RADAR TULUNGAGUNG - Kesibukan bekerja sepanjang hari kerja membuat Fira Agung Purnaningtyas harus pintar membagi waktu.
Warga Dusun Krajan, Desa Kiping, Kecamatan Gondang, Tulungagung, itu memilih akhir pekan untuk berolahraga.
Poundfit dan yoga menjadi cara Fira menjaga kebugaran sekaligus melepas penat setelah lima hari berkutat dengan pekerjaan.
Perkenalan dengan dua jenis olahraga tersebut berawal dari ajakan teman. Semula, Fira hanya ingin mengisi akhir pekan karena mulai bosan dengan rutinitas car free day (CFD).
“Awal kenal poundfit sama yoga itu diajak teman. Iseng saja, karena kalau weekend cuma CFD saja sudah bosan,” ujarnya.
Dari sekadar coba-coba, olahraga perlahan menjadi kebiasaan. Fira mulai menyadari bahwa tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik meski kesibukan pekerjaan cukup menyita waktu.
“Akhirnya saya menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari karena lebih aware kalau olahraga itu memang penting. Walaupun bukan olahraga yang berat-berat banget, setidaknya seminggu sekali tetap butuh gerak,” katanya.
Bagi Fira, akhir pekan menjadi waktu paling memungkinkan untuk berolahraga. Sebab, selama weekday, waktunya lebih banyak tersita untuk pekerjaan.
Jadwal tersebut pun terkadang harus dikalahkan ketika pekerjaan sedang padat, terutama saat akhir bulan dan lembur.
“Selama weekday, saya kerja terus, jadinya kegiatan yang lain pasti dilakukannya pas weekend. Kalau lagi repot-repotnya seperti akhir bulan biasanya lembur, jadi olahraganya ditunda dulu,” tuturnya.
Meski sederhana, olahraga memberikan efek yang cukup terasa. Setelah mengikuti poundfit maupun yoga, Fira merasa tubuh dan pikirannya lebih rileks.
Suasana latihan yang diisi bersama teman juga membuat olahraga terasa lebih menyenangkan.
“Setelah poundfit atau yoga itu rasanya rileks banget, terus happy juga ketemu teman-teman. Jadi bisa mengurangi stres kerja,” ungkapnya.
Kesadaran tersebut muncul setelah Fira merasakan sendiri dampak terlalu sibuk bekerja. Pada awal bekerja, dia mengaku hampir tidak pernah berolahraga karena merasa pekerjaan sudah cukup menguras waktu dan tenaga.
Namun, kebiasaan tersebut justru membuat tubuhnya lebih mudah lelah dan terasa kurang nyaman. Dari pengalaman itu, Fira mulai memahami bahwa kesibukan bekerja tetap perlu diimbangi aktivitas fisik.
“Dulu waktu awal-awal kerja, saya sama sekali nggak olahraga. Menurut saya, kerja saja sudah menyita banyak waktu. Tapi lama-lama ternyata saya gampang banget capek dan nggak enak badan,” jelasnya.
Kini, Fira berusaha tetap menyediakan waktu untuk bergerak meski belum bisa berolahraga setiap hari. Baginya, konsisten tidak selalu berarti latihan berat, tetapi kemauan menyisihkan waktu di tengah rutinitas.
Ke depan, dia ingin lebih disiplin menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Olahraga diharapkan tetap menjadi bagian dari rutinitasnya untuk menjaga tubuh sekaligus mengurangi tekanan pekerjaan.
“Ingin lebih konsisten lagi biar work life-nya seimbang. Jadi kerjanya oke, aktivitas lain juga oke,” pungkas Fira. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri