RADAR TULUNGAGUNG - Bagi sebagian orang, bekerja di dunia perbankan identik dengan rutinitas yang padat dan penuh ketelitian.
Namun, hal itu tak menghalangi Jauza Cikal Fairus Najla untuk tetap menyalurkan passion di bidang musik.
Cewek 23 tahun asal Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, itu sukses menjalani dua peran sekaligus, yakni sebagai teller Bank Jatim dan penyanyi.
Setiap hari kerja, Najla -sapaan akrabnya- mengabdikan diri melayani nasabah dengan profesional. Setelah jam kantor usai, atau saat akhir pekan tiba, ia bertransformasi menjadi penyanyi yang menghibur masyarakat di berbagai panggung.
Baginya, kedua profesi tersebut bukan saling bertentangan, melainkan saling melengkapi.
"Yang paling penting adalah mengatur prioritas dan manajemen waktu. Jam kerja di bank tentu menjadi prioritas utama dari pagi sampai sore. Setelah itu, malam hari atau akhir pekan baru saya mengambil job menyanyi," ujarnya kepada Koran ini, kemarin.
Menariknya, kecintaannya pada musik juga mendapat dukungan penuh dari tempatnya bekerja. Bahkan, Najla kerap dipercaya mewakili Bank Jatim cabangnya dalam berbagai kegiatan seni, khususnya kompetisi maupun penampilan menyanyi.
Penyanyi berusia 23 tahun itu mengaku sosok yang paling berjasa dalam perjalanan bermusiknya adalah sang ibu.
Menurut dia, bakat menyanyi yang dimilikinya merupakan warisan dari suara emas sang mama yang sejak kecil selalu menjadi penyemangat sekaligus inspirasi.
"Bisa dibilang Mama yang paling menginspirasi saya. Beliau juga yang menurunkan suara emasnya kepada saya," ungkapnya sambil tersenyum.
Meski terlihat mampu menjalani keduanya dengan baik, bukan berarti tanpa tantangan. Keterbatasan waktu menjadi hambatan terbesar yang kini ia rasakan.
Kesibukan di kantor membuat ruang untuk bermusik tidak lagi seluas dulu.
"Sekarang tantangan terbesarnya memang waktu. Saya tidak punya banyak kesempatan latihan atau bermusik selain malam hari dan akhir pekan," katanya.
Namun, justru dari dua aktivitas itu Najla memperoleh kebahagiaan yang berbeda. Saat bekerja sebagai teller, ia menikmati proses melayani nasabah dan memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional.
Sementara ketika berada di atas panggung, ia merasakan kepuasan karena dapat menjalankan hobinya sekaligus menghibur banyak orang.
"Keduanya sama-sama membuat saya senang," ujara cewek yang mengidolakan penyanyi Mahalini itu.
Dalam bermusik, Najla mengaku paling nyaman membawakan lagu-lagu bergenre ballad. Meski demikian, ia tidak membatasi diri dan tetap menikmati berbagai genre musik lain sesuai kebutuhan panggung.
Dukungan dari lingkungan kerja juga menjadi energi positif baginya. Rekan-rekan kerja maupun pimpinan mengetahui aktivitasnya sebagai penyanyi dan justru memberikan apresiasi.
Baca Juga: Kreatif! Kusumaning Putri Sulap Kebun Sayur di Tulungagung Jadi Wisata Edukasi Petik Sayur
Tak jarang, ia dipercaya mewakili cabang dalam berbagai penampilan musik. Bagi Najla, memiliki hobi bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Hobi justru menjadi cara efektif menjaga kesehatan mental di tengah padatnya pekerjaan.
"Sangat penting punya hobi. Ketika mulai jenuh bekerja, yang menyelamatkan saya dari stres ya menjalankan hobi itu," ujarnya.
Salah satu pengalaman yang paling membekas dalam perjalanan bermusiknya adalah saat dipercaya menjadi penampil pembuka sebelum penyanyi idolanya, Mahalini, tampil di atas panggung.
Kesempatan tersebut menjadi momen yang tak terlupakan sekaligus menambah semangatnya untuk terus berkarya.
"Rasanya senang sekali karena bisa menjadi talent pembuka sebelum Kak Mahalini tampil. Itu salah satu pengalaman yang paling berkesan buat saya," kenangnya. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri