masyarakat Jawa sebagai pedoman menentukan waktu tanam sesuai karakter tanaman yang dibudidayakan.

Tradisi yang Diwariskan Turun-Temurun

Di bagian akhir video dijelaskan bahwa metode menentukan hari baik untuk bercocok tanam merupakan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.

Perhitungan tersebut dipertahankan sebagai bagian dari pengetahuan lokal yang berkembang di masyarakat.

Tradisi ini dipahami sebagai salah satu bentuk hubungan manusia dengan alam dalam aktivitas pertanian. Penjelasan yang disampaikan tidak menempatkan hitungan Jawa sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan sebagai warisan budaya yang telah digunakan secara turun-temurun.

Bagi tanaman jagung, pemilihan hari difokuskan pada kategori buah karena bagian itulah yang menjadi hasil utama dari proses budidaya.

Dengan menggunakan dasar tersebut, masyarakat yang masih mempraktikkan tradisi hitungan Jawa dapat menentukan waktu tanam berdasarkan sembilan hari yang termasuk kategori woh dalam satu siklus selapan.

Metode tersebut tetap dikenal hingga sekarang sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi salah satu cara masyarakat memahami hubungan antara aktivitas bercocok tanam dengan alam menurut tradisi Jawa.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : YT Kuat Wijoyo Channel
hari baik untuk bercocok tanam hitungan Jawa hari baik menanam jagung selapan Jawa kalender jawa