RADAR TULUNGAGUNG - Sebidang lahan bisa mendatangkan manfaat asalkan kreatif. Kusumaning Putri pun membuktikan dengan menyulap lahan perkebunan sayur sebagai wisata edukasi. Bahkan, pengunjung bisa panen sendiri.
Hamparan sayuran hijau yang tumbuh subur di lahan Semartani, Kelurahan Kepatihan, Tulungagung, tak lagi sekadar menjadi sumber hasil panen untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Di tangan Kusumaning Putri, kebun sayur disulap menjadi destinasi wisata edukasi yang mengajak masyarakat memetik sendiri sayuran segar langsung dari kebunnya.
Konsep yang diberi nama wisata petik sayur itu lahir dari keinginan sederhana yakni memberikan nilai tambah terhadap hasil panen. Menurut dia, selama ini sayuran hanya dipandang sebagai komoditas yang dijual di pasar.
Padahal, proses menanam hingga memanen memiliki pengalaman yang bisa dinikmati sekaligus dipelajari masyarakat.
"Konsep jualan petik sayur ini berawal dari keinginan memberikan nilai lebih terhadap komoditas panen yang kami hasilkan. Sayuran tidak hanya dijual sebagai bahan masakan, tetapi juga bisa menjadi sarana edukasi, wisata, sekaligus memberi manfaat ekonomi," ujar wanita yang akrab disapa Putri ini.
Berbekal pemikiran tersebut, dia mulai membuka kebunnya untuk masyarakat yang ingin merasakan sensasi memanen sendiri sayuran yang akan dibawa pulang.
Pengunjung bebas memilih sayuran yang diinginkan, memetik langsung dari tanaman, kemudian menimbang hasil panen sebelum melakukan pembayaran.
Konsep tersebut ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tidak hanya warga Tulungagung, sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini juga mulai memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat belajar di luar kelas.
Menurut wanita berjilbab ini, beberapa kali rombongan murid TK dan PAUD datang berkunjung untuk mengenal dunia pertanian secara langsung.
Mereka tidak hanya melihat tanaman, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai proses budi daya sayuran, mulai dari cara menanam, merawat, hingga memanen.
Baca Juga: Borong Tiga Gelar Kejurcab FORBASI, Kontingen Asal Bandung Wakili Tulungagung ke Kejurprov
"Anak-anak biasanya kami ajak praktik langsung. Mereka belajar menanam bibit, mengenal jenis-jenis sayuran, melakukan perawatan tanaman, sampai akhirnya memanen hasilnya sendiri. Pengalaman seperti ini tentu berbeda dibandingkan hanya melihat gambar di buku," jelasnya.
Baginya, edukasi menjadi salah satu nilai utama yang ingin dibangun melalui Semartani.
Dia berharap anak-anak dapat mengenal proses lahirnya bahan pangan sejak usia dini sehingga tumbuh rasa menghargai hasil kerja para petani.
Tidak hanya kalangan pelajar, antusiasme masyarakat umum juga terus meningkat. Banyak pengunjung yang datang sekadar ingin merasakan pengalaman memetik sayuran sendiri, sesuatu yang selama ini belum pernah mereka lakukan.
"Selama ini masyarakat biasanya membeli sayuran di pasar dalam kondisi sudah dipanen. Ketika mereka datang ke sini dan memetik sendiri, ternyata mereka merasa senang. Pengalaman itu menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan," tuturnya.
Respons positif tersebut membuat Kusumaning optimistis konsep wisata petik sayur memiliki prospek yang baik di Tulungagung.
Menurutnya, masyarakat kini mulai mencari alternatif wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dampak positif juga dirasakan warga yang tinggal di sekitar lokasi wisata. Semakin banyaknya pengunjung yang datang membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Beberapa warga mulai memanfaatkan keramaian dengan berjualan makanan dan minuman di sekitar area kebun. Kehadiran wisata petik sayur secara perlahan menciptakan perputaran ekonomi yang sebelumnya belum ada.
"Alhamdulillah, warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya. Ada yang membuka usaha makanan dan minuman, dan ternyata cukup diminati pengunjung. Harapannya, keberadaan Semartani tidak hanya bermanfaat bagi kami, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar," katanya.
Melihat tingginya minat masyarakat, Putri telah menyiapkan berbagai rencana pengembangan.
Selain memperluas area tanam, Semartani juga akan menghadirkan lebih banyak jenis sayuran dan buah-buahan agar pilihan bagi pengunjung semakin beragam.
Dia berharap, wisata petik sayur dapat menjadi salah satu alternatif rekreasi keluarga di Tulungagung yang menggabungkan unsur edukasi, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Ke depan, kami ingin menambah berbagai jenis sayuran dan buah yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung. Semoga Semartani bisa menjadi pilihan baru bagi masyarakat Tulungagung untuk menikmati wisata yang sehat, edukatif, sekaligus mendukung pertanian lokal," pungkasnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri