JAKARTA - Hari baik untuk beli motor menurut tradisi Jawa kembali menjadi perhatian sebagian masyarakat yang masih memegang hitungan neptu sebelum membeli kendaraan bermesin. Dalam video yang diunggah Mbah Tarji, pembelian motor maupun mobil disarankan dilakukan pada hari dengan jumlah neptu genap karena dipercaya lebih membawa keselamatan bagi pemilik, pengemudi, dan kendaraan itu sendiri.
Penjelasan tersebut disampaikan Mbah Tarji sebagai bentuk berbagi pengalaman atau tukar kawruh mengenai cara menentukan hari baik membeli kendaraan bermesin roda dua maupun roda empat. Ia menekankan bahwa tujuan utama perhitungan hari adalah mencari keselamatan dan menjaga kendaraan tetap awet.
Menurut Mbah Tarji, pandangan tersebut bersumber dari pengalaman dan tradisi Jawa. Ia juga menegaskan bahwa penjelasan itu tidak dimaksudkan untuk memaksa penonton mengikuti hitungan tertentu karena setiap orang memiliki keyakinan masing-masing.
Tujuan Mencari Hari Baik untuk Beli Motor
Pada awal video, Mbah Tarji menjelaskan alasan sebagian masyarakat Jawa masih memilih hari tertentu sebelum membeli kendaraan.
Menurutnya, tujuan utama membeli kendaraan bukan sekadar memiliki alat transportasi, tetapi juga berharap kendaraan tersebut awet dan tidak mudah rusak.
Selain itu, pemilik dan pengemudi diharapkan selalu berada dalam keadaan selamat saat bepergian ke mana pun.
Harapan inilah yang kemudian menjadi dasar penggunaan hitungan hari dalam tradisi Jawa.
Neptu Genap Disebut Lebih Baik
Inti penjelasan Mbah Tarji terletak pada jumlah neptu hari dan pasaran.
Berdasarkan pengalaman dan adat Jawa yang ia pahami, pembelian kendaraan bermesin disarankan dilakukan pada hari dengan jumlah neptu genap.
Hari dengan hasil hitungan genap diyakini lebih baik dibandingkan hasil hitungan ganjil.
Karena itu, seseorang dianjurkan menghitung terlebih dahulu gabungan nilai hari dan pasaran sebelum menentukan waktu pembelian kendaraan.
Contoh Hari Ganjil dan Genap
Mbah Tarji memberikan contoh sederhana agar perbedaan neptu ganjil dan genap lebih mudah dipahami.
Ia menyebut Minggu Kliwon memiliki jumlah neptu 13 sehingga termasuk ganjil dan disarankan untuk dihindari.
Sebaliknya, Minggu Legi memiliki jumlah neptu 10 sehingga termasuk genap.
Menurut penjelasannya, hari dengan hitungan genap seperti Minggu Legi dipercaya lebih membawa keselamatan bagi pemilik dan pengendaranya.
Contoh tersebut digunakan untuk menggambarkan cara pandang tradisi Jawa terhadap pemilihan hari pembelian kendaraan.
Hari Jumat Disarankan Dihindari
Selain memperhatikan hitungan genap dan ganjil, Mbah Tarji juga memberikan peringatan khusus mengenai hari Jumat.
Ia menyarankan agar pembelian kendaraan bermesin tidak dilakukan pada hari Jumat.
Menurut penjelasannya, kendaraan yang dibeli pada hari tersebut diyakini lebih mudah mengalami kerusakan mesin atau masalah lainnya.
Pandangan ini disampaikan sebagai bagian dari pengalaman tradisi Jawa yang ia ketahui.
Hindari Hari Naas Keluarga
Mbah Tarji juga menyinggung pentingnya menghindari hari yang dianggap naas dalam lingkungan keluarga.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah hari wafat orang tua atau mertua, yang dalam tradisi Jawa dikenal sebagai dino keblak-geblak.
Menurut penjelasannya, hari tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk membeli kendaraan karena dianggap kurang baik.
Anjuran ini berkaitan dengan penghormatan terhadap anggota keluarga yang telah meninggal.
Mengenal Hari Sangaran Tahunan
Dalam video dijelaskan pula adanya hari yang disebut sangaran dalam hitungan Jawa.
Mbah Tarji menyebut tanggal 1 Suro sebagai salah satu hari sangaran dalam satu tahun.
Hari tersebut disarankan untuk dihindari apabila seseorang hendak membeli kendaraan bermesin.
Penjelasan ini merupakan bagian dari tradisi penanggalan Jawa yang masih dikenal di beberapa kalangan masyarakat.
Hari Sangaran pada Bulan Tertentu
Selain hari sangaran tahunan, Mbah Tarji juga menyebut adanya hari sangaran yang berkaitan dengan bulan tertentu, seperti bulan Besar dan Sura.
Pada masa tersebut, ia menganjurkan agar berhati-hati dalam memilih hari pembelian kendaraan.
Beberapa hari tertentu, seperti Sabtu dan Minggu pada masa tersebut, disebut sebaiknya dihindari menurut penjelasan tradisi yang ia sampaikan.
Ringkasan Anjuran Memilih Hari
Menjelang akhir pembahasan, Mbah Tarji merangkum beberapa hal yang menurutnya perlu diperhatikan sebelum membeli kendaraan.
- Menghindari hari dengan neptu ganjil.
- Memilih hari dengan jumlah neptu genap.
- Menghindari hari Jumat.
- Menghindari hari naas keluarga seperti dino keblak-geblak.
- Menghindari hari sangaran tahunan maupun bulanan menurut tradisi Jawa.
Rangkuman tersebut disampaikan sebagai pedoman praktis bagi penonton yang ingin mengikuti tradisi Jawa dalam menentukan hari pembelian kendaraan.
Disebut Berdasarkan Pengalaman Tradisi Jawa
Mbah Tarji menegaskan bahwa seluruh penjelasan yang ia sampaikan bersumber dari pengalaman dan tradisi Jawa yang ia pahami.
Ia tidak mewajibkan penonton untuk mengikuti hitungan tersebut.
Menurutnya, setiap orang dipersilakan memilih hari apa pun sesuai keyakinan masing-masing.
Penegasan ini disampaikan agar penonton memahami bahwa penjelasan tersebut merupakan pandangan tradisional, bukan aturan yang mengikat semua orang.
Penonton Dipersilakan Bertanya
Dalam bagian penutup, Mbah Tarji menyampaikan bahwa penonton yang belum memahami cara menghitung neptu genap dan ganjil, hari sangaran, maupun hari naas dapat mengajukan pertanyaan melalui kolom komentar.
Ia menyatakan akan berusaha memberikan penjelasan sesuai pengetahuan yang dimilikinya.
Video kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih dan salam kepada seluruh penonton.
Melalui penjelasan tersebut, hari baik untuk beli motor menurut tradisi Jawa dipahami sebagai hari dengan jumlah neptu genap serta bukan termasuk hari Jumat, hari naas keluarga, maupun hari sangaran. Mbah Tarji menempatkan perhitungan tersebut sebagai bagian dari pengalaman budaya Jawa yang bertujuan mencari keselamatan dan menjaga kendaraan tetap awet, sambil tetap memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk menentukan keyakinannya sendiri.
Editor : Davina Ar Raafika