RADAR TULUNGAGUNG - Sesuatu yang awalnya kurang diminati bisa saja menjadi kunci meraih prestasi. Atsilah Nawal Huwaidah pun membuktikannya dengan meraih Best Digital Marketing Campaign dalam FEBI International Educamp & Tour 2026 yang digelar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Dunia pariwisata membawa Atsilah Nawal Huwaidah berkenalan dengan hal lain yang tak kalah menarik yakni digital marketing.
Mahasiswa Program Studi Pariwisata itu bahkan berhasil membawa pulang penghargaan Best Digital Marketing Campaign dalam FEBI International Educamp & Tour 2026 yang digelar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember di D’Buper Glagah Arum, Lumajang.
Menariknya, digital marketing awalnya bukan bidang yang terlalu diminati Atsilah. Ketertarikannya tumbuh setelah mengikuti sosialisasi dan terlibat langsung dalam kegiatan yang memanfaatkan media digital.
Baca Juga: Nila Farhatun Nazilah, Gadis Kalidawir yang Gemar Traveling hingga Canyonering demi Pengalaman Baru
Dari sana, dia melihat media sosial memiliki peran besar dalam memperkenalkan produk, kegiatan, hingga destinasi wisata.
“Awalnya saya belum begitu tertarik dengan digital marketing. Namun, setelah terjun langsung, saya melihat perkembangan media sosial sangat berpengaruh dalam memperkenalkan suatu kegiatan, produk, maupun destinasi wisata,” ujarnya.
Ketertarikan itu semakin kuat karena dunia digital memiliki kaitan erat dengan bidang yang digelutinya. Selain berstatus mahasiswa pariwisata, Atsilah juga bekerja di biro travel.
Baginya, kemampuan memasarkan sesuatu melalui platform digital menjadi bekal penting di tengah industri pariwisata yang semakin bergantung pada media sosial.
“Digital marketing bukan hanya tentang membuat konten, tetapi bagaimana kita bisa menyampaikan pesan yang menarik dan tepat kepada audiens,” katanya.
Baca Juga: Sejak SD Tekuni Seni Jawa, Pramesti Cilla Putri Buktikan Anak Muda Bisa Lestarikan Budaya
Dalam kompetisi tersebut, Atsilah bersama tim tidak sekadar membuat materi promosi. Mereka mengangkat isu sosial dengan membuat kampanye yang sekaligus mengajak masyarakat membantu memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas.
Pesan tersebut kemudian dikemas dalam poster informatif dan menarik agar mudah diterima audiens media sosial. Tantangannya, seluruh konsep hingga materi kampanye harus disiapkan dalam waktu terbatas.
“Tantangan terbesar saat itu adalah bagaimana membuat poster yang menarik dengan konsep kegiatan yang harus dirancang dalam waktu yang terbatas,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut akhirnya berbuah penghargaan. Bagi Atsilah, Best Digital Marketing Campaign bukan sekadar piala, melainkan apresiasi atas proses, kreativitas, dan kerja keras tim.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, Agustusan di Citra Emerald Jadi Ruang Warga Menjalin Keakraban
Prestasi itu sekaligus membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan digital marketing dan menggabungkannya dengan dunia pariwisata.
“Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap proses, kreativitas, dan kerja keras yang sudah dilakukan,” tuturnya.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal baru bagi Atsilah untuk melangkah lebih jauh. Dia ingin terus mengasah kemampuan pemasaran digital sekaligus menerapkannya dalam industri pariwisata.
Sebab, baginya, mengenalkan destinasi di era sekarang bukan hanya soal membawa orang datang, melainkan juga bagaimana sebuah cerita mampu membuat orang tertarik sejak pertama kali melihatnya di layar. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri