Hari Baik untuk Beli Motor Menurut Hitungan Jawa, Kenali Firasat Guru hingga Hari yang Sebaiknya Dihindari

Davina Ar Raafika • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:21 WIB
Hari baik untuk beli motor menurut hitungan Jawa dihitung dari neptu hari dan pasaran. Simak arti firasat Guru, Ratu, Rogoh, hingga Sempoyong. (GOOGLE)
Hari baik untuk beli motor menurut hitungan Jawa dihitung dari neptu hari dan pasaran. Simak arti firasat Guru, Ratu, Rogoh, hingga Sempoyong. (GOOGLE)

JAKARTA - Hari baik untuk beli motor masih menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan sebagian masyarakat yang mengikuti tradisi hitungan Jawa. Dalam penjelasan yang disampaikan Kuat Wijoyo Channel, pemilihan hari dilakukan melalui perhitungan neptu hari dan pasaran Jawa, kemudian dicocokkan dengan empat firasat, yaitu Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong. Selain itu, terdapat beberapa hari yang disebut sebaiknya dihindari meskipun hasil hitungannya dianggap baik.

Video tersebut menjelaskan bahwa memilih hari baik untuk beli motor merupakan salah satu bentuk ikhtiar agar kendaraan yang dibeli membawa manfaat sesuai harapan. Namun, penjelasan itu juga disampaikan sebagai bagian dari tradisi leluhur yang masih dikenal oleh sebagian masyarakat Jawa.

Narator menegaskan bahwa hitungan Jawa digunakan sebagai pedoman tradisional dalam menentukan waktu pembelian kendaraan. Di sisi lain, masyarakat tetap diajak untuk melestarikan warisan budaya tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Mengapa Hari Baik untuk Beli Motor Masih Dipertimbangkan?

Video diawali dengan gambaran bahwa membeli kendaraan merupakan momen yang membahagiakan bagi banyak orang.

Motor baru diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan kenyamanan penggunanya.

Namun, narator juga mengingatkan bahwa kendaraan dapat membawa dampak yang kurang baik apabila membuat pemiliknya menjadi jumawa atau lupa diri.

Selain itu, kendaraan juga tidak lepas dari kemungkinan mengalami musibah di kemudian hari.

Karena itulah, sebagian masyarakat masih mengikuti petuah leluhur dengan memilih hari yang dianggap baik sebelum membeli kendaraan.

Baca Juga: Hari Baik untuk Beli Motor Menurut Tradisi Jawa, Pilih Neptu Genap dan Hindari Hari Jumat

Dasar Hitungan Hari Menurut Tradisi Jawa

Dalam video dijelaskan bahwa perhitungan hari menggunakan gabungan antara hari nasional dan hari pasaran Jawa.

Hari nasional berjumlah tujuh, sedangkan pasaran Jawa terdiri atas lima pasaran.

Kedua nilai tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan neptu yang kemudian digunakan untuk menentukan firasat hari pembelian kendaraan.

Metode inilah yang menjadi dasar dalam tradisi hitungan Jawa.

Contoh Menghitung Neptu Hari

Sebagai contoh, narator menggunakan kombinasi Minggu Wage.

Hari Minggu memiliki nilai 5.

Sementara Wage memiliki nilai 4.

Jika kedua nilai dijumlahkan, hasilnya menjadi 9.

Angka tersebut kemudian digunakan untuk menentukan firasat berdasarkan urutan yang telah ditetapkan.

Empat Firasat Hari Baik Membeli Motor

Setelah memperoleh nilai neptu, langkah berikutnya adalah mencocokkannya dengan empat firasat.

Keempat firasat tersebut terdiri atas Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.

Masing-masing memiliki makna yang berbeda terhadap kendaraan yang akan dibeli.

Guru Disebut Membawa Manfaat

Firasat pertama adalah Guru.

Menurut penjelasan dalam video, Guru merupakan firasat yang dianggap baik.

Motor yang dibeli pada kategori ini diyakini membawa manfaat, memberikan kegembiraan, lebih awet, dan disenangi banyak orang.

Kategori Guru disebut cocok untuk kendaraan yang digunakan sebagai sarana kebutuhan keluarga maupun penggunaan pribadi.

Ratu Dikaitkan dengan Kelancaran Rezeki

Firasat kedua adalah Ratu.

Kategori ini juga dipandang baik dalam tradisi hitungan Jawa.

Narator menjelaskan bahwa kendaraan yang dibeli pada hasil hitungan Ratu diyakini membawa kelancaran rezeki, lebih awet, serta dijauhkan dari marabahaya.

Karena itu, kategori Ratu disebut sesuai bagi kendaraan yang digunakan sebagai sarana usaha atau mencari nafkah.

Rogoh Menjadi Firasat yang Kurang Baik

Kategori ketiga adalah Rogoh.

Dalam video dijelaskan bahwa Rogoh termasuk firasat yang kurang baik.

Motor yang dibeli pada kategori ini dikhawatirkan cepat hilang.

Narator menjelaskan bahwa makna "hilang" tidak selalu diartikan secara harfiah, tetapi juga dapat berarti hilangnya manfaat kendaraan atau penggunaannya yang melenceng dari tujuan semula.

Sempoyong Dianggap Sebaiknya Dihindari

Firasat terakhir adalah Sempoyong.

Kategori ini juga disebut kurang baik untuk membeli kendaraan.

Menurut penjelasan narator, kendaraan yang dibeli pada kategori Sempoyong diprediksi lebih cepat rusak atau lebih sering keluar masuk bengkel.

Karena alasan tersebut, kategori ini tidak dianjurkan apabila seseorang memiliki pilihan hari lain.

Cara Menentukan Firasat

Video menjelaskan bahwa firasat ditentukan menggunakan pola hitungan yang berulang.

Urutannya adalah sebagai berikut:

Hitungan 1 = Guru
Hitungan 2 = Ratu
Hitungan 3 = Rogoh
Hitungan 4 = Sempoyong
Hitungan 5 = Guru
Hitungan 6 = Ratu
Hitungan 7 = Rogoh
Hitungan 8 = Sempoyong
Hitungan 9 = Guru

Pola tersebut terus berulang sesuai hasil penjumlahan neptu.

Dengan cara itu, setiap kombinasi hari dan pasaran dapat diketahui firasatnya.

Baca Juga: Hari Baik untuk Bercocok Tanam Menurut Primbon Pertanian, Begini Cara Menghitungnya dengan Hitungan Jawa

Simulasi Minggu Wage

Narator kemudian memberikan contoh menggunakan hari Minggu Wage.

Hasil penjumlahan nilai Minggu dan Wage adalah 9.

Dalam urutan firasat, angka 9 masuk kategori Guru.

Karena itu, Minggu Wage disebut sebagai hari yang baik untuk membeli kendaraan menurut hitungan Jawa.

Hari yang Sebaiknya Dihindari

Selain menjelaskan firasat, video juga menyebut beberapa hari yang sebaiknya dihindari meskipun hasil hitungannya tergolong baik.

Hari pertama adalah Dino Keblak-geblak.

Narator menjelaskan bahwa hari ini merupakan hari wafat kedua orang tua.

Menurut penjelasan tersebut, pada hari tersebut dinilai kurang etis apabila seseorang membeli kendaraan untuk bersenang-senang dibandingkan mendoakan kedua orang tuanya.

Hari berikutnya adalah Dino Keringkel atau Rungkep.

Hari ini disebut sebagai hari naas menurut hitungan Jawa.

Perhitungannya dilakukan tiga hari setelah hari kelahiran atau weton seseorang.

Sebagai contoh, apabila seseorang lahir pada Senin Wage, maka hari Keringkelnya jatuh pada Rabu Legi.

Video juga menjelaskan mengenai Dino Was Gede.

Hari ini disebut sebagai hari naas terbesar ketika keberuntungan berada pada titik terendah.

Narator memberikan contoh seseorang yang lahir pada Senin Wage dengan jumlah neptu 8.

Menurut contoh tersebut, Was Gede jatuh pada Senin Legi atau delapan hari setelah hari kelahiran.

Pesan Penutup

Pada bagian akhir video, narator mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi peninggalan leluhur meskipun hidup pada era modern.

Di sisi lain, masyarakat juga diajak tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai hal baru.

Dengan demikian, penjelasan mengenai hari baik untuk beli motor disampaikan sebagai bagian dari tradisi hitungan Jawa yang masih dikenal oleh sebagian masyarakat. Video tersebut menempatkan pemilihan hari sebagai bentuk ikhtiar berdasarkan warisan budaya, sementara setiap orang tetap memiliki kebebasan dalam menentukan sikap terhadap tradisi tersebut.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : YT Kuat Wijoyo Channel
neptu Jawa hitungan Jawa hari baik untuk beli motor hari baik membeli kendaraan firasat Guru