RADAR TULUNGAGUNG - Bagi Nila Farhatun Nazilah, hidup terasa lebih berwarna ketika diisi dengan keberanian mencoba sesuatu yang baru.
Gadis asal Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, itu menjadikan traveling, olahraga, hingga kegiatan volunteer sebagai cara untuk mencari pengalaman sekaligus mengenal dirinya lebih jauh.
Menurut Nila, ketertarikannya terhadap traveling bukan sekadar ingin mengunjungi tempat baru. Setiap perjalanan menjadi kesempatan untuk melihat kehidupan dari sudut pandang berbeda.
Terlebih ketika harus bepergian seorang diri dan bertemu dengan orang-orang baru.
“Karena ngerasa hidup jadi lebih hidup pas mencoba hal baru. Waktu main sendiri ke kota orang, saya belajar mandiri dan ketemu banyak versi diriku yang baru,” tuturnya.
Baca Juga: Sejak SD Tekuni Seni Jawa, Pramesti Cilla Putri Buktikan Anak Muda Bisa Lestarikan Budaya
Dari pengalaman tersebut, muncul rasa penasaran yang membuatnya terus ingin mencoba berbagai hal.
Baginya, selalu ada pertanyaan sederhana yang mendorongnya untuk melangkah lebih jauh, yakni bagaimana rasanya jika mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Tidak hanya traveling, Nila juga aktif melakukan berbagai kegiatan, mulai dari gym, naik gunung, volunteer, hingga olahraga yang cukup menantang seperti canyonering.
Dari semua aktivitas itu, ia mengaku pengalaman baru menjadi hal utama yang dicari.
“Pengalaman baru. Tapi di dalamnya ada tantangan juga. Jadi tiga-tiganya dapat, tapi yang paling utama pengalaman,” katanya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, Agustusan di Citra Emerald Jadi Ruang Warga Menjalin Keakraban
Dari berbagai perjalanan yang pernah dijalani, kegiatan volunteer menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas. Awalnya hanya berangkat karena ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Namun, pertemuan dengan orang-orang yang memiliki cerita dan perjuangan masing-masing membuat cara pandangnya terhadap kehidupan ikut berubah.
Menurut Nila, pengalaman tersebut membuatnya lebih mudah bersyukur. Ia mulai memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari sesuatu yang besar.
Melihat perjuangan orang lain justru membuat persoalan yang selama ini dianggap berat terasa lebih kecil.
“Pas terjun langsung ketemu orang-orang dengan cerita dan perjuangan beda, aku jadi lebih bersyukur dan ngerti kalau bahagia itu sederhana,” ujarnya.
Baca Juga: Usia Baru 9 Tahun, Damar Jadi Penari Termuda Jawa Timur yang Tampil di Istana Negara Saat HUT ke-81
Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan datang ketika dirinya mencoba canyonering. Aktivitas yang berkaitan dengan air deras dan lompatan tersebut sempat membuatnya takut. Bahkan, ia mengaku sempat ingin menyerah sebelum benar-benar mencoba.
Namun, rasa takut perlahan berubah menjadi keberanian setelah berhasil melewati tantangan tersebut. Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu pencapaian pribadi yang paling ia syukuri.
“Awalnya takut banget sama air deras dan lompat-lompat. Sempat mau nyerah. Tapi pas sudah nyoba dan berhasil, rasanya bangga banget sama diri sendiri,” ungkapnya.
Bagi Nila, keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut. Justru keberanian muncul ketika seseorang tetap memilih mencoba meskipun merasa ragu.
Dari canyonering, ia belajar bahwa batas kemampuan terkadang baru diketahui ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman. (bac/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri