
TULUNGAGUNG - Vika Cahyani Putri menemukan jalannya di dunia public speaking berawal dari hobi bernyanyi sejak kecil.
Kegemarannya memegang mikrofon kemudian berkembang menjadi keberanian tampil di depan banyak orang hingga memandu berbagai acara sebagai master of ceremony (MC).
Perjalanan Vika menjadi MC bermula ketika dirinya aktif mengikuti organisasi. Dari kegiatan tersebut, perempuan asal Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, itu mulai mendapat kesempatan memandu acara internal.
Pengalaman tersebut perlahan menumbuhkan ketertarikannya untuk mendalami dunia MC. Bagi Vika, daya tarik utama profesi tersebut terletak pada seni komunikasi dan kemampuan membangun hubungan dengan audiens.
“Yang membuat aku tertarik dan betah menekuni dunia ini adalah seni komunikasinya. Bagaimana kita bisa menyatukan energi ratusan orang dalam satu ruangan, menyampaikan pesan acara agar sampai dengan baik, sekaligus melatih public speaking dan kepercayaan diri secara riil,” tuturnya.
Baca Juga: Dari Tulungagung ke Pasar Dunia, Azrabella Nurmala Kembangkan Bisnis Kerajinan Fosil Kayu
Bagi Vika, menjadi MC tidak sebatas membacakan susunan acara atau rundown. Seorang pembawa acara dituntut mampu membaca situasi dan memahami karakter audiens yang dihadapi.
Kemampuan tersebut dibutuhkan agar komunikasi yang dibangun terasa natural. MC juga perlu membuat peserta merasa terlibat sehingga suasana acara tidak berjalan satu arah.
Menurut Vika, setidaknya ada tiga hal yang penting dimiliki seorang MC, yakni kepekaan, empati, dan energi. Ketiganya dibutuhkan untuk menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi di lapangan.
MC harus mengetahui siapa audiens yang dihadapi. Pemahaman tersebut membantu menentukan gaya bahasa hingga candaan yang tepat agar sesuai dengan suasana acara.
“MC bukan sekadar membaca rundown, tapi harus tahu situasi lapangan. Kita harus paham siapa audiens kita. Selain itu, MC harus punya positivity dan energi yang meluap karena energi itulah yang akan menular ke hadirin,” ujarnya.
Seiring bertambahnya pengalaman, kesempatan yang diterima Vika juga semakin beragam. Ia mulai memandu berbagai acara, dari kegiatan formal hingga acara dengan tingkat formalitas yang tinggi.
Baca Juga: Awalnya Tak Minat Digital Marketing, Atsilah Nawal Huwaidah Raih Penghargaan di UIN KHAS Jember
Kesempatan tampil di luar lingkungan organisasi menjadi salah satu pengalaman yang berkesan baginya. Sebab, ia harus berhadapan dengan karakter audiens yang lebih luas dan menerapkan kemampuan yang selama ini diperoleh dari proses berorganisasi.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa kemampuan yang diasah dalam organisasi dapat diterapkan ketika tampil di ruang publik. Vika pun semakin percaya diri untuk keluar dari zona nyaman dan menerima tantangan baru.
Menjadi MC juga membuat Vika harus siap menghadapi situasi yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kendala teknis, keterlambatan narasumber, hingga perubahan susunan acara dapat terjadi dalam sebuah live event.
Dalam kondisi tersebut, ketenangan menjadi hal penting. MC harus mampu menjaga suasana agar hadirin tidak ikut merasakan kepanikan akibat kendala yang muncul di balik acara.
Baca Juga: Nila Farhatun Nazilah, Gadis Kalidawir yang Gemar Traveling hingga Canyonering demi Pengalaman Baru
“Sering banget, dan itu hal yang wajar dalam live event. Kuncinya cuma satu, ketenangan internal dan penguasaan materi. Kalau ada kendala, aku biasanya memanfaatkan momen untuk ice breaking, menyapa pemirsa, atau membedah sedikit topik acara dengan cara yang santai,” jelasnya.
Bagi Vika, penguasaan materi juga menjadi bekal penting ketika menghadapi perubahan situasi. Dengan memahami isi acara, MC memiliki ruang untuk berimprovisasi tanpa kehilangan arah pembahasan.
Ke depan, Vika ingin membawa kemampuannya ke tingkat yang lebih profesional. Ia ingin membangun karakter sebagai MC yang tidak hanya mampu berbicara dan mencairkan suasana, tetapi juga memiliki wawasan serta pemahaman kuat terhadap materi acara.
“Sosok MC yang ingin aku bangun adalah MC yang berkarakter, berwawasan, dan adaptif. Aku ingin dikenal bukan hanya sekadar pintar berbicara atau pandai memecah suasana, tetapi juga punya isi MC yang cerdas dan memiliki pemahaman materi yang kuat,” pungkasnya.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri