JAKARTA - Hari baik untuk beli motor menurut hitungan Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat yang ingin mengikuti petuah leluhur sebelum membeli kendaraan baru. Dalam video yang diunggah Kuat Wijoyo Channel, waktu pembelian motor dihitung berdasarkan neptu hari dan pasaran Jawa, kemudian dicocokkan dengan empat firasat, yakni Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.
Menurut penjelasan dalam video, setiap hasil hitungan memiliki makna yang berbeda. Dua firasat pertama, yaitu Guru dan Ratu, disebut sebagai pertanda baik, sedangkan Rogoh dan Sempoyong dianggap kurang baik sehingga disarankan untuk dihindari apabila memungkinkan.
Video tersebut juga menegaskan bahwa pemilihan hari baik untuk beli motor merupakan salah satu bentuk ikhtiar. Sementara itu, hasil akhirnya tetap diyakini berada di tangan Yang Maha Kuasa.
Mengapa Hari Baik untuk Beli Motor Masih Dipercaya?
Pembahasan diawali dengan gambaran bahwa membeli sepeda motor baru biasanya menjadi momen yang membahagiakan. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua orang memperoleh pengalaman yang sesuai harapan.
Menurut narator, ada pula pembelian kendaraan yang kemudian diikuti berbagai musibah atau persoalan. Karena itu, sebagian masyarakat memilih mengikuti petuah leluhur dengan menentukan hari baik sebelum membeli motor.
Dalam tradisi hitungan Jawa, waktu pembelian dipercaya dapat disesuaikan melalui perhitungan neptu hari dan pasaran. Hasilnya kemudian digunakan untuk mengetahui firasat yang menyertai pembelian kendaraan tersebut.
Empat Firasat dalam Hitungan Jawa
Video menjelaskan bahwa terdapat empat jenis firasat yang menjadi dasar penilaian terhadap hari pembelian sepeda motor.
Keempat firasat tersebut terdiri atas Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.
Masing-masing memiliki makna berbeda sehingga hasil perhitungan akan menentukan apakah suatu hari dianggap baik atau sebaiknya dihindari.
Firasat Guru Disebut Membawa Manfaat
Firasat pertama adalah Guru.
Menurut penjelasan narator, Guru merupakan firasat yang diyakini membawa manfaat sekaligus kegembiraan bagi pemilik kendaraan.
Motor yang dibeli pada hasil hitungan Guru disebut cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga maupun kebutuhan pribadi sehari-hari.
Karena itu, Guru termasuk kategori yang dipandang baik dalam tradisi hitungan Jawa.
Firasat Ratu untuk Kendaraan Mencari Nafkah
Firasat kedua adalah Ratu.
Dalam video dijelaskan bahwa Ratu juga termasuk firasat yang baik.
Motor yang dibeli pada kategori ini diyakini membawa manfaat sekaligus mendukung kelancaran rezeki.
Oleh sebab itu, firasat Ratu disebut sangat sesuai bagi kendaraan yang digunakan untuk berdagang atau mencari nafkah.
Rogoh Disebut Sebagai Firasat yang Kurang Baik
Kategori berikutnya adalah Rogoh.
Narator menjelaskan bahwa firasat ini termasuk kategori yang kurang baik.
Motor yang dibeli pada hasil hitungan Rogoh dikhawatirkan mudah hilang, lebih boros, dan membutuhkan biaya perawatan yang lebih banyak.
Karena alasan tersebut, hari yang menghasilkan firasat Rogoh disarankan untuk dihindari apabila memiliki pilihan waktu lain.
Sempoyong Dianggap Perlu Dihindari
Firasat terakhir adalah Sempoyong.
Dalam penjelasan video, kategori ini juga termasuk firasat yang kurang baik.
Motor yang dibeli pada hasil hitungan Sempoyong disebut berisiko lebih sering mengalami musibah atau kecelakaan, baik dalam skala besar maupun kecil.
Selain itu, penggunaan kendaraan tersebut juga dikhawatirkan dapat memicu pertengkaran di lingkungan sekitarnya.
Karena itu, narator menyarankan agar hasil hitungan yang jatuh pada kategori Sempoyong benar-benar dihindari.
Dasar Perhitungan Hari Baik
Video menjelaskan bahwa penentuan firasat dilakukan menggunakan nilai neptu.
Neptu diperoleh dari hasil penjumlahan nilai hari nasional dengan nilai hari pasaran Jawa.
Nilai tersebut menjadi dasar untuk menentukan firasat yang menyertai hari pembelian kendaraan.
Dengan demikian, masyarakat perlu mengetahui hari dan pasaran Jawa terlebih dahulu sebelum melakukan perhitungan.
Contoh Menghitung Neptu
Sebagai contoh, video menggunakan kombinasi Minggu Wage.
Hari Minggu memiliki nilai 5.
Sementara Wage memiliki nilai 4.
Kedua nilai tersebut dijumlahkan sehingga menghasilkan angka 9.
Angka inilah yang kemudian digunakan pada tahap berikutnya untuk menentukan firasat.
Baca Juga: Hari Baik untuk Beli Motor Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Neptu dan Firasatnya
Cara Menentukan Firasat
Setelah memperoleh hasil penjumlahan neptu, langkah berikutnya adalah mencocokkannya dengan urutan firasat yang berulang.
Urutan tersebut dijelaskan sebagai berikut:
Hitungan 1 = Guru
Hitungan 2 = Ratu
Hitungan 3 = Rogoh
Hitungan 4 = Sempoyong
Hitungan 5 = Guru
Hitungan 6 = Ratu
Hitungan 7 = Rogoh
Hitungan 8 = Sempoyong
Hitungan 9 = Guru
Selanjutnya, pola tersebut terus berulang mengikuti angka hasil penjumlahan neptu.
Melalui sistem ini, setiap kombinasi hari dan pasaran akan menghasilkan salah satu dari empat firasat tersebut.
Simulasi Hari Minggu Wage
Dalam simulasi yang diberikan, Minggu Wage menghasilkan angka 9.
Berdasarkan urutan firasat, angka tersebut masuk kategori Guru.
Artinya, menurut penjelasan dalam video, Minggu Wage termasuk hari yang baik apabila seseorang hendak membeli sepeda motor untuk kebutuhan keluarga maupun penggunaan pribadi.
Simulasi ini diberikan agar penonton lebih mudah memahami tahapan perhitungan yang digunakan dalam tradisi hitungan Jawa.
Disebut Sebagai Bentuk Ikhtiar
Menjelang akhir video, narator menegaskan bahwa memilih hari baik untuk membeli motor hanyalah salah satu bentuk ikhtiar manusia.
Menurut penjelasan tersebut, hasil akhir tetap berada di tangan Yang Maha Kuasa.
Karena itu, penonton diajak memahami bahwa perhitungan hari dalam tradisi Jawa tidak dimaksudkan sebagai penentu mutlak terhadap apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Video ditutup dengan salam dari pengisi suara channel serta penegasan bahwa penjelasan mengenai hari baik untuk beli motor disampaikan sebagai bagian dari tradisi hitungan Jawa yang masih dikenal oleh sebagian masyarakat.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : YT Kuat Wijoyo Channel