Freya Rafasya Aurelio, Siswa Tulungagung Raih Juara II Silat Seni Tunggal di Festival Seni Santri Nusantara Cup, Kini Bidik Juara Bapopsi

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:37 WIB
Freya raih juara II kategori seni tunggal remaja putra pada Festival Seni Pencak Silat.
Freya raih juara II kategori seni tunggal remaja putra pada Festival Seni Pencak Silat.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Kesungguhan berlatih silat menjadi kunci meraih prestasi. Freya Rafasya Aurelio pun membuktikannya.

Dia menyabet juara II silat kategori seni tunggal remaja putra pada Festival Kejuaraan Seni Santri Nusantara Cup beberapa waktu lalu.

Kerja keras dan disiplin berlatih membuahkan hasil bagi Freya Rafasya Aurelio. Siswa MTsN 4 Tulungagung itu sukses meraih juara II silat kategori seni tunggal remaja putra pada Festival Kejuaraan Seni Santri Nusantara Cup.

Capaian tersebut menjadi motivasi untuk menatap kejuaraan berikutnya, yakni Bapopsi tingkat pelajar yang dijadwalkan berlangsung pada 11-13 Agustus mendatang.

Freya mengaku bangga dapat membawa pulang gelar juara setelah melalui proses latihan yang cukup panjang.

Menurutnya, hasil yang diraih sebanding dengan usaha yang selama ini dijalani. 

Baca Juga: Kisah Dhenny Setiawan dari Tulungagung, Sulap Daun Jati Jadi Ecoprint Bernilai Tinggi hingga Tembus Pasar 10 Negara

"Senang, bahagia bisa mendapat juara dua. Saya juga bangga karena hasilnya sebanding dengan latihan yang sudah dijalani," ujarnya.

Remaja berusia 15 tahun itu mulai mengenal pencak silat sejak duduk di kelas IV madrasah ibtidaiyah atau sekitar usia 9 tahun.

Meski lebih menyukai nomor tanding, Freya akhirnya menekuni nomor seni karena saat pertama mengikuti kejuaraan, kategori yang dibuka hanya seni tunggal.

"Sebenarnya saya lebih senang tanding. Tetapi waktu pertama ikut lomba di Ngunut, yang dibuka hanya nomor seni, jadi akhirnya saya ikut seni tunggal," katanya.

Persiapan menuju kejuaraan dilakukan secara intensif. Dalam sepekan, Freya berlatih tiga hingga empat kali.

Setiap sesi berlangsung sekitar 3 jam, bahkan saat Jumat latihan dimulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.

Baca Juga: Kreatif! Kusumaning Putri Sulap Kebun Sayur di Tulungagung Jadi Wisata Edukasi Petik Sayur

Menjelang perlombaan, porsi latihan kembali ditambah. Tidak hanya kemampuan teknik yang diasah, tetapi juga kedisiplinan dan kesiapan fisik agar mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

"Tentunya porsi latihan ditambah dan lebih disiplin supaya lebih siap saat bertanding," ungkapnya.

Freya mengaku tantangan terbesar yang dihadapi pada nomor seni tunggal bukan terletak pada gerakan, melainkan ekspresi saat tampil.

Menurutnya, kemampuan menampilkan ekspresi yang selaras dengan rangkaian jurus masih menjadi bagian yang terus dilatih. 

"Yang paling sulit itu ekspresi. Gerakan harus bagus, tetapi ekspresi juga menjadi penilaian," tuturnya.

Dia juga menceritakan pengalaman saat pertama kali mengikuti lomba pada 2023. Rasa gugup ketika tampil di hadapan dewan juri membuat tongkat (toya) yang digunakan dalam penampilan sempat terlepas.

Baca Juga: Kunci Sukses Pelari Tulungagung Miftakhurrizza Raih Prestasi di Trail Running, Konsisten Berlatih dan Tak Takut Cedera

Pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga hingga kini lebih percaya diri setiap kali bertanding.

"Awalnya pernah grogi sampai toya lepas. Tapi dari pengalaman itu saya terus berlatih sampai sekarang sudah lebih terbiasa," ujarnya.

Keberhasilan meraih juara II, menurut Freya, tidak lepas dari dukungan banyak pihak.

Dia mengucapkan terima kasih kepada orang tua, pihak madrasah, pelatih, serta teman-teman yang terus memberikan motivasi selama menjalani latihan. 

"Dukungan dari orang tua, sekolah, pelatih, dan teman-teman sangat berarti. Saya mengucapkan terima kasih karena sudah terus mendukung sampai bisa meraih juara," katanya.

Usai membawa pulang prestasi itu, Freya tidak ingin cepat berpuas diri. Dia kini mempersiapkan diri menghadapi Bapopsi tingkat pelajar.

Berbeda dengan kejuaraan sebelumnya, pada ajang tersebut ia berencana turun di nomor beregu dan menargetkan hasil terbaik. 

"Sekarang fokus persiapan untuk Bapopsi. Latihan fisik, teknik, dan lainnya terus dilakukan. Semoga bisa meraih juara lagi," pungkasnya. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
festival kejuaraan seni santri nusantara cup bapopsi freya rafasya aurelio pencak silat