TULUNGAGUNG - Kegagalan dalam pemilihan Duta Kampus pada 2023 tidak membuat Ahmad Aprianto menyerah. Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung itu justru menjadikan kegagalan sebagai momentum untuk berbenah.
Mahasiswa asal Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, tersebut pertama kali mengikuti pemilihan Duta Kampus pada 2023. Saat itu, Ahmad masih berstatus mahasiswa baru sehingga pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya belum cukup untuk bersaing.
“Di situ saya masih nol, belum mempunyai bekal sama sekali di kedutaan ataupun persiapan yang matang,” kenangnya.
Alih-alih menyerah, Ahmad mengevaluasi kekurangan yang membuatnya belum berhasil. Dia menyadari masih banyak kemampuan yang perlu diasah, terutama soft skill, public speaking, serta pengalaman mengikuti kompetisi.
Dua tahun berikutnya pun dia gunakan untuk memperbaiki diri. Ahmad aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari organisasi, perlombaan, volunteer, hingga aktivitas positif di dalam dan luar kampus.
Baca Juga: Usaha Buket Mahasiswa Ini Sempat Rugi Dua Tahun, Kini Omzet Tembus Rp 2 Juta saat Wisuda
Dia bergabung dengan UKM Radio Genius FM dan komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI). Berbagai aktivitas tersebut menjadi ruang baginya untuk menambah pengalaman sekaligus membangun kemampuan.
“Di situ saya mengevaluasi diri saya dan memperbaiki diri kurang lebih dua tahun,” ungkap mahasiswa yang berdomisili di Ponpes Subulussalam 1, Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, tersebut.
Proses tersebut tidak sekadar membuat Ahmad memiliki lebih banyak pengalaman. Dia juga membangun mental dan keberanian untuk kembali mengikuti pemilihan Duta Kampus.
Hingga 2025, kesempatan itu kembali diambil. Ahmad mendaftarkan diri dalam pemilihan Duta Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Perjuangannya menuju grand final juga tidak mudah. Tiga hari sebelum grand final, Ahmad masih berada di Madiun untuk mengikuti kegiatan GenBI.
Baca Juga: Kena PHK Saat Covid-19, Prazha Bangkit dari Peternakan Ayam hingga Kini Pelihara 10.000 Ekor
Setelah pulang dari kegiatan tersebut, dia langsung menghadapi grand final. Kondisi itu membuat persiapan dan perjuangan yang dijalaninya semakin terasa.
“Besoknya setelah pulang dari acara itu, langsung grand final. Jadi lika-likunya sangat terasa dan persiapannya juga sangat luar biasa,” tuturnya.
Kerja keras Ahmad akhirnya membuahkan hasil. Dia dipercaya menjadi Duta Berbakat Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung periode 2025–2026.
Tidak berhenti pada gelar tersebut, Ahmad juga dipercaya menjadi Ketua Paguyuban Duta Kampus.
Bagi Ahmad, menjadi duta bukan sekadar mendapatkan predikat. Ada tanggung jawab untuk menjaga nama baik kampus sekaligus memberikan kontribusi nyata.
Dia memegang prinsip 3B, yakni Brain, Beauty, dan Behavior. Prinsip tersebut menjadi salah satu pegangan dalam menjalankan amanah sebagai duta kampus.
Amanah tersebut kemudian membuka berbagai pengalaman baru. Ahmad mendapat kesempatan menjadi MC, moderator, pemateri, hingga terlibat sebagai tim host PMB PTKIN 2026 dalam skala nasional.
Baca Juga: Hari Polwan, Kisah Kapolsek Boyolangu Tulungagung Kejar Penjambret hingga Hadapi Seribuan Massa
Berbagai pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang untuk terus mengasah kemampuan berbicara dan meningkatkan kepercayaan dirinya.
Aktivitas yang dijalani Ahmad juga mendorongnya untuk berbagi melalui media sosial. Saat ini, dia tengah menjalankan tantangan membuat 100 konten dengan target satu konten setiap hari.
Konten yang dibuatnya berisi motivasi dan ajakan kepada mahasiswa agar berani mencoba hal-hal baru. Pesan tersebut lahir dari pengalaman pribadi Ahmad ketika menghadapi kegagalan.
“Kamu itu takut gagal atau takut orang lain tahu kalau kamu gagal?” tegasnya.
Menurut Ahmad, kegagalan justru dapat menjadi pengalaman untuk berkembang selama seseorang berani mencoba. Baginya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti mengejar target.
“Jangan takut untuk mencoba, jangan takut untuk gagal, karena semua orang itu bisa, tapi tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama,” tandasnya.(mg3)
Editor : Vidya Sajar Fitri