Usia Baru 9 Tahun, Damar Jadi Penari Termuda Jawa Timur yang Tampil di Istana Negara Saat HUT ke-81

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:15 WIB
Damar Wisnu Dewangga menampilkan tarian jaranan sentherewe saat gladi resik sebelum berangkat ke Istana Negara beberapa waktu lalu.
Damar Wisnu Dewangga menampilkan tarian jaranan sentherewe saat gladi resik sebelum berangkat ke Istana Negara beberapa waktu lalu.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Ada sosok istimewa dari kontingen 100 penari Jawa Timur yang tampil di Istana Negara pada upacara detik-detik proklamasi pada Senin (17/8/2026).

Dialah Damar Wishnu Dewangga yang menjadi peserta termuda.

Tubuh mungil itu bergerak lincah mengikuti irama. Kaki kecilnya sesekali menghentak, sementara kedua tangan memainkan gerakan tari dengan penuh tenaga. Tak tampak keraguan dari wajah Damar Wishnu Dewangga.

Usianya baru 9 tahun. Namun, bocah asal Tulungagung itu sudah berani berdiri di antara para penari yang jauh lebih dewasa. Bahkan, panggung yang akan diinjaknya bukan sembarang panggung. Istana Negara.

Damar terpilih menjadi penari termuda dari 100 seniman perwakilan Jawa Timur yang tampil dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Baca Juga: Kisah Hana Kaysha Aziza, Mulai Hafal Alquran Usia 3,5 Tahun hingga Juara 1 Lomba di Jogjakarta

Bagi sebagian anak seusianya, tampil di hadapan tamu-tamu penting negara mungkin menjadi pengalaman yang menegangkan. Namun, bagi Damar, kesempatan tersebut justru menjadi kebanggaan.

“Sangat senang, karena bisa tampil tari di Istana Negara,” ucap siswa kelas IV sekolah dasar itu saat ditemui ketika gladi resik di GOR Lembu Peteng beberapa waktu lalu.

Keberanian Damar bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak kecil, dia sudah akrab dengan dunia seni tradisi. Lingkungan keluarganya memang dekat dengan kesenian.

Suara gamelan, irama jaranan, hingga aktivitas para penari menjadi bagian dari kesehariannya. Dari lingkungan itulah ketertarikannya terhadap tari tumbuh.

Awalnya hanya melihat anggota keluarga berlatih dan pentas. Lama-kelamaan siswa SDN 4 Kampungdalem ini ikut belajar. Sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), dia mulai serius mengenal tari.

Baca Juga: Kerja Padat Bikin Mudah Lelah, Fira Agung Temukan Cara Jaga Kebugaran dan Redakan Stres lewat Poundfit dan Yoga

“Sejak TK, saya sudah suka menari. Diajari keluarga,” katanya.

Dari sana, langkah Damar di dunia seni terus berkembang. Tubuh kecilnya semakin terbiasa mengikuti gerakan tari. Jam terbangnya pun bertambah dari satu panggung ke panggung lainnya.

Dia pernah tampil di Gedung Negara Grahadi dalam rangkaian peringatan Kemerdekaan RI. Pengalaman lain didapat ketika mengikuti Festival Garudeya Mahambara pada Juli 2026.

Pengalaman tersebut menjadi modal berharga. Panggung besar yang dahulu mungkin terasa asing, kini justru menjadi ruang bagi Damar untuk menunjukkan kemampuannya.

Menjelang keberangkatan ke Jakarta, Damar bersama penari lainnya sempat menjalani latihan di GOR Lembu Peteng. Gerakan jaranan terus diasah agar penampilan di Istana Negara berjalan maksimal.

Baca Juga: Makna Kemerdekaan bagi Sheva Millanisty, Gadis Tulungagung yang Ingin Bebas Belajar, Berkarya dan Mengejar Cita-Cita

Di tengah penari yang mayoritas berusia lebih dewasa, Damar tetap terlihat percaya diri. Tubuhnya memang paling kecil, tetapi energinya tak kalah besar.

Sesekali rasa gugup tetap muncul. Maklum, panggung yang dihadapi kali ini berada di level berbeda. Namun, Damar menyadari jika kesempatan tersebut tidak datang setiap hari.

“Sempat deg-degan juga, tapi harus tetap tampil bagus,” ujarnya.

Dia pun berpesan kepada teman sebayanya untuk tetap semangat berlatih dan belajar sesuai kesukaan masing-masing.

Siapa tahu dari salah satu hal yang disukai bisa mendatangkan prestasi yang membanggkan di kemudian hari. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
hut ke-81 kemerdekaan republik indonesia damar wishnu dewangga istana negara penari